Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Self-Care Qur’ani: Kesehatan Mental Gen Z dalam Perspektif Islam

Chikmayatul Aulia by Chikmayatul Aulia
Oktober 24, 2025
in Esai, Narasi
0
Self-Care Qur’ani: Kesehatan Mental Gen Z dalam Perspektif Islam
22
SHARES
127
VIEWS

Oleh: Chikmayatul Aulia

Generasi Z — generasi yang lahir di tengah kemajuan teknologi dan gempuran media sosial — sering disebut sebagai generasi yang paling cepat beradaptasi, namun juga merupakan generasi yang paling stres. Zaman yang sudah modern membuat banyak sekali orang mencari ketenangan dengan melakukan perawatan diri seperti merawat tubuh dan pikiran dengan baik. Tapi, tahukah kamu kalau perawatan diri itu bukan hal baru dalam ajaran Islam? Sudah ada sejak lama, melalui nilai-nilai Al-Qur’an, Islam mengajarkan cara menjaga diri yang tidak hanya membuat takjub, tapi juga menyembuhkan hati (Bahri dkk., 2023).

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Kenapa Gen Z Butuh Perawatan Diri dengan Al-Qur’an?

Gen Z seperti selalu online, tidak ada offline. Saat bangun tidur, segera buka ponsel, cek berita, notifikasi, pesan, lalu terjun ke dunia yang tiada akhir. Begitu banyak orang yang benar-benar terpuruk secara mental. Mereka mendapatkan perawatan diri, tapi mereka berpikir itu hanya tentang kulit, perjalanan, atau perbaikan cepat. Sebenarnya, self-care yang Islami jauh lebih dalam dari sekadar hal-hal biasa. Bukan hanya sekadar bersantai, tapi tentang menata hati, menenangkan otak, dan mendekatkan diri kepada Allah.

“Dan barang siapa urusannya di sisi Allah, maka hanya kepada-Nya urusannya akan dikembalikan.” (Ar-Ra’d [13]: 28) (Nurani, t.t.)

“Ingat, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” Ayat ini mudah tetapi sangat relevan bagi Gen Z yang terkadang tersesat dalam kegilaan internet.

Langkah Perawatan Diri dengan Al-Qur’an yang Bisa Kamu Coba

Perawatan diri dari sudut pandang Al-Qur’an bisa dilakukan lewat berbagai cara yang membuat jiwa tenang dan menambah kesadaran spiritual. Salah satunya dengan membaca dan mendengar lantunan Al-Qur’an. Ini bukan cuma rutinitas agama biasa, tapi proses penyembuhan batin yang benar-benar dalam. Banyak penelitian menyatakan bahwa suara ayat-ayat Al-Qur’an mempunyai kekuatan untuk mengurangi stres, membantu tidur lebih nyenyak, dan membuat pikiran lebih ringan (Che Wan Mohd Rozali dkk., 2022). Coba deh, luangkan waktu sebentar sebelum memulai aktivitas buat dengarkan Surah Ar-Rahman atau Al-Mulk, pasti hati jadi lebih adem dan pikiran nggak terlalu berat.

Selain baca dan dengar Al-Qur’an, perawatan diri juga bisa lewat tadabbur, yaitu merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Tadabbur ini bukan cuma olah pikir, tapi juga refleksi perasaan yang membantu memahami arti di balik cobaan hidup. Seperti firman Allah, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]: 5–6) Ayat ini pesan psikologisnya bahwa setiap kesulitan pasti ada peluang dan pelajaran yang berharga. Lewat tadabbur, orang bisa menemukan ketenangan dan arah hidup yang lebih jelas.

Selain itu, dzikir dan doa juga menjadi cara perawatan diri yang halus dan dalam. Dalam Islam, dzikir bukan sekadar mengulang kata, tapi bentuk mindfulness yang membuat kita selalu ingat kehadiran Allah di setiap kegiatan. Kalau lagi capek atau stres, ucapkan “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” bisa menumbuhkan rasa aman dan ikhlas yang menenangkan jiwa (Mohd Zohdi Mohd Amin dkk., 2025).

Di sini, menjaga diri sendiri bukan berarti egois, tapi amanah dari Allah. Islam memandang tubuh, pikiran, dan hati sebagai titipan yang harus dijaga penuh tanggung jawab (Arifin, 2020). Makanya, pola hidup sehat, istirahat cukup, dan menjauhi hal-hal yang merusak moral dan spiritual itu penting banget buat perawatan diri Islami. Semua ini untuk menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, kerja keras, istirahat bijak, plus doa dan dzikir yang banyak sebagai penyegar jiwa.

Perawatan diri juga nggak bisa lepas dari lingkungan sosial. Dukungan komunitas yang positif, seperti bergabung dengan kelompok kajian atau komunitas baca Al-Qur’an, ternyata bisa menambah kebahagiaan dan rasa syukur. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berinteraksi dengan Al-Qur’an biasanya memiliki kesejahteraan mental lebih tinggi daripada yang tidak (Che Wan Mohd Rozali dkk., 2022). Jadi, perawatan diri ini bukan cuma urusan individu, tapi bagian dari usaha bersama untuk membangun keseimbangan spiritual di tengah hidup modern yang penuh tekanan.

Tantangan Generasi Z dalam Melakukan Perawatan Diri dengan Al-Qur’an

Menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an di dunia saat ini bukanlah hal yang mudah. Tantangannya cukup berat karena banyak faktor yang memengaruhi kehidupan generasi sekarang. Gangguan digital seperti notifikasi, FYP, dan tren baru dapat dengan mudah mengalihkan perhatian dari hal-hal spiritual. Tekanan ekspektasi juga membuat Gen Z sering kali merasa harus selalu produktif dan bahagia, padahal merasa lelah adalah hal yang wajar. Selain itu, kurangnya kesadaran spiritual juga menjadi tantangan tersendiri, karena banyak orang menganggap ibadah hanyalah kegiatan sehari-hari, bukan kebutuhan yang mendalam.

Tapi kabar baiknya, Islam tidak mengharapkan kita menjadi sempurna. Allah bersyukur bahkan untuk hal terkecil yang kita lakukan, meskipun hanya seperti tadabbur lima menit, itu sudah lompatan besar bagi kesehatan hati. Dari healing ke silence, penyembuhan ada di mana-mana, namun bukan sekadar jalan-jalan, melainkan “hening”, waktu untuk bersantai dan berbicara pada diri sendiri. Al-Qur’an mengajarkan keheningan.

“Dan Dialah yang menjadikan malam untuk kita agar kita dapat bersantai dan tidur dengan nyenyak.” (Al-Furqan [25]: 47) (Che Wan Mohd Rozali dkk., 2022). Istirahat bukanlah dosa, tapi perintah Tuhan. Tidak apa-apa untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Santai saja, luangkan waktu sejenak, baca satu baris, dan biarkan hatimu rileks seperti doa kecil yang nyaman.

Gen Z disebut rapuh, tapi mereka hanya ingin bersantai di dunia yang bising ini. Perawatan diri dengan Al-Qur’an ibarat jembatan, menghubungkan hiruk-pikuk masa kini dengan suasana damai di dalam diri. Mulailah dengan langkah sederhana: kurangi scrolling media sosial, tingkatkan dzikir; daripada mendengarkan musik, gantilah dengan melantunkan Al-Qur’an. Jadikanlah salat bukan sekadar rutinitas membosankan yang kamu lakukan setiap hari, tapi seperti mengobrol dengan Tuhan, nyata dari hati ke hati. Dalam kehidupan nyata, menjaga diri sesuai dengan Al-Qur’an bukan tentang meninggalkan dunia, tapi tentang menemukan ketenangan di tengah dunia yang gila.

Editor: Rafidah Azis

Terkait

Tags: Al-QuranGen-ZMental HealthSelf-Care
Previous Post

IMM Misbach Kenalkan Budaya Membatik di CFD Surakarta

Next Post

UMS Tuan Rumah Rakornas MPKSDI 2025: Siap Cetak Kader Islam Berkemajuan

Chikmayatul Aulia

Chikmayatul Aulia

Next Post
UMS Tuan Rumah Rakornas MPKSDI 2025: Siap Cetak Kader Islam Berkemajuan

UMS Tuan Rumah Rakornas MPKSDI 2025: Siap Cetak Kader Islam Berkemajuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.