Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Salafi dan Pemegang Otoritas Sertifikasi Bid’ah dan Sunah

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
Juni 6, 2020
in Akhlak
0
Hukum radikal
29
SHARES
170
VIEWS

Apa itu bidah? Bermula dari sabda baginda Nabi saw : ‘Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan. Setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah. Setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” HR. An Nasa’i atau yang semisal.

Melakukan Validasi terhadap Bid’ah dan Sunah

Lantas siapa berhak atas otoritas yang punya kewenangan untuk menilai dan melakukan validasi? Siapa yang berhak menentukan bahwa ini perkara baru yang diadakan atau perkara lama yang dilembagakan. Bagaimana jika kemudian ada semacam kelompok ‘korektor’ dengan fungsi menilai semua amalan tanpa kecuali.

TulisanTerkait

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Ketika Anak Membangkang, Siapa Sebenarnya yang Harus Disalahkan?

Validasi Manusia vs Ridha Allah: Kita Lagi Mengejar yang Mana?

baca juga: Tafsir Surat Al-Furqon: Ciri-ciri Generasi Ibadurrahman

Salah satu sisi negatif dari jargon “kembali kepada al Quran dan as sunah” adalah seseorang akan merasa paling benar sendiri, paling nyunah sendiri, kemudian mudah menyalahkan siapapun yang tidak sepandangan.

Kelompok ini juga merasa paling berkewenangan mengeluarkan sertifikat sunah dan bid’ah, dengan skema indikator yang mereka buat sendiri. Jadi ibadah apapun yang bakal dikerjakan harus mendapat sertifikasi sunah atau di nyatakan bid’ah karena dikategorikan perkara baru yang tertolak. Lantas apa umat Islam perlu membentuk lembaga macam ini?

Meski dengan nada guyon pernah saya katakan : “memang antum pernah meninggalkan al Quran dan as Sunah sehingga harus kembali?” Saya tak akan melacak sejak kapan jargon ini mulai digemakan, untuk apa dan kenapa harus ada?

Pendek kata jargon ini telah menjadi prototype sekelompok tertentu yang menganggap semua umat Islam jauh menyimpang dari al Quran dan menyelisihi Nabi saw sebagai pembawa risalah.

Sehingga harus diluruskan karena menyimpang, harus dibenarkan karena terbenam syubhat dan di murnikan karena tercampur ajaran sesat. Sikap sedemikian inilah yang kemudian banyak melahirkan konflik selisih bahkan pertengkaran sepanjang abad tiada henti.

Masuk Surga Kolektif

Etno-Religion adalah sikap merasa benar sendiri yang kemudian direcah dalam firqah-firqah yang terus mengecil tapi fanatik. Sebab ada kecenderungan ekslusif tidak menerima keberadaan orang lain yang bukan segolongan dan meniadakan kebenaran yang bukan dari kelompok atau manhajnya.

Kelompok ini telah memborong semua kebenaran agamanya dan tidak menyisakan sedikitpun buat yang lain kecuali mengikutinya. Seakan hanya kelompoknya yang memegang ororitas kebenaran dan berhak memberi sertifikat sunah dan bid’ah atas amalan yang dikerjakan umat Islam. Memang antum siapa?

Kenapa kita tidak bergotong royong saja dan masuk surga secara kolektif bukan malah menggiring teman seiman masuk neraka dengan stigma yang dibuat prematur.

editor: Yusuf R Y

Terkait

Tags: Bid'ahSunah
Previous Post

“Nabi Khidir” Pernah Menjadi Budak

Next Post

Musdah Mulia: Tiga Teladan dari Buya Syafii

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
Musdah Mulia: Tiga Teladan dari Buya Syafii

Musdah Mulia: Tiga Teladan dari Buya Syafii

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.