Kebudayaan santri yang sudah mendarah daging dan sudah mengakar sangat kuat adalah gotong royong atau dalam budaya santri disebut roan. Roan ini awalnya berasal dari kata tabarrukan yang kemudian disingkat menjadi rukan, kemudian menjadi roan.
Ini adalah bentuk kebiasaan atau kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua santri sebagai proses membangun karakter santri yaitu menegakkan identitas nasional yang harus ada dalam diri seorang santri sebagai penerus para ulama dan kiai.
Dalam kegiatan roan biasanya para santri turut serta untuk melakukan kegiatan seperti membersihkan pondok dan sekitarnya yang dilakukan pada hari-hari libur sekolah. Suasana senang serta bahagia turut mendominasi para santri karena bisa berbaur satu sama lain dan menciptakan keharmonisan dan menciptakan kenangan yang tak ternilai harganya.
Di samping membangun kebersihan dan kesucian tempat yang ada di pondok pesantren khususnya. Kegiatan Roan juga menanamkan nilai sosial yang harus ditanamkan sebagai warga negara indonesia yang harus menjunjung tinggi jiwa sosialnya, dalam kegiatan ini tidak hanya menciptakan jiwa sosial yang tinggi tetapi juga dapat menjalin kerukunan, kebersamaan, serta keharmonisan.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan nilai gotong royong dalam budaya santri melibatkan pengembangan dan penerapan sistem kerja sama, bantuan, dan pengembangan yang dilakukan oleh santri dan masyarakat untuk menyelesaikan pekerjaan diantara keduanya. Implementasi gotong royong dapat di lihat dalam beberapa hal, seperti; kerjasama, santri dengan masyarakat saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Misalnya, jika ada kegiatan pembangunan yang memerlukan banyak tenaga. Maka santri bisa membantu masyarakat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bantuan, santri dan masyarakat saling membantu dengan dasar timbal balik jika keduannya atau salah satunya membutkan bantuan.
Pengembangan, santri dapat memberikan kegiatan yang positif selama menjadi santri. Agar masyarakat sekitar mengetahui kualitas pendidikan dan akhlak yang ada pada santri.
Dalam hal ini gotong royong bertujuan agar para santri dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam persaudaraan antar santri dan masyarakat sekitar. Roan mencakup segala bentuk kerja sama oleh santri untuk menyelesaikan dan meringankan segala bentuk pekerjaan agar cepat terselesaikan. Pengembangan budaya roan dalam pesantren juga turut didukung karena membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren.
Dampak Penerapan Roan
Penerapan gotong royong dalam budaya santri juga membantu menghasilkan santri yang berperanan sebagai pembentuk identitas nasional. Santri yang mengembangkan niai gotong royong akan memiliki peranan penting dalam menciptakan suasana kerja sama dan percaya satu sama lain di masyarakat.
Nilai gotong royong dalam budaya santri membantu menghasilkan santri yang mampu bekerja dengan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan keuntungan bagi semua. Santri yang mengembangkan nilai gotong royong akan memiliki keterampilan dan kepemimpinan yang dapat digunakan untuk membentuk identitas nasional.
Aplikasi nilai gotong royong juga membantu menghasilkan santri yang mampu menggabungkan komunitas dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan keuntungan bagi semua. Santri yang mengamalkan nilai gotong royong akan memiliki keterampilan yang dapat di gunakan untuk melaksanakan program pendidikan, kesehatan, ekonomi.
Penerapan nilai gotong royong juga membantu menghasilkan santri yang mampu melaksanakan program yang kolaboratif dan berbagi informasi. Juga santri yang memiliki keterampilan dapat di gunakan untuk terlaksanannya secara profesional, efektif, kolaboratif, dan berbagi informasi.
implementasi nilai gotong royong santri juga menghasilkan santri yang perannya sebagai pembentuk identitas nasional bangsa indonesia. Santri yang mengembangkan nilai gototng royong akan memiliki pemahaman terhadap identitas nasional sehinga dapat menjadi pembentuk identitas nasional di masyarakat.
Selain penerapan dalam santri penerapan dalam pesantren juga ada untuk mewujudkan identitas nasional merupakan upaya untuk mengembangkan karakter dan kompetensi santri pesantren sebagai warga negara yang berwawasan nasional. Gotong royong adalah prinsip koperasi dan kerjasama yang menjunjung ide pemerintahan gotong royong yang di kembangkan oleh Bung Karno.
Peran Penting Pesantren
Pesantren sebagai institusi agama dan pendidikan yang memiliki peran penting dalam menciptakan identitas nasional melalui pendidikan moral, budaya, dan kebudayaan Indonesia. Penerapan gotong royong dalam pesantren memiliki beberapa manfaat, yaitu: membangun kompetensi koperasi dan kerjasama.
Pesantren mengajarkan santri untuk bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan yang bersama. Santri di pesantren untuk mengembangkan kompetensi koperasi dan kerjasama. Dengan memahami kepentingan setiap anggota, mencari solusi yang bersama, dan mengembangkan kepemimpinan yang bersama.
Menghasilkan pendidikan moral yaitu, Pesantren memiliki peran penting dalam menghasilkan pendidikan moral bagi santri. Gotong royong di peruntukan untuk membangun karakter santri sebagai warga negara yang berwawasan nasional. Santri di pesantren untuk menghasilkan karakter yang sesuai dengan ide-ide pemerintahan gotong royong, seperti kesehatan mental, kesehatan fizik, dan kesehatan lingkungan.
Membangun budaya Indonesia: Pesantren juga memiliki peran penting dalam membangun budaya Indonesia. Santri di pesantren untuk mengetahui dan menghargai budaya Indonesia, seperti budaya seni, budaya olahraga, dan budaya tradisional. Santri di peruntukan untuk menjadi warga negara yang berwawasan nasional dan memahami kepentingan budaya Indonesia bagi keberlanjalan negara.
Membangun kepemimpinan bersama yaitu, gotong royong juga membangun kepemimpinan bersama bagi santri pesantren. Santri di pesantren untuk menjadi pemimpin yang bersama dan memahami peran mereka dalam mencapai tujuan bersama. Santri di peruntukan untuk menjadi pemimpin yang berwawasan nasional dan memahami peran mereka dalam mencapai tujuan bersama untuk negara Indonesia.
Upaya untuk Mempertahankan Identitas Nasional
Upaya mempertahankan identitas nasional dalam santri melibatkan pengembangan program pendidikan yang mencakup aspek khusus dari identitas nasional dalam santri.
Hal ini melibatkan pemahaman dan penyajian sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang menjadi sifat utama dari identitas nasional dalam santri. Pendidikan ini juga melibatkan pemahaman dan penyajian agama dan kepercayaan yang menjadi sifat utama dari identitas nasional dalam santri.
Upaya ini juga melibatkan pemerintahan yang memiliki ketertiban dan kesusilaan. Serta pengembangan ekonomi dan infrastruktur yang membantu masyarakat dalam menjaga dan mengasihkan identitas nasional dalam santri.
Selain itu, upaya mempertahankan identitas nasional dalam santri juga melibatkan pengembangan program pelatihan. Sekaligus penghargaan yang membantu masyarakat dalam menghasut dan menjaga identitas nasional dalam santri.
Penulis: Akmelia Rabbani (UIN Sunan Ampel Surabaya)