Pohon, Ekologi Kehidupan

Hutan adalah paru-paru dunia. Jika hutan ini rusak atau berpenyakit, maka dunia juga yang akan terkena dampaknya. Padahal manusia adalah salah satu penghuni dari dunia itu. Maka dunia pula yang akan terkena dampaknya. Tapi kerusakan hutan atau alampun adalah karena perilaku manusia.

Di dalam hutan itu terdiri dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Semua hidup dalam keseimbangan ekologi. Dalam bahasa ilmu biologi disebut sebagai ekosistem. Ekosistem, gampangnya bisa kita sebut sebagai sistem keseimbangan alam. Alam yang telah seimbang keberadaanya menjadi tidak seimbang akibat pohon yang sudah ditebang sehingga alam yang menjadi rusak. 

Pohon adalah bagian terkecil dari hutan. Dan hutan adalah bagian dari keseimbangan ekosistem itu. Coba kalau kita berada di bawah pohon pasti kita merasakan kesejukan. Jadi kalau kita hari ini merasakan panas itu karena tidak ada pohon. Udara yang berhembus dan angin terasa sejuk, temperatur udarapun tidak menjadi panas. Nikmat alam adalah nikmat Sunnah Allah yang melampaui nikmat-nikmat yang lainnya.

Oleh karenanya akademisi sekelas Hossein Nasr menganggap bahwa alam adalah kosmologi suci. Karena “Alam” adalah sebagai pengantara hidup manusia yang nilainya sakral. Maka alam adalah kehidupan. Sudah saatnya sekarang kita mulai perhatian terhadap alam.

Baca Juga: Fikih Kebencanaan

Bayangkan Anda sedang berada di bawah pohon, kita pasti akan merasakan betapa sejuknya perasaan kita. Itu karena pohon adalah pengendali udara dunia. Jangan sampai penindasan ekologi terjadi hanya karena kepentingan sesaat dan temporer. Pembangunan gedung, penambangan liar dan penggundulan hutan mari kita hentikan dengan bijaksana.

Jika alam rusak itu pasti karena ulah tangan manusia. Maka kalau alam pengin sembuh maka tangan kita juga yang harus menyembuhkannya. Mulai dari menjaga dan melestarikan alam, untuk generasi masa depan yang cerah dan indah. (redaksi@kalimahsawa.id)

What's your reaction?
0So Happy0Happy
Show CommentsClose Comments

Leave a comment