“Nikmat Aman” yang Kadang Terlupakan

Sesungguhnya amatlah besar nikmat Allah Swt kepada hambanya. Dia telah menjadikan mereka ada setelah sebelumnya tidak ada, sehingga kemudian memberikan penglihatan, pendengaran dan hati, menjaga mereka siang dan malam.

Menundukan bagi mereka sebagian makhluk-Nya demi kelangsungan hidup mereka, serta memenuhi permintaan orang yang terjepit dan mengangkat kesulitan dari mereka serta berbagai nikmat Allah lainnya yang tiada terhingga.

Apalagi di tengah merebaknya berbagai wabah seperti yang sekarang terjadi, nampaknya refleksi terhadap betapa banyak nikmat-Nya akan mengurangi beban jiwa yang ada. Mari kita berkaca dan menilai nikmat apa yang terlupakan.

Allah Swt berfirman, “Dan Dia telah memberikan kepadamu dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghingga-kannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari” (QS. Ibrahim: 34)

Nikmat Allah Yang Banyak

Selain itu Allah juga berfirman untuk mengingatkan nikmat penciptaan dan pemeliharaan mereka, sebagai berikut,

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (Q.S. An-Nahl: 78)

Ayat-ayat ini merupakan isyarat terhadap ayat-ayat lainnya yang kesemuanya mengingatkan kita akan besarnya nikmat Allah SWT terhadap hamba-Nya. Dan ketahuilah, atas setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Kita wajib mensyukurinya agar Allah menjaga dan menambah nikmat-Nya.

Baca Juga: Persaudaraan Sejati Manusia Lintas Agama

Dan berhati-hatilah dari mengkufuri salah satu nikmat-Nya, karena sungguh Allah telah mengancam mereka yang kufur terhadap nikmat-Nya dengan azab yang pedih.

Dan, tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”( Q.S. Ibrahim:7)

Nikmat Aman Yang Terlupakan

Di antara nikmat-nikmat Allah yang besar dan banyak dari manusia yang terkadang kurang disadarinya adalah nikmat keamanan atau rasa aman. Karena sesungguhnya keamanan adalah nikmat yang besar dari Allah Swt.

Betapa banyak maslahat-maslahat dunia dan agama yang dapat dicapai dengan adanya keamanan. Dan dengan hilangnya keamanan terlantarlah berbagai macam kemaslahatan dunia dan agama. Seperti yang sekarang terjadi hanya virus yang ukurannya tidak lebih dari 100 nm berhasil membuat perasaan kita tidak aman. Oleh karena itu, hanya kepadan-Nyalah kita memohon perlindungan.

Dalam sejarah Allah mengingatkan bangsa Quraisy tentang nikmat aman ini, agar mereka selalu mensyukurinya dengan beribadah hanya kepada-Nya,

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (Q.S. Quraisy:1-4)

Nikmat Aman adalah Kebutuhan

Keamanan merupakan salah satu dari sekian kebutuhan manusia yang paling mendasar dan ia juga termasuk di antara sekian banyak sasaran dan tujuan dari syariat Islam. Di bawah naungan keamanan seorang hamba beribadah kepada Rabbnya dan menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan kepada sesamanya.

Di bawah naungannya pendidikan dan dakwah dapat terlaksana dan seseorang dapat mengupayakan jalan-jalan yang halal guna menggapai kebahagiaannya di dunia dan di akhirat. Dengan keamanan jiwapun tenang dan hati menjadi lapang serta orang dapat berkonsentrasi mencari kemaslahatan agama dan dunianya.

Baca Juga: Menghadapi Covid-19 Dengan Keberanian Terukur

Dan di antara rujukan yang menunjukkan bahwa keamanan adalah nikmat Allah yang amat besar, bahwa dia telah menjadikan tanah suci sebagai tempat yang aman dari berbagai macam kerusuhan dan kekacauan, Allah Swt berfirman,

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menja-dikan tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?” (Q.S. Al- Ankabut: 67)

Doa Nabi Ibrahim: Negeri yang Aman

Dari seusai membangun ka’bah, Nabi Ibrahim A.S. mendoakan penduduknya dengan doa-doa yang populer dan yang pertama-tama beliau minta adalah keamanan.

“Dan ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”. ( Q.S. Al-Baqorah: 126)

Begitu pula yang menunjukkan bahwa keamanan adalah nikmat yang besar dari Allah SWT. Bahwa dia menjanjikan hamba-hambanya yang konsisten di atas keimanan dan menjaga keimanannya dari noda kesyirikan, untuk menganugerahkan kepada mereka keamanan yang mutlak di dunia dan di akhirat kelak.

Cara Menjaga Nikmat Aman

Apabila jelas bagi kita bahwa keamanan merupakan sekian nikmat Allah yang begitu besar kepada hamba-Nya. Maka pertanyaannya, bagaimana suatu bangsa menggapai keamanan dan bagaimana cara menjaganya?.

Ketahuilah! sudah menjadi kaidah di dalam Islam yang suci ini bahwa nikmat Allah Swt tidak dapat diraih dengan kemaksiatan. Apa-apa yang ada di sisi-Nya hanya bisa diraih dengan ketaatan.

Maka begitu pula dengan nikmat “keamanan”, nikmat ini hanya bisa diraih dengan cara tetap beribadah kepada Allah semata dan tuduk kepada-Nya serta menjalankan Syariat-Nya. Maka jika hari ini kita nampak ada satu wabah yang menggoyahkan nikmat aman itu bisa jadi karena kita terlalu banyak bermaksiat.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. An-Nuur: 55,  Dan Dia benar-benar akan menukar mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” 

Mensyukuri Nikmat “Aman”

Dan adapun penjaga nikmat ini adalah dengan cara pandai-pandai dalam mensyukuri-nya. Bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang agung ini, dengan hati, lisan dan anggota badan kita. Hati ini bersyukur dengan menyandarkan nikmat ini hanya kepada penciptan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.

Marilah kita memohon kepada Allah agar menjaga negeri-negeri kaum muslimin dari segala macam bencana dan kerusakan agar Dia melindungi kita semua dari segala macam kejahatan dan menganugerahkan kita istiqomah dan keteguhan di atas kebenaran.

Serta melindungi kita dari hilangnya nikmat dan keselamatan serta sergapan hukum-Nya. Dan semoga Allah SWT memberi hidayah-Nya kepada kaum muslimin yang tersesat dan membuka mata hati mereka. Mengingatkan yang lalai dari mereka dan menunjuki mereka kepada kebaikan dan petunjuk. Sesungguhnya Dia Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Oleh karena itu, kita wajib menjaga nikmat keamanan di negeri ini dengan senantiasa melaksanakan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan kepada Allah Swt, serta tidak menjadi sebab tercabutnya rasa aman di sekitar kita. Termasuk dengan kita banyak bersyukur mudah-mudahan Allah segera angkat wabah Covid-19 yang sedang teradi.

Hadirkan Ketenangan

Apalagi Sekedar memunculkan sebab-sebab ketakutan di tengah kaum muslimin adalah hal yang terlarang dalam syariat Islam. Dengan turut menyebarkan berita bohong dan hoaks dengan maksud membuat gaduh, panik dan menakuti sesama saudara. Aman bagi sesama muslim itu artinya menghadirkan ketenangan bagi mereka.

Sebagaimana yang diamalkan Rasulullah dan para sahabatnya. Janganlah kita bertindak asal semangat saja. Kita harus menyadari bahwa tindakan mengganggu keamanan, apalagi mencabut rasa aman tanpa landasan syar’i yang benar adalah tindakan maksiat kepada Allah SWT.

Baca Juga: Marpuji Ali: Jalan Baru Gerakan Kemanusiaan

Karena kita wajib melaksanakan perintah Rasulullah Saw, terkait tugas sosial kita kepada sesama, “Seorang Muslim adalah orang yang kaum muslimin (lainnnya) selamat dari gangguan lisan dan tangannya” (HR. Bukhari-Muslim).

Sebagaimana dengan beriman dan taat serta bersyukur keamanan dapat terjaga, begitu pula dengan bermaksiat kepada Allah dan membangkang terhadap aturan-aturannya serta kufur akan nikmat-nikmat-Nya keamanan bisa tercabut. Dan sebagaimana keamanan merupakan nikmat begitu pula hilangnya keamanan merupakan azab.

Sumber Ilustrasi: khotbahjumat.com

 

What's your reaction?
1So Happy0Happy
Show CommentsClose Comments

Leave a comment