Terdapat buku yang menarik untuk kita baca. Buku Semua Bisa Bahagia karya Mahdi Elmosawi. Berawal yang sudah menjadi sunatullah bahwa segala sesuatu terdapat gilirannya di antara manusia. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Kebahagiaan dan kesedihan, merupakan dua hal yang bertolak belakang.
Sebagian orang berhadap hidupnya selalu ceria, diwarnai kebahagiaan setiap harinya. Padahal harapan tersebut sangat mustahil terwujud. Tidak ada satu orang pun yang bahagianya abadi. Pada suatu ketika, ia juga akan di terpa kesedihan, keresahan, kegundahan dan perasaan-perasaan sejenisnya.
Kehadiran buku semua bisa bahagia yang di terjemahkan dari Asrar al-Hayat al-Thayyibah mengingatkan kita bahwa, sebesar apapun masalah yang kita hadapi mengajari kita bagaimana hidup bahagia dalam keadaan apapun dan bagaimanapun.
Mahdi Elmosawi merumuskan cara meraih bahagia dari para pemikir, orang bijak dan pengalaman hidup yang di hadapi oleh penulis. Sebab, setiap orang berhak untuk hidup bahagia. Hal yang paling urgen dalam hidup memang nyatanya adalah hidup bahagia. Harta yang melimpah, mobil mewah tidak bisa membeli kebahagiaan.
Cara Bahagia Bekerja
Pertama, banyak bersyukur. Seringkali rasa tidak bahagia muncul ketika kita merasa kurang atas apa yang dimiliki. Allah menciptakan masing individu kelebihan beserta kekurangannya. Tak ada yang sempurna, semuanya mempunyai kekurangan. Sebaliknya, tidak semua orang punya kekurangan. Di sisi lain dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
Kedua, berfikir jernih beserta hati yang tenang, solusi akan segera datang dan masalah pun akan hilang. Seringkali kita overthingking dan berprasangka buruk terhadap segala hal yang belum terjadi. Tidak usah galau dengan berbagai persoalan, hadapi dengan senyuman, pikiran yang tenang, jiwa besar, maka jalan keluar akan segera terbuka lebar.Tak ada hidup tanpa masalah. Hidup tanpa masalah di anggap tidak hidup. Selalu berfikiran positif agar hidup lebih ringan dan mudah dijalani.
Alam semesta tidak akan pernah memberi kita ketenangan, percayalah. Kita bisa meraihnya dengan cara damai bersama hati, mengaitkan diri kepada-Nya, berintraksi dengan sesama makhluk, tanpa mengantung padanya.
ketiga, sikap menerima. Sikap menerima merupakan karakteristik utama orang bahagia. Orang yang paling banyak banyak menerima ialah yang paling bahagia. Menerima jalannya hidup, menerima orang lain. Dia lentur dan mudah bersahabat dengan siapapun. Menerima dan lapang dada terhadap segala apa yang kita hadapi. Sebab, dengan menerima dan lapang dada adalah jalan yang yang paling tepat untu hidup bahagia.
Jalani hidup dengan penuh semangat, simpati dan mendalam. Terlepas apakah berumur panjang atau mati esok. Hidup di dunia dalam waktu yang singkat. Maka, pergunakan waktu seapik mungkin untuk mendatangkan kebahagiaan diri sendiri maupun orang lain.
Harta benda tidak bisa menuntun pada kebahagiaan. Justru sebaliknya. Harta menjadikan kebahagiaan sulit kita raih. Ia merenggut motivasi diri untuk melakukan perbuatan yang sangat sukar. Harta menjadikan urusan itu tampak, seolah tidak penting melakukan perjalan yang heroik.
Manusia yang tidak bisa bahagia adalah mereka yang tidak terima dengan kehidupan yang di hadapinya. Menurut Mahdi, menerima dunia denngan segala isinya, menerima perbedaan, menerima atas segala kekuarangan meski penuh cela, masa kelam dan masa depan meski remang-remang.
Menerima dengan lapang dada adalah kunci utama meraih bahagia dalam kondisi apapun. Penerimaan merupakan karakteristik paling utama yang harus kita miliki sebagai orang-orang bahagia. Kebahagiaan itu tidak bisa dicari apalagi dikejar. Kebagaian itu di datangkan dengan membangun pola pikir dan beberapa tips yang telah kita sebutkan di atas.
Buku setebal 235 halaman ini di lengkapi dengan kisah-kisah inspirasi agar kita senantiasa berusaha, tidak mudah berputus asa dan menghindari kecemasan dalam kehidupan dunia. Semoga terbitnya buku ini membawa manfaat bagi para pembaca.
Penulis : Musyfiqur Rozi
Editor : Izzul Khaq