Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Virus Corona, Ujian Bagi Kementerian Kesehatan

RedaksiKS by RedaksiKS
Februari 14, 2020
in Report
0
Munculnya kabar penyebaran virus Corona yang tengah diderita oleh saudara kita sebangsa dan setanah air tepatnya di Depok menjadi bagian dari ketetapan-Nya.

Munculnya kabar penyebaran virus Corona yang tengah diderita oleh saudara kita sebangsa dan setanah air tepatnya di Depok menjadi bagian dari ketetapan-Nya.

18
SHARES
104
VIEWS

oleh : Cahyo Setiawan

Berada pada awal tahun 2020 Kementerian Kesehatan membuat kebijakan yang menyita perhatian publik. Salah satunya adalah bagaimana menyikapi mitigasi bencana penyakit menular virus corona di Tiongkok dengan mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di Wuhan, Tiongkok.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Langkah evakuasi WNI di Wuhan tengah ditunggu-tunggu oleh WNI yang berada di sana dan keluarganya. Di tengah wabah virus mematikan yang menyebar cepat dari Kota Wuhan ke berbagai belahan dunia, menyadarkan kita pada tiga hal penting. Pertama, langkah mitigasi penyakit menular itu sendiri.

Meskipun tergolong terlambat dibanding negara Singapura, Jepang dan lainnya yang sudah mengevakuasi Warga Negaranya terlebih dahulu. Indonesia dengan bantuan TNI Angkatan Udara kemarin telah berhasil mengevakuasi WNI di Kota Wuhan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan tentang bagaimana virus itu menyebar dan seberapa banyak kasus yang telah terjadi di Tiongkok.

Seperti Kata Okky Madasari yang saya kutip di harian Jawa Pos rubrik Opini Edisi Senin, 03 Februari 2020 “Bicara tentang wabah bukan sekadar bicara angka kematian. Dampak kesehatan juga tak sesederhana mati atau tidak mati”.

Baca Juga: Muslimah Tangguh, Ekonomi Kuat

Langkah evakuasi WNI dari Kota Wuhan dan kebijakan pemblokiran kedatangan dan kepergian ke dan dari Tiongkok sejauh ini menjadi solusi yang relevan dalam membatasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Yang menjadi persoalan kedepan adalah bagaimana pemerintah mampu konsisten dalam masa karantina WNI yang kini berada di Natuna dan membangun optimisme masyarakat Indonesia agar mempercayakan pemerintah mampu mengendalikan penyebaran virus Corona.

Paradoks dan Anarkisme Kesehatan

Langkah pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona perlu diselaraskan dalam menjawab Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H. Tentang setiap warga negara mendepatkan kesempatan yang sama dalam pelayanan kesehatan seharusnya memang tidak ada praktik membeda-bedakan dalam pelayanan kesehatan.

Harus diakui saat ini sistem pelayanan kesehata kita memang belum baik. Akan tetapi dengan adanya langkah mitigasi bencana penyakit menular yang leading sektornya salah satunya adalah Kementerian Kesehatan. Harusnya menjawab persoalan pelayanan dan perhatian kesehatan pemerintah yang dirasakan sudah cukup.

Menjadi paradoks ketika pemerintah mengusahakan dalam melakukan mitigasi bencana penyakit menular. Akan tetapi pemerintah masih mengabaikan pelayanan kesehatan saudara kita di daerah terdepan. Apalagi yang terluar dan tertinggal masih jauh dari kita yang berada di Jawa.

Gejala anarkisme juga dapat dilihat ketika sektor pelayanan kesehatan di Indonesia seperti “pasar”. Adanya gratifikasi antara tenaga medis dan non-medis terkait industri farmasi. Sistem pengawasan pelayanan kesehatan yang belum siap dan sampai belum adanya sistem surveillance.

Baca Juga: Pendidikan Demokratis Muhammadiyah

Yakni sistem yang dapat mengumpulkan data penyakit dari kejadian penyakit di masyarakat secara rutin. Berbagai situasi ini menunjukkan adanya gejala ke anarkisme di sektor kesehatan sebagaimana menurut Prof. Laksono.

Selanjutnya, imbuh penulis harapan kedepan dalam masalah wabah corona ini Kementerian Kesehatan harus menjadi leading sektor dalam bidang kesehatan bukan menjadi pengekor. Dalam berbagai kesempatan, Kementerian Kesehatan seperti kecolongan dengan proses kebijakan yang harusnya melibatkan Kemenkes. Akan tetapi dalam hal ini Pak Menteri Terawan justru kurang begitu nampak dalam kebijakannya.

Justru yang sering muncul adalah Kementerian Luar Negeri dengan kebijakan pemblokiran akses dari dan ke Tiongkok serta kebijakan evakuasi yang akhirnya di tentukan oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

Penulis merupakan Mahasiswa Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Univ Sebelas Maret

Sumber Ilustrasi: suara.com

Terkait

Tags: CoronaKemenkesKesehatan Sosial
Previous Post

Muslimah Tangguh, Ekonomi Kuat

Next Post

“Agamaku Pancasila”: Ikhtiyar Menuju Ideologi Partisipatif

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Radikalisasi Pancasila: Sumbangsih Kuntowijoyo

“Agamaku Pancasila”: Ikhtiyar Menuju Ideologi Partisipatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.