Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Belajar Islam Itu Asyik

Zakiyah Nurul Lathifah by Zakiyah Nurul Lathifah
Februari 13, 2020
in Ulûm ad-Dîn
1
Belajar Islam Itu Asyik
33
SHARES
194
VIEWS

Takdir manusia sudah tercatat di lauhul Mahfuz. Allah Maha Tahu seperti apa ending hidupmu, maka Allah catat seluruh episodenya di sana. Termasuk persoalan kita nanti akan masuk surga atau neraka. Bukan berarti Allah catat lalu takdir kita berkata demikian. Jadi, bukan catatan Allah yang menggerakan kita berbuat sesuatu, namun Allah catat karena Dia tahu ending hidup kita akan seperti apa.

Salah satu takdir Allah ialah kita diberikan hak untuk berkehendak dan  menentukan pilihan (free will). Namun semua kehendak tersebut bisa dilakukan sesuai dengan izin Allah dan ada batasannya. Takdir itu ada yang memang Allah kuasai dan Dia berkehendak bebas atas itu. Namun ada juga yang Allah berikan kesempatan bagi manusia untuk memilih.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Jadi semua hal yang kira-kira bisa kita pilih, maka semua itu akan dipertanggung-jawabkan nanti di akhirat. Namun jika hal tersebut di luar kehendak kita dan kita tidak kuasa untuk memilih, maka tak ada dosa dan pahalanya. Akan tetapi jika disyukuri, maka akan berbuah pahala juga. Menjadi kebaikan.  

Ternyata “konsep takdir” Ini bisa menjadi salah satu tips buat hidup kita jadi bahagia. Maka, seorang Muslim nggak bakal ngerasain yang namanya galau, sedih, ngerasa nggak berguna, sampai ngerasa nggak pantes buat hidup, kalau kita paham konsep takdir di atas.

Misal nih, kita lahir di lingkup keluarga yang nggak paham Agama. Bahkan broken home lalu kita justru stress dan frustasi. Alhasil terus melampiaskan rasa kecewa berat itu ke hal-hal yang nggak baik. Kita jadi anak nakal, bergaul bebas bahkan sampai konsumsi barang-barang haram.

Upgrade Diri Dengan Ilmu

Nah, kalimat yang pertama di atas. Kita dilahirkan di keluarga seperti apa ini adalah takdir Allah dan bukan kehendak kita. Maka tak patut untuk kita sesali. Karena ia tak mendatangkan dosa ataupun pahala. Baru dalam kalimat kedua .

baca juga Akhir Partai Reformasi: PAN adalah Proyek Gagal

Konsep free will muncul yaitu saat kita lampiaskan penyesalan itu ke hal-hal maksiat, maka ini sudah termasuk kehendak atau pilihan kita. Nah, jadi semua pilihan kita itu akan dipertanggung-jawabkan nantinya.

Jadi, seharusnya dalam hidup ini kita nggak perlu buat musingin, ngeluhin, bahkan nyeselin apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Karena ia nggak berujung pahala maupun dosa, justru keduanya bisa terjadi bila kita salah menyikapi takdir Allah.

Misal kita diciptakan dalam bentuk fisik yang pas-pasan, tapi kita malah jadi ngeluh dan ngerasa jelek di mata orang, terus kita jadi nggak bersyukur sama Allah. Nah, justru yang buat timbul pahala atau dosa itu pada pilihan kita dalam menyikapi takdir Allah itu.

Tapi justru kalau kita menyikapinya dengan bersyukur lalu kita berusaha upgrade diri dengan iman dan ilmu, maka justru usaha itu yang akan berbuah pahala.

Karena kita tahu bahwa manusia yang paling mulia bukan dari banyaknya harta, tingginya kedudukan, atau yang rupawan parasnya. Namun sebaik-baik kalian adalah yang bertaqwa. Karena standar cantik bukan dari parasnya, tapi dari ketaqwaannya.

Nah, ini baru salah satu contoh konsep takdir. Semoga kita bisa sedikit demi sedikit memahami konsep takdir ini. Karena kalau kita paham itu, maka hidup kita pasti bahagia.  Mari kita belajar Islam bersama-sama dengan asyik dan menyenagkan.

Sumber Ilustrasi: hijrahasyik.id

Terkait

Tags: BahagiailmuIslamTakdir
Previous Post

Masdar Hilmy: Muhammadiyah Menjadi Trendsetter Bagi yang Lain

Next Post

Pendidikan Demokratis Muhammadiyah

Zakiyah Nurul Lathifah

Zakiyah Nurul Lathifah

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan aktivis Nasyiatul Aisiyah di Kabupaten Karanganyar

Next Post
Pendidikan Demokratis Muhammadiyah

Pendidikan Demokratis Muhammadiyah

Comments 1

  1. Qolil says:
    7 tahun ago

    Barakallah fii ilmiik 🙂 🙂

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.