Masdar Hilmy: Muhammadiyah Menjadi Trendsetter Bagi yang Lain

Sabtu (8/2/2020), UMM menggelar seminar Pra-Muktamar bertajuk “Islam Berkemajuan: Manhaj, Implementasi dan Internasionalisasi”. Secara khusus, seminar pra-muktamar Muhammadiyah di UMM ini berbicara tentang Islam Berkemajuan. Karena Islam Berkemajuan itu sendiri sudah menjadi semboyan dari warna keislaman yang dikembangkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

Salah satu pembicara pada seminar itu ialah Rektor UINSA Surabaya, Prof. Masdar Hilmy. Hilmy mengatakan di awal sesi bicaranya bahwa: “UMM ini bagi saya adalah jembatan epistemologis antara NU dan Muhammadiyah,” katanya mengawali pembicaraan, disambut aplaus hadirin.

Selanjutnya ia menyampiakan ungkapan disclaimer sebelum memberikan pendapat. Pertama, menurutnya tetap NU sekalipun bicara tentang Muhammadiyah. “Tapi, sekalipun NU, saya Muhammadiyah part excellence.

NU yang termuhammadiyahkan secara substansial,” katanya disambut gelak tawa. Prof Masdar Hilmy memang pernah menulis buku dan melakukan penelitian tentang Muhammadiyah sebagai ormas modernis.

Kedua, saya di sini sebagai outsider. Karena outsider, sifatnya memberikan second opinion. Boleh didengarkan, boleh dipakai, atau boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Hilmy berpendapatn bahwa peran Muhammadiyah terlalu banyak bagi Indonesia. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Islam dan Indonesia tanpa Muhammadiyah, meski saat ini peran Muhammadiyah sudah tak kelihatan. Apa yang dulunya temuan Muhamamdiyah sudah diikuti yang lain. Hilmy berkata: “Apa yang baru.

Ya, kebaruan apa lagi yang hendak ditemukan Muhammadiyah?” begitu kritik Prof Masdar Hilmy setelah mengatakan bahwa semua yang ditemukan Muhammadiyah sudah diikuti ormas lain, termasuk NU, preferensi ormasnya. “Tugasnya Muhammadiyah yang menemukan, NU ngikut saja,” ujarnya, lantas tersenyum.

Hilmy pada seminar itu memberikan pandangan terhadap pengarusutamaan Muhammadiyah agar fokus pada modernisasi atau dinaminasi kian diperbanyak. Sebab, tantangan Indonesia dan umat Islam ke depan semakin kompleks. “Muhammadiyah yang memelopori penemuan hal baru lagi,” katanya mengulangi sekaligus menegaskan.

Sumber Ilustrasi: umm1964

What's your reaction?
4So Happy0Happy
Show CommentsClose Comments

Leave a comment