Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Panggilan Untuk Negeri Indonesia

RedaksiKS by RedaksiKS
Juni 22, 2022
in Narasi
1
Demonstrasi
206
SHARES
1.2k
VIEWS

Tulisan ini merupakan ungkapan hati nurani yang dalam dari sang JENDRAL KADENSUS 88 yakni Irjen Pol Marthinus Hukom. SiK. M.Si. saat di Poso pada waktu 21 Juni 2022 ini.

Indonesia menjadi Rumah

Mencintai negara, bukanlah bentuk penyembahan kepada sesuatu selain Allah. Mencintai negara itu laksana, kita membangun rumah. Ketika kita berencana membangun rumah maka yang muncul pertama dalam benak kita adalah niat tulus kita untuk membangun suatu tempat bernaung yang nyaman dan asri. Niat ini pasti di wujudkan dalam bentuk doa dan kerja keras. 

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Sejak saat itu pasti kita punya upaya keras untuk mengumpulkan uang supaya mimpi kita  itu bisa terwujud. Lalu ketika kita sudah berhasil mengumpulkan uang yang cukup, kita mulai membangun.  Peletakan batu pertama rumah kita sudah pasti di awali dengan memanjatkan doa agar Tuhan meridhoi rumah kita ini.

Sebagai tempat berkumpul keluarga kecil dan tempat dimana kita bersimpuh, bersujud menyembah Tuhan yang telah memberi berkah itu. Setelah rumah tersebut selesai dibangun sudah pasti kita akan melakukan syukuran sebelum memasuki rumah kita yang baru. Setiap orang pasti punya niat tulus untuk tetap menjaga rumahnya agar tetap asri, indah,  damai dan nyaman. Itulah kecintaan kita pada rumah kita.   

Indonesia adalah rumah besar yang telah kita bangun bersama di awali oleh doa dan perjuangan keras bahkan di lewati dengan proses perjuangan berdarah untuk membangun rumah besar kita ini.  Bendera dan lagu kebangsaan kita adalah upaya mengkongkritkan rumah kita yang abstrak dalam bentuk simbolik.

Dengan demikian menghormati bendera, menyanyikan lagu Indonesia adalah bentuk aktualisasi dari rasa cinta kepada rumah besar kita yang kita tempati bersama. Saya yakin bahwa semua orang pasti menyayangi rumahnya sendiri.

Rawat Rumah Bersama

Maka itulah mari kita bersama sama menjaga rumah besar kita ini, agar tidak di rusak oleh orang lain. Jangan pula berniat sedikit pun untuk  merusak rumah kita sendiri walaupun kita tidak pernah merasa membangunnya, karena walaupun kita tidak pernah merasa membangunnya dengan tangan kita sendiri, tapi paling tidak kita pernah lahir, bertumbuh dan besar didalam naungan rumah itu.

Mencintai Indonesia tidak akan pernah mengurangi ke-Kristenan kita. Mencintai Indonesia tidak akan pernah mengurangi ke- Islaman kita. Juga mencintai Indonesia tidak akan pernah mengurangi ke-Hinduan kita. Negara dan Agama adalah dua hal yg berbeda dalam arah dan sikap batin kita.

Tidak patutlah kita mempertentangkan keduanya. Meng-Agamakan kita adalah pembentukan  sikap batin pada Sang Pencipta   sedangkan Me-negarakan kita adalah pembentukan sikap  batin  kita pada entitas politik di mana kita menjalakan keseluruhan sosial kita secara totalitas.

Penulis : Amir Mahmud (Direktur AMC)

Editor : Akbar Syifa

Terkait

Previous Post

Relasi Islam dengan Kenegaraan ‘ala Al-Farabi & Buya Syafi’i.

Next Post

Cara Menciptakan Kebahagiaan Diri Manusia

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Cara Menciptakan Kebahagiaan Diri Manusia

Cara Menciptakan Kebahagiaan Diri Manusia

Comments 1

  1. Yusuf Rizaldi says:
    4 tahun ago

    Mantap,Pak Jenderal..memang rasa itulah yang harus kita miliki bersama sebagai anak bangsa yang seharusnya juga mencintai negaranya sebagaimana dirinya mencintai rumah dan keluarganya…

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.