Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

“Agamaku Pancasila”: Ikhtiyar Menuju Ideologi Partisipatif

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
Februari 14, 2020
in Narasi
0
Radikalisasi Pancasila: Sumbangsih Kuntowijoyo
29
SHARES
173
VIEWS

Pernyataan bahwa: “Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan”. Bukankah ini realitas?

Pernyataan menarik dan upaya membawa Pancasila ke ruang publik setelah sekian lama demisioner— sudah saatnya Pancasila digagas di ruang terbuka kita diskusikan dan kita ambil jalan kompromi. Untuk kepentingan kebangsaan dan keumatan ke depan. Mari berpikir jernih ini bahasan filsafat dan bahkan tingkat dewa.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Bukankah memang sejak mula Pancasila dan agama punya hubungan yang ‘kurang harmonis’. Dan itu realitas yang selama ini di endapkan dan ditabukan, meski secara axiologis terjadi konflik maka satu satunya cara adalah mendiamkan (tafaquh).

Baca Juga: Musuh Pancasila Bukan Agama, Tapi Pendusta Agama

Jujur inilah soal paling krusial—hubungan antara Pancasila dan agama dalam hal ini Islam terus pasang surut tak pernah selesai —bahkan memburuk. Bukankah masih banyak yang menyebut bahwa Pancasila adalah thaghuts— dan itu massif dan kasat mata. Maka pernyataan bahwa ‘agama’ (pemahaman agama) menjadi musuh Pancasila dalam hal ini berdiri berhadapan saling berlawan adalah nyata.

Alamsyah pernah membuat tesis yang barangkali masih relevan untuk menggambarkan citra hubungan Pancasila dan agama:’ Jangan mem-Pancasilakan agama dan jangan meng-agama-kan Pancasila’.

Saya pikir ini tema menarik untuk membahas Pancasila di ruang publik— sebagai ideologi partisipatif saya menyebuthya. Sebab Pancasila adalah kultur yang hidup —bukan dihidupkan.

Untuk membuktikan itu, saya akan mencoba menggunakan kajian etnografis untuk studi kasus di Lyon (Prancis) dan Hyederabad (India), Dr. Fareen Parvez menemukan kenyataan bahwa gerakan-gerakan sosial Islam mengalami politisasi secara beragam dan bahwa perbedaan-perbedaannya bercorak lintas-kelas.

Baca Juga: Moderasi Untuk Mencari Titik Temu

Secara makro politisasi Islam berlangsung pada setting sekularisme politik yang berbeda — model asimilasionis di Prancis dan pluralis di India membawa dampak yang signifikan dalam corak respons Muslim di kedua negara.

Lebih dari itu, dalam konteks yang lebih kompleks menyangkut setting politik sekularisme pluralis di Indonesia, kita perlu sejak awal menyadari adanya divergensi internal yang kronis di setiap lapisan kelas Muslim sendiri. Ini belum lagi mempertimbangkan pertikaian sekte, perbedaan teologi politik.

Juga perbedaan-perbedaan aliansi ekonomi-politik di kalangan elite berbagai mazhab itu di tingkat intralokal, nasional, maupun globalnya. Dengan kata lain, alangkah ruwetnya keadaan Islam di Indonesia dibanding di Prancis atau India.

Jadi siapa bisa jelaskan secara konseptual axiologis bahwa Pancasila adalah philosophische grounslach dalam kaitannya dengan iman Islam?

Terkait

Previous Post

Virus Corona, Ujian Bagi Kementerian Kesehatan

Next Post

Bolehkah Ber-Valentine Day?

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
Bolehkah Ber-Valentine Day?

Bolehkah Ber-Valentine Day?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.