Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Perlunya Bahasa dan Sastra dalam Konsep Merdeka Belajar

Kholifatul Husna by Kholifatul Husna
Juni 23, 2020
in Esai
0
jihad pena

pena

121
SHARES
713
VIEWS

Bapak Dr. Arif Budi Wurianto M.Si. Kepala UPT BIPA UMM mengatakan “Medeka belajar adalah kemerdekaan berpikir, terutama esensi kemerdekaan berpikir harus ada di guru. Tanpa terjadi sebuah perubahan dan tindakan pada guru (sikap dan bahasa), tidak mungkin bisa terjadi pada si murid.

Merdeka belajar mengimplikasikan kedudukan belajar, berpikir, berfilsafat dan mencari pengetahuan. Belajar harus didudukan dalam kerangka sosio-kultural tempat siswa belajar berpikir kritis tentangnya. “Without philosophy, science looses its social direction. Wihout science, philosophy sees tobe socially unrelevant” tuturnya dalam SAMASTA PBSI UMJ via Zoom Cloud (13/05/2020).

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Keuntungan merdeka belajar bagi siswa adalah mereka mampu “mendidik diri mereka sendiri” atau “long life education”. Selama ini orientasi pendidikan di Indonesia diorientasikan pada tujuan, hasil (produk) dan kompetensi. Namun, pendidikan dalam liberal arts tidak diharahkan pada sebuah hasil (produk).

Kritis dalam Lisan dan Tulisan

Tetapi untuk membangun kemampuan manusia yang akan diubah sebagai upaya intelektual termasuk berpikir kritis dan kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan, maupun secara tertulis. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah melatih pendidikan multikultural karena melalui belajar literasi mandiri, dialog dan diskusi siswa akan berlatih menerima dan mendapatkan banyak sudut pandang yang berbeda.

Baca Juga: Merdeka Belajar atau Santai Belajar?

Kemerdekaan adalah sesuatu yang diperjuangkan. Dengan adanya merdeka belajar bagaimana para guru, peserta didik, serta orang tua bisa mendapat suasana yang bahagia. Merdeka belajar itu bahwa proses pendidikan  harus menciptakan suasana-suasana yang membahagiakan.

Bahagia buat siapa? Bahagia buat guru, bahagia buat peserta didik, bahagia buat orang tua, dan bahagia untuk semua orang. Karena, pendidikan yang memerdekan adalah pendidikan yang membahagiakan.

Dialog Akademis bukan Menyalahkan

Menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna dan proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandangan siswa. Aktivitas belajar lebih menekankan pada ketrampilan berfikir kritis, analisis, membandingkan, generalisasi, memprediksi, dan menyusun hipotesis.

Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran yang memerdekakan menekankan pada proses penyusunan makna secara aktif yang melibatkan ketrampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata.

Menggali munculnya berfikir divergen, pemecahan masalah secara ganda atau tidak menuntut satu jawaban benar karena pada kenyataannya tidak ada jawaban siswa yang salah, yang ada adalah pertanyaan pendidik yang salah.

****

Ibu Dr. Hj. Herwina Bahar, M.A. Ketua LP3 UMJ juga mengatakan “Siapapun yang terlibat dalam proses pendidikan; siswa, guru maupun orang tua harus sadar dan paham bahwa pendidikan pada akhirnya berujung pada kemampuan dan keterpahaman siswa sebagai individu. Bukan karena pengaruh “kekuasaan” belajar yang dipegang guru di sekolah atau orang tua di rumah.

Itulah basis literasi pendidikan, untuk menimbulkan kesadaran belajar yang mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Literasi pendidikan sangat menghendaki orientasi kebijakan pendidikan di Indonesia yang tidak lagi bertumpu pada penyeragaman administrasi seperti kurikulum, aturan-aturan guru dan kewajiban-kewajiban siswa.

Perlunya Bahasa dan Sastra

Bahasa dan sastra merupakan salah satu sistem simbolis terpenting yang dimiliki oleh manusia atau bangsa Indonesia. Sehingga merdeka tidaknya manusia atau bangsa Indonesia berpikir, berimajinasi dan berekspresi selalu berada di dalam sistem bahasa dan sastra.

Keberhasilan merdeka belajar adalah tersedianya sistem bahasa dan sastra yang bisa menjadi instrumen sekaligus pengintegrasi kebebasan, keberanian, kemandirian, dan ketangguhan berpikir, berimajinasi, dan berekspresi tentang sesuatu.” Tuturnya dalam SAMASTA PBSI UMJ via Zoom Cloud (13/05/2020).

Baca Juga: Ayat-Ayat Kauniyah sebagai Bahasa Alam

Konsep Merdeka Belajar patut didukung oleh semua pihak sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, utamanya mengedepankan kompetensi dan karakter. Namu, begitu strategi implementasi perlu dipetakan sejak dini agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan pelaksana dan praktisi pendidikan.

Bahkan atensi juga perlu diberikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai garda terdepan dalam penyusunan strategi dan implementasi Konsep Merdeka Belajar.

Sumber Ilustrasi: kompasiana.com

Editor: Dartim I.R.

Terkait

Tags: BahasaKritis LisanKritis TulisanMerdeka BelajarPerubahanSastra
Previous Post

Sahiron Syamsuddin: Saya Menerima RUU HIP dengan Catatan

Next Post

Resolusi Konflik RUU Haluan Ideologi Pancasila

Kholifatul Husna

Kholifatul Husna

Next Post
Hari ini, degradasi moral yang sering disoroti dan menjadi penting adalah tentang perilaku anak muda yang cenderung makin tak terkontrol

Resolusi Konflik RUU Haluan Ideologi Pancasila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.