Menjadi Pakar di Era Matinya Kepakaran

Literasi Instan Telah Mengancam Kepakaran

Tahukah berapa kali dibaca (dikunjungi) tulisanku di jurnal scopus empat tahun lalu: 3 orang. *** Entah sudah berapa puluh media massa gulung tikar karena ditinggal pembaca — Tempo, Gatra, Kartini, Femina luluh lantak, sementara jurnal-jurnal kian elitis diterbitkan di kampus-kampus atau pusat studi hanya untuk urusan kepangkatan, ditumpuk berserak di rak-rak kampus kemudian ditinggal tidak dibaca oleh penulisnya sendiri. Sementara jumlah media…

Mulai Berakhirnya Dominasi Amien Rais

Dinasti Amien Rais rubuh di kongres ke-V. Pecah mitos pecah tradisi di tangan besan sendiri—atau mungkin dinasti baru dari trah yang lain. Republika menuliskan, setidaknya, ada dua tradisi dan mitos yang dipecahkan dalam terpilihnya Zulkifli. Pertama, Wakil Ketua MPR ini menjadi ketum PAN pertama yang terpilih dalam dua periode, bahkan berturut-turut. Kedua, Zulkifli memenangi kontestasi calon ketua umum PAN tanpa restu dari…

“Agamaku Pancasila”: Ikhtiyar Menuju Ideologi Partisipatif

Pernyataan bahwa: “Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan”. Bukankah ini realitas? Pernyataan menarik dan upaya membawa Pancasila ke ruang publik setelah sekian lama demisioner— sudah saatnya Pancasila digagas di ruang terbuka kita diskusikan dan kita ambil jalan kompromi. Untuk kepentingan kebangsaan dan…

Akhir Partai Reformasi: PAN adalah Proyek Gagal

Meski lahir dari sidang tanwir Muhammadiyah di Jateng. Baiklah kita akui “bahwa PAN adalah proyek gagal”. High-Politic yang pernah digagas para ulama dan cendekiawan Muhammadiyah gagal sudah. Terbukti PAN tak mampu mangakomodasi aspirasi politik, baik institusi maupun personal. PAN justru menjadi beban. Tidak efektif dan kurang greget. Lebih simpel PAN tak membawa apapun selain kepentingannya sendiri. Daniel S Lev pernah memuji PAN…

Imam Ahmad Bin Hanbal Melawan Fatwa

Imam Ahmad Bin Hanbal Melawan Fatwa

Tulisan ini tidak bermaksud menyoal substansi fatwa. Tapi fokus pada implikasi fenomenologis prilaku keberagamaan umat pasca fatwa. Pernah disebut fatwa “Khalqun Qur’an“. Al mutashim di bawah pengaruh paham ulama Mutazilah—memaksa para ulama ahli sunah dan seluruh pengikutnya untuk mengikuti fatwa: al-Quran adalah makhluk. Imam Ahmad bin Hanbal menolak, dan istiqamah dengan pendapat: al-Quran adalah kalam Allah. Ia pun dicambuk puluhan kali dan…

Anomali Partai Allah dan Do’a Gus Dur

Oleh: Nurbani Yusuf Beberapa tahun lalu saya merasakan apa yang pernah dirasakan Gus Dur saat diimpeacment. Di tengah kesedihan yang sangat itu, Gus Dur mendoakan kepada yang telah menzaliminya menjadi gelandangan politik dan bakal menyaksikan kehancuran partainya di usia tuanya”. Seperti kutukan Dewi Amba kepada Bhisma pada perang Barata Yudha—Saya tak tau siapa yang dimaksud Gus Dur dengan orang yang telah menzaliminya…

Islam Dua Mainstream

Di Surabaya umat Islam ingin saleh sekaligus kaya. Di Jogja hijrah menjadi tren—beragama memunggungi dunia dan seisinya—Dua titik sentral: Surabaya dan Jogja—Surabaya dikenal metropolis. Dinamis dan tumbuh melesat, sedang Jogja kokoh sebagai episentrum Jawa. Tertata berwibawa dan kental mistis meski dihuni banyak pelajar dan kalangan terdidik. Mungkin saja keduanya menampilkan corak mainstream yang dianutinya. Pikiran dan harapan ke depan. Termasuk mainstream beragama…

Pasca “Kematian Tuhan”

Pasca ‘kematian tuhan’

Paruh pertama abad 20. Enam juta Yahudi mati—setelah sebelumnya lama berdoa dan tidak kunjung di jawab—artinya Atheisme bukan tanpa sebab. Holocaust adalah salah satu trauma yang menghilangkan kepercayaan manusia modern kepada Tuhan. Sebagian besar korban kekejian Nazi putus asa karena Tuhan ternyata tidak mendengarkan doa mereka. Enam juta orang Yahudi mati. Setelah sebelumnya di siksa, wanitanya diperkosa dan dibakar hidup-hidup. Itu terjadi…