Tulisan ini merupakan ungkapan hati nurani yang dalam dari sang JENDRAL KADENSUS 88 yakni Irjen Pol Marthinus Hukom. SiK. M.Si. saat di Poso pada waktu 21 Juni 2022 ini.
Indonesia menjadi Rumah
Mencintai negara, bukanlah bentuk penyembahan kepada sesuatu selain Allah. Mencintai negara itu laksana, kita membangun rumah. Ketika kita berencana membangun rumah maka yang muncul pertama dalam benak kita adalah niat tulus kita untuk membangun suatu tempat bernaung yang nyaman dan asri. Niat ini pasti di wujudkan dalam bentuk doa dan kerja keras.
Sejak saat itu pasti kita punya upaya keras untuk mengumpulkan uang supaya mimpi kita itu bisa terwujud. Lalu ketika kita sudah berhasil mengumpulkan uang yang cukup, kita mulai membangun. Peletakan batu pertama rumah kita sudah pasti di awali dengan memanjatkan doa agar Tuhan meridhoi rumah kita ini.
Sebagai tempat berkumpul keluarga kecil dan tempat dimana kita bersimpuh, bersujud menyembah Tuhan yang telah memberi berkah itu. Setelah rumah tersebut selesai dibangun sudah pasti kita akan melakukan syukuran sebelum memasuki rumah kita yang baru. Setiap orang pasti punya niat tulus untuk tetap menjaga rumahnya agar tetap asri, indah, damai dan nyaman. Itulah kecintaan kita pada rumah kita.
Indonesia adalah rumah besar yang telah kita bangun bersama di awali oleh doa dan perjuangan keras bahkan di lewati dengan proses perjuangan berdarah untuk membangun rumah besar kita ini. Bendera dan lagu kebangsaan kita adalah upaya mengkongkritkan rumah kita yang abstrak dalam bentuk simbolik.
Dengan demikian menghormati bendera, menyanyikan lagu Indonesia adalah bentuk aktualisasi dari rasa cinta kepada rumah besar kita yang kita tempati bersama. Saya yakin bahwa semua orang pasti menyayangi rumahnya sendiri.
Rawat Rumah Bersama
Maka itulah mari kita bersama sama menjaga rumah besar kita ini, agar tidak di rusak oleh orang lain. Jangan pula berniat sedikit pun untuk merusak rumah kita sendiri walaupun kita tidak pernah merasa membangunnya, karena walaupun kita tidak pernah merasa membangunnya dengan tangan kita sendiri, tapi paling tidak kita pernah lahir, bertumbuh dan besar didalam naungan rumah itu.
Mencintai Indonesia tidak akan pernah mengurangi ke-Kristenan kita. Mencintai Indonesia tidak akan pernah mengurangi ke- Islaman kita. Juga mencintai Indonesia tidak akan pernah mengurangi ke-Hinduan kita. Negara dan Agama adalah dua hal yg berbeda dalam arah dan sikap batin kita.
Tidak patutlah kita mempertentangkan keduanya. Meng-Agamakan kita adalah pembentukan sikap batin pada Sang Pencipta sedangkan Me-negarakan kita adalah pembentukan sikap batin kita pada entitas politik di mana kita menjalakan keseluruhan sosial kita secara totalitas.
Penulis : Amir Mahmud (Direktur AMC)
Editor : Akbar Syifa
Mantap,Pak Jenderal..memang rasa itulah yang harus kita miliki bersama sebagai anak bangsa yang seharusnya juga mencintai negaranya sebagaimana dirinya mencintai rumah dan keluarganya…