Indonesia merupakan negara yang kaya akan segalanya. Mulai dari sumber daya alam, budaya, ras, keagamaan dan lain sebagainya. Mengingat perbedaan yang cukup banyak di negara ini, tentu dibutuhkan adanya keadilan dan perhatian yang tidak bias dari pemerintah. Sikap tidak adanya bias ini disebut juga dengan moderasi. Sebagai negara dengan banyak keyakinan, moderasi beragama dan toleransi adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Moderasi beragama menjadi konsekuensi sikap yang harus diterapkan mengingat dasar negara Indonesia dalah Pancasila.
Pancasila adalah dasar negara Indonesia, bukan Negara Islam yang sering di besar-besarkan oleh kelompok tertentu untuk menggantinya sebagai dasar Negara Indonesia. Sebagai negara yang multi agama, tentu hal terpenting yang harus diusahakan adalah adanya moderasi agama. Moderasi beragama merupakan unsur yang sangat utama bagi kehidupan Negara Indonesia. Maksud dari unsur utama itu adalah, kita semua sebagai warga Negara Indonesia haruslah mempunyai sikap moderasi atau moderat. Tidak memilih yang kanan maupun yang kiri dalam soal keberagaman yang ada di Negara Indonesia.
Perbedaan adalah anugerah dari Allah SWT untuk umat manusia. Dari adanya perbedaan itu, kita semua bisa saling mengenal satu sama lain, dapat saling bertukar pikiran, bahkan bisa hidup rukun berdampingan. Akhir-akhir ini banyak bermunculan mengenai isu Negara Islam yang ingin diterapkan di Indonesia oleh kelompok tertentu. Hal ini, jangan dijadikan sebagai beban bagi kita sebagai warga Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila. Karena bisa jadi hal itu merupakan provokasi penumpang gelap dari pihak tertentu sebagai cara mereka untuk menghancurkan Negara Indonesia.
Sebagai negara dengan penduduk yang beragam Indonesia tergolong damai. Negara ini rukun tanpa adanya peperangan, ya walaupun masih ada sedikit ketegangan kecil dari kelompok-kelompok tertentu yang nakal dengan Negara. Hal ini menggambarkan bahwa Negara Indonesia masih memegang erat moderasi beragama, dan hal seperti itu haruslah tetap dipertahankan sampai nanti. Kekuatan moderasi beragama ini menjadikan semuanya tentram tanpa ada perbedaan. Beberapa Agama yang diakui di Indonesia sudah sepantasnya saling merangkul dan menghindari perpecahan.
Dari kekuatan moderasi beragama yang bisa dijalankan dengan baik, rukun dan aman, maka akan menumbuhkan sebuah sikap toleransi dari warga Negara Indonesia. Dari tidak membeda-bedakan tersebut, sikap toleransi akan timbul dengan sendirinya. Selanjutnya, toleransi ini tidak hanya dalam kehidupan antaragama namun juga merambah ke ranah antarbudaya.
Menurut penelitian, toleransi ini adalah sebagai tombak untuk menjalankan apa yang sudah didapatkan dari sikap moderasi. Sikap moderat (tengah-tengah) yaitu sikap yang tidak condong ke pihak satu dengan pihak satunya. Tapi lebih memilih menghargai keduanya. Di ajaran Islam sendiri, mengajarkan sikap toleransi sangatlah penting.
Toleransi dalam Islam mengandung 2 sikap; Tawasuth yaitu mengambil jalan tengah, dan juga sikap Tawazun yaitu seimbang seperti menyeimbangkan dalam semua aspek kehidupan baik itu aspek yang berhubungan dengan dunia, juga tidak lupa yang sangat utama adalah mengenai kehidupan akhirat.
Islam adalah Agama Rahmat dari Allah SWT, agama yang baik, tidak ada unsur paksaan dalam memeluknya. Di lain sisi, memang Islam tidak menganggap semua agama itu sama. Tapi Islam mengajarkan untuk menghargai atau memperlakukan agama lain dengan rasa hormat.
Berangkat dari tema besar mengenai moderasi beragama, maka diharapkan toleransi akan menjadi jati diri bangsa Indonesia. Karena sekali lagi penulis tekankan, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan alasan untuk saling menghancurkan. Perbedaan merupakan kesempatan yang diberikan Allah SWT agar manusia dapat saling mengenal dan bergandengan tangan.
Editro: Anisa K.