Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Covid 19 Serius atau Candaan?

Muhammad Teguh Alif Romadhon by Muhammad Teguh Alif Romadhon
Juni 26, 2021
in Esai
0
Kritik Terhadap Penanganan Covid-19, Mahasiswa dan Pendidikan
17
SHARES
99
VIEWS

Virus berasal dari Bahasa Latin yang berarti “racun”. Virus memiliki ciri khusus yang membedakan dengan kelompok mahluk hidup yang lain. Dalam kelasifikasi makhluk hidup, virus dipisahkan menjadi kelompok tersendiri. Cabang biologi yang mempelajari tetang virus adalah virology (Campbell, dkk. 2010: 412)

Wabah corona bukanlah hal yang asing bagi masyarakat ataupun penduduk dunia, sejak tahun 2020 segala segi ekonomi baik  kerja kegiatan ataupun apapun itu dapat diberhentikan oleh benda yang berukuran puluhan milimeter. bahkan mahluk superior penguasa bumi rantai dari segala mahluk di tapak di bumi dapat diberhentikan oleh benda satu ini lalu bagaimana pandangan orang khalayak umum maupun orang­­­-orang umum  atau masyarakat tentang corona.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Stigma Masyarakat Tentang Corona

Masyarakat pada awalnya percaya dengan corona namun lambat laun tidak percaya dengan adanya corona di karenakan waktu yang amat lama dalam penanganan, dan juga berbagai kontroversi yang ada di Indonesia seperti korupsi bansos  yang dilakukan menteri sosial,  juga kasus yang dimana bantuan bansos yang di potong oleh kepala desa

Di tambah ada keluarga pejabat terlebih dahulu ataupun harga antigen yang mahal dan juga kawasan yang dibuka hanya untuk mereka yang memiliki uang, lalu wisata asing dari china yang dimana dari merekalah awal muncul corona namun kawasan bandara tetap dibuka untuk mereka, ataupun penerbangan bagi mereka yang dapat membayar pesawat dengan tiket VIP l

Terakhir, yang baru saja  terjadi adalah perayaan ulang tahun  walikota di suatu daerah   lantas apakah covid hanya menyerang kesehatan mereka yang miskin dan anti terhadap yang ber-uang­­?

Corona Bukan Suatu Rekayasa

Jika diliat dari kasus yang melonjak serta kasus di belahan dunia, yang mengakibatkan statusnya penjadi pandemi global,  bukanlah suatu rekayasa terlebih kasus terus melonjak semakin banyak, sebagaimana di india setelah melakukan perayaan di vapali kasus corona melonjak cepat.

Ada banyak konfrontasi dari berbagai sudut pandang bisa dari masyarakat dan juga pemerintah yang salah, namun yang pasti jika hanya menyalahkan tanpa berbuat, apa gunanya. Saya selaku penulis hanya ingin menyampaikan bahwasanya menyalahkan sesuatu di masa pandemi adalah hal yang salah,  karena dengan begitu sungguh tidak etis dan tidak dewasa jika hanya menyalahkan sesuatu, lebih baik bertindak dari pada berbicara karena dengan begitu kita dan orang sekitar yang terhindar dari virus corona

Lantas bagaimanahkah cara agar kita dalam menjaga kesehatan selama pandemi covid 19, tentunya tetap patuhi protokol kesehatan, berjemur minimal 15 menit, makan makanan bergizi, ikuti aturan pemerintah karena yang terkena adalah diri sendiri dan orang yang disekitar kita, juga maksimalkan olahraga teratur minimal sampai mengeluarkan keringat

Dengan begitu kita dapat menyimpulkan bahwa covid 19 itu benar adanya, meskipun banyak spekulasi bahwa covid 19 hanya berdampak  pada penderita udara seperti asma, hepatitis. Sekali lagi, itu hanya spekulasi dari berbagai kalangan masyarakat dan juga setiap orang berhak menyampaikan pendapat masing-masing, namun walau begitu kita tetaplah harus peduli terhadap orang disekitar kita, sebab peduli terhadap orang lain adalah kunci utama dalam bersosial dan juga mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Editor : Irawan

Terkait

Tags: bercandaserius
Previous Post

Membangun Keluarga Harmonis dan Demokratis di Tengah Pandemi

Next Post

Ibnu Miskawaih, Bapak Etika Islam

Muhammad Teguh Alif Romadhon

Muhammad Teguh Alif Romadhon

Next Post
Ibnu Miskawaih

Ibnu Miskawaih, Bapak Etika Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.