Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Membangun Keluarga Harmonis dan Demokratis di Tengah Pandemi

Dwiky Bagas Setyawan by Dwiky Bagas Setyawan
Juni 26, 2021
in Esai
0
Bagaiaman Cara Menjaga Diri dan Keluarga di Dunia?
21
SHARES
123
VIEWS

Di tengah pandemi yang masih berlangsung saat ini untuk mewujudkan keluarga yang nyaman dipenuhi cinta dan kasih sayang tidaklah begitu mudah. Seperti halnya membangun sebuah istana pasir yang indah namun mudah hancur karena pondasi yang rapuh, di dunia modern sekarang ini, begitu banyak sebuah problem yang sangat kompleks di masyarakat, selain kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, masalah beban ekonomi yang menghimpit, belum lagi pernak-pernik kehidupan yang menjadikan keluarga seperti kehilangan kesimbangan energi untuk mengatasinya.

Ibarat sehelai bulu yang diterbangkan dan dipermainkan angin, hati kita amatlah rapuh. Ia sangat cepat berubah bahkan melebihi air yang mendidih di atas periuk. Sehingga membutuhkan keterampilan tingkat tinggi untuk membuat pasangan kita senantiasa nyaman. Dan hal ini sangat tidak mudah jika kita memang tidak secara sadar mengupayakannya. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini penulis ingin sedikit berbagi ilmu bagaimana cara membangun keluarga yang harmonis dan demokratis dimasa pandemi saat ini.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Mengutip tulisan Abu Ahmadi, beliau menjelaskan bagaimana konsep instrument dalam sebuah keluarga yang merupakan kelompok primer yang paling vital di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan antara laki-laki dan perempuan, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami, istri dan anak yang belum dewasa

Adapun tujuan berkeluarga menurut Abu Zahroh yaitu untuk melestarikan keturunan, memelihara nasab, menyelamatkan masyarakat dari dekadensi moral, sebagai media pembentukan rumah tangga ideal dan pendidikan anak, membebaskan masyarakat dari berbagai penyakit, untuk ketenangan jiwa dan spiritual dan menumbuhkan kasih sayang orang tua kepada anak.

Dengan demikian perkawinan menurut Hukum Islam adalah akad yang sangat kuat atau mitsaqon gholidzon untuk mentaati perintah Alloh dan melaksanakannya merupakan Ibadah. Sedangkan Perkawinan Menurut Hukum Adat di Indonesia adalah bahwa perkawinan itu bukan saja berarti sebagai “perikatan perdata” tetapi juga merupakan perikatan kekerabatan dan ketetanggaan jadi perkawinan dalam arti perikatan adat yang berlaku dalam masyarakat bersangkutan, seperti kedudukan suami, istri dan kedudukan anak. 

Dampak Keluarga dalam Bermasyarakat

Sebagaimana disebutkan di atas pengertian keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang merupakan institusi strategis bagi dimulainya transformasi sosial, maka dari keluargalah manusia pertama kali belajar, sebelum bergaul dengan masayarakat luas sehingga mempengaruhi warna kehidupan sosial.

Dengan demikian dapat di katakan bahwa masyarakat terbentuk tidak lain adalah hasil kolaborasi warna kehidupan unit-unit keluarga. Ini tentunya sejalan dengan konsepsi masyarakatnya Koenjoroningrat dimana menurutnya ikatan yang membuat suatu kesatuan manusia itu menjadi suatu masyarakat adalah pola tingkah laku yang khas mengenai semua faktor kehidupannya dalam batas kesatuan itu. Jadi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas tertentu, dan ini dimulai  dari primary group yakni keluarga.

Keluarga dalam tradisi Islam misalnya sangatlah penting dan utama, hal ini dikarenakan berkeluarga selalu diawali dari adanya perkawinan, dimana perkawinan diakui sebagai suatu yang sakral, suci dan bernilai ibadah. perkawinan adalah merupakan suatu ikatan lahir dan batin dari seorang pria dengan seorang wanita guna membentuk suatu keluarga yang kekal, maka perkawinan adalah mulia dan agung, yang dalam istilah alquran dikenal dengan kata mitsaqon ghalidzan (ikatan yang kuat).

Sementara itu tujuan perkawinan juga tercantum dalam undang-undang perkawinan No.1 tahun 1974, yakni perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk itu pra-syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan keharmonisan dalam rumah tangga, yakni dilaksanakannya supremasi hukum yakni hukum keluarga yang berupa pelaksanan pemenuhan hak dan kewajiban yang seimbang oleh suami maupun istri.

Kiat-Kiat Membangun Keluarga Harmonis dan Demokratis

Adapun kiat-kiat dalam menjaga keharmonisan keluarga dan mewujudkan keluarga yang  demokratis. Pertama, meningkatkan akses dan control dari seorang istri dalam rumah tangga, dalam kenyataan di dalam masyarakat menunjukkan bahwa suami adalah pemegang kendali keluarga dimana suami adalah kepala keluarga dan membebankan pada suami sebagai pencari nafkah utama, sehingga kehidupan para istri pada umumnya tergantung pada suami, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan pemberian nafkah, juga adanya keterbatasan akses baik pada sumber daya informasi, dana dan manusia yang dialami perempuan.

Kedua, meningkatkan peran partisipatif seorang istri mempunyai peluang untuk berpartisipasi dalam perencanaan keluarga. Karena pada dasarnya seorang istri menjadi madrasah dari rumah tangga tersebut. Untuk itu untuk mewujudkan keluarga demokratis dan harmonis harus melibatkan partisipasi seluruh anggotanya, membangun komunikasi yang efektif salah satu inti dari model peningkatan peran partisipatif adalah membangun komunikasi yang efektif agar pesan yang diinginkan oleh anggota keluarga dapat dipahami dengan baik.

Penyebab Disharmonisasi dalam Keluarga

Ciri-ciri kekeliruan dalam komunikasi antara lain: bicara tergesa-gesa, tidak kenal diri sendiri, lupa setiap individu unik, tidak memahami perbedaan Needs dan Wants kebutuhan dan kemauan sehingga mengakibatkan kesalahfahaman.

Hal ini terjadi berulang-ulang dalam banyak hal sehingga mengakibatkan keluarga tidak harmonis. Untuk itu perlu meninggkatkan komunikasi keluarga dengan cara baca bahasa tubuh, dengarkan perasaan, tentukan masalah siapa, dan mulailah dari diri sendiri, mengambil tauladan dari Rasulullah dari tuntunan agama.

Maka dari penjelasaan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa memanglah benar sangat sulit untuk mewujudkan sebuah keluarga harmonis, karena tidak sama dengan diam dalam ketertindasan. Akan tetapi sudah menjadi keharusan bahwa keharmonisan keluarga adalah tuntutan. Untuk itu setiap anggota keluarga, bapak, ibu dan anak harus terlibat aktif dalam penentuan visi dan misi keluarga. Dengan model partisipasi yang dibangun secara egaliter dan dengan model komunikasi yang sahat dan efektif insyaallah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah akan tercapai.

Editor : Irawan

Terkait

Tags: Keluargakeluarga harmonis dan demokratis
Previous Post

Enam Catatan Perihal Kiri Islam Hassan Hanafi

Next Post

Covid 19 Serius atau Candaan?

Dwiky Bagas Setyawan

Dwiky Bagas Setyawan

Next Post
Kritik Terhadap Penanganan Covid-19, Mahasiswa dan Pendidikan

Covid 19 Serius atau Candaan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.