Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Tips dan Trik Seni Mengikhlaskan Cinta

RedaksiKS by RedaksiKS
Juli 25, 2023
in Muslimah
0
Harmonisasi Organisasi

kalimahsawa.id : Harmonisasi Organisasi

36
SHARES
212
VIEWS

Cinta dalam seni kehidupan manusia hakikatnya tidak dapat dipisahkan, karena merupakan dasar dalam kehidupan yang sedang dijalani. Terlebih manusia sebagai makhluk sosial dan dapat bertemu dengan berbagai macam karakter manusia di sekelilingnya.

Akan ada banyak peristiwa yang terjadi dari adanya cinta dan manusia khususnya ketika terjalin relasi romantis dan mengarah kepada hubungan pacaran. Dalam problematika percintaan pasti akan ada hambatan sebagai ujian dalam sebuah hubungan yang tengah dijalani seperti berakhirnya sebuah hubungan atau yang bisa kita sebut dengan putus cinta.

TulisanTerkait

Validasi Manusia vs Ridha Allah: Kita Lagi Mengejar yang Mana?

Hijab di Persimpangan Zaman: Menenun Ketaatan dalam Balutan Modernitas

Gaya Hidup Wanita Independen dan Tantangan Keyakinan Beragama

Pengaruh Putus Cinta

Faktor yang mempengaruhi putus cinta adalah hilangnya seni rasa kepercayaan, cinta sesaat, tidak direstui oleh keluarga, menyimpan rahasia, dan mencintai orang lain. Saat masing-masing individu bisa menyelesaikan masalah dengan baik maka hubungan akan terselamatkan, namun jika sebaliknya akan menyebabkan putus cinta. Seseorang yang mengalami putus cinta akan merasakan patah hati. Patah hati diistilahkan dalam bahasa medis sebagai kondisi broken heart syndrome.

Kondisi putus cinta menimbulkan dampak yang berbeda setiap individu. Putus cinta memiliki dampak dan reaksi yang beragam pada individu, baik dalam segi emosi, perilaku maupun kognitif.  Saat seseorang mempunyai pandangan yang positif maka peristiwa putus cinta merupakan hal yang biasa sehingga mampu menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan pikiran yang positif.

Sebaliknya putus cinta dapat berdampak negatif bagi seseorang yang telah berpacaran lama dan cintanya sudah mendalam. Seseorang yang putus cinta merasakan emosi negatif seperti kepedihan, merasa tidak berguna, rendah diri, pesimis, tidak ingin hidup lagi, marah, frustasi, sakit, kesepian, depresi, mengalami gejala post traumatic disorder, self harm, bahkan sampai tumbuhnya keinginan bunuh diri. Selain itu putus cinta bisa dipersepsikan merupakan hal terberat dan paling menyakitkan yang membuat larut dalam kesedihan yang tak berkesudahan.

Kebanyakan seseorang yang berkomitmen dalam cinta tidak mempersiapkan diri untuk terluka dan menerima kemungkinan terburuk dalam hubungannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi saat putus cinta antara lain jenis kelamin, cara seseorang menggantungkan self worth, attachment style, dan posisi dalam pemutusan.

Seni Ikhlas sebagai Solusi

Perempuan cenderung memiliki distres pasca putus cinta dibandingkan laki-laki. Pasangan yang telah memiliki rencana untuk menikah memiliki penurunan kepuasan hidup yang lebih tinggi ketimbang pasangan lain. Sehingga terkait dengan kasus putus cinta sangat penting bagi remaja untuk untuk “mengikhlaskan”.

Ikhlas menurut Bahasa Arab adalah kata ikhlas berasal dari kata khalasha yang mempunyai pengertian tanqiyah asy-syai wa tahdzibuhu (mengosongkan sesuatu dan membersihkannya). Sehingga saat ikhlas dikaitkan dengan putus cinta ialah baik orang yang diputuskan atau memutuskan membersihkan memori-memori yang telah dijalin dalam beberapa waktu.

Ikhlas merupakan kata yang mudah untuk dikatakan namun dalam penerapannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seseorang yang putus cinta mengatakan kepada orang lain bahwa “saya Ikhlas melepaskan dia” sebenarnya ia belum ikhlas dalam melepaskannya. Hakikat rahasia ikhlas ialah tidak perlu diucapkan, disebut, ataupun diperjelas.

Ikhlas adalah suatu hal yang berkaitan dengan kesehatan mental. Tidak seorangpun tau bahwa orang yang mengalami putus cinta sudah mengikhlaskannya namun seseorang dapat merasakan bahwa dia sudah ikhlas melepaskan atau belum. Kesehatan mental yang berupa emosi negatif seperti depresi, frustasi, dan self harm akibat putus cinta memerlukan usaha untuk ikhlas dalam rangka menerima keadaan.

Ikhlas menutup ruang bagi kepentingan apapun termasuk patah hati. Penerapan ikhlas setelah mengalami putus cinta akan melahirkan rasa tentram, bersyukur, menerima, pasrah kepada Allah, melahirkan makna hidup, mengambil hikmah, dan bahagia. Selain itu dengan mengikhlaskan orang yang dicintai dapat merasakan kehidupan kalbu dan kebebasan dari kesedihan yang dialami.

Sebaliknya seseorang yang mengalami putus cinta, namun belum bisa mengikhlaskannya akan merasa kecewa terhadap orang yang telah meninggalkannya, hidup menjadi tidak damai karena orientasinya hanya pada orang yang di cintainya, membenci orang yang telah menyakitinya karena tidak sesuai angan-angan, dan timbul rasa benci serta dendam. Ikhlas memang tidak semudah membalikkan telapak tangan dan membutuhkan proses. Terdapat beberapa cara untuk menangani putus cinta untuk mengikhlaskan seseorang.

Tips dan Triknya Seni Mengikhlaskan Cinta

Pertama bertanya sebelum berbuat artinya memeriksa, meneliti, menimbang suatu perbuatan. Menggali dampak dan akibat perbuatan kedepannya baik manfaat atau mudharatnya. Seperti halnya orang yang putus cinta harus mampu menimbang saat dia mengikhlaskan atau tidak mengikhlaskannya banyak dampak negatif atau positifnya. Sebelum seseorang berbuat bertanya kepada diri sendiri. Saat akan mulai berproses mengikhlaskan seseorang yang kita cintai perlu jeli dan cermat jangan sampai terjebak hawa nafsu belaka dan akhirnya merugi.

Kedua, Khusnudzon, sikap khusnudzon yang kita tujukan kepada Allah dan terhadap sesama manusia menunjukkan kebersihan hati seseorang. Lebih-lebih mampu berhusnudzon kepada Allah saat mengalami kesulitan dan penderitaan. Sama halnya orang yang mengalami putus cinta harus berhusnudzon juga kepada Allah. Menyadari bahwa Allah akan memberikan hikmah kepada dirinya akan peristiwa ditinggalkan orang yang dicintai. Bagaimana mungkin saat seseorang bisa ikhlas jika ia masih berburuk sangka kepada Allah akan peristiwa yang di alaminya.

Ketiga, berlatih dan jangan putus asa artinya dalam berjuang mencapai ikhlas membutuhkan keseriusan, kegigihan, dan keistiqomahan. Untuk Mencapai derajat ikhlas yang tertinggi butuh proses panjang. Tidak ada suatu apapun dalam dunia ini yang terjadi dengan sendirinya tanpa melalui proses. Keikhlasan itu berjenjang dari mulai tahapan minimalis sampai tahapan maksimalis. Seperti halnya mengikhlaskan seseorang yang kita cintai membutuhkan proses yang lama.

Seseorang yang putus cinta untuk mengikhlaskannya akan berjenjang dari tahap terendah sampai tertinggi. Artinya tidak bisa langsung melupakan seseorang. Namun harus berproses menuju keikhlasan dan tidak putus asa ketika suatu waktu kembali mengingat orang yang ia cintai.

Seni logikanya bagaimana seseorang yang mengalami putus cinta bisa mencapai ikhlas dalam melepaskan jika tidak mau berusaha dan berlatih. Seseorang yang mengalami putus cinta melatih ikhlas dengan menetapkan niat yang kokoh untuk melepaskannya dan fokus memperbaiki diri.

Keempat selalu berdoa kepada Allah, hati manusia itu cepat berubah. Seseorang tak mampu melakukan suatu hal apapun kecuali dengan bantuan dan anugerah Allah. Sehingga harus selalu memohon Allah agar hati kita bisa teguh. Seseorang putus cinta agar mendapatkan keteguhan dalam hati untuk mengikhlaskan seseorang yang ia cintai, maka perbanyak mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa dan berdzikir salah satunya adalah setiap hari membaca istighfar.

Melakukan hal tersebut agar Allah memberikan pertolongan kepada seorang yang mengalami putus cinta, dengan keikhlasan dan keistiqomahan dalam menapaki jalan yang lurus. Saat seseorang melepaskan kekasihnya yang ia cintai begitu sulit, namun penting bagi pertumbuhan dan kesejahteraan emosional.

Ikhlas dalam melepaskan kekasih, membebaskan dari dampak-dampak emosional yang negatif dan membantu menumbuhkan pola pikir yang positif dan berorientasi pada pribadi yang lebih baik. Dengan memahami konsep seni ikhlas dan menerapkannya akan mencapai kesejahteraan psikologi dan pribadi yang lebih baik.

Penulis : Farichah Nurus Syifa’ (Magister Psikologi UMS)

Editor : Izzul Khaq

Terkait

Previous Post

Dilema Menjadi Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga

Next Post

Kemajuan Andalusia dengan Spirit Fastabiqul Khoirot

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Menyoal Istilah Ekstrem Kanan-Kiri dalam Agama

Kemajuan Andalusia dengan Spirit Fastabiqul Khoirot

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.