Kemarin, seluruh NU di dunia berdoa bersama dalam satu pikiran dan gerakan. Ini yang tak dimiliki ormas lain. NU punya sesuatu. Saya sebut ‘azimat’ atau sesuatu yang bisa membuat orang bergerak bersama, berpikir bersama, dan bertindak bersama dalam satu komando.
baca juga: Ada Apa dengan Aisyah Istri Rasulullah
Kedahsyatan Pikiran yang Menggerakkan
Nahdlatul Ulama sedang menunjukkan mobilitas dan soliditas dalam spektrum kekuatan kultural yang melibatkan massa. Mungkin ini pula yang disebut oleh McLeland tentang tiga ciri modernitas. Social mobilization, culture expansion dan growth evonomics oriented. Dan mereka tak perlu ambil semua untuk disebut modern.
Siapapun boleh bangga dengan jumlah sekolah, universitas, pesantren, atau usaha lain. Tapi mungkin bisa saja menjadi tak penting jika adanya telah hilang haluan dan kering dari spirit gerakan. Kebanggaan sesungguhnya bukan pada banyaknya jumlah amal usaha, tapi ‘pikiran yang menggerakkan’ itulah yang utama.
baca juga: Teologi Cinta Romo Carolus
Michael Hart menulis bahwa kesuksesan Nabi saw tak diukur dari berapa jumlah masjid yang telah dibangun, apalagi pesantren atau universitas. Tapi manusia yang berubah, gerakan yang menginspirasi, dan manusia yang tunduk dan patuh. Inilah kekuatan dahsyat itu.
Global Action NU
Para ulama NU selalu selalu pintar mengambil hikmah. Wabah corona yang menyedihkan diubah menjadi kekuatan dahsyat yang menyatukan. Ini ide cerdas khas Wali Songo.
baca juga: Coronavirus dan Kezaliman atas Cadar
Sebab Nahdlatul Ulama tak bisa dipisahkan dari basis massa yang terus bergerak dinamis. Kekuatan Nahdlatul Ulama adalah pada kemampuan menggerakkan massa menjadi sebuah kekuatan yang menggerakkan.
Maka tidak penting bertanya apakah yang dilakukan NU ini ada dalil atau tidak, dicontohkan Nabi atau tidak, apalagi bertanya apakah doanya diterima atau dikabulkan. Sebuah deret pertanyaan klise karena kurang ngopi.
***
NU begitu adaptif dan cepat tanggap. Itu yang saya bilang, NU punya daya kebal yang cukup dan tidak terjebak pada pembangkangan atau khilaf kecil-kecil tentang shalat Jumat yang diubah, mudik yang dicegah atau tarawih yang terancam tiada. NU adaptif dan terus bergerak. NU global action. Gerakan mengetuk pintu langit menggoyang Arsy.
Salam dari pergerakan Muhammadiyah.