Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Enam Catatan Perihal Kiri Islam Hassan Hanafi

Almas Sharfina ‘Alaniah by Almas Sharfina ‘Alaniah
Juni 29, 2021
in Filsafat
0
Kiri Islam Hassan Hanafi
59
SHARES
345
VIEWS

“Kiri Islam bukanlah agama Islam yang berbaju Marxisme. Sebab hal itu akan menafikan makna revolusioner dalam agama Islam sendiri. Kiri Islam juga tidak berbentuk eletik antara Marxisme dengan agama Islam, karena hal yang demikian hanya menunjukkan bentuk pemikiran yang tercerabut dari akarnya tanpa ada pertautan yang erat dengan realitas yang ada dalam kaum muslimin sendiri,” ujar Gus Dur mengomentari Al-Yasar Al-Islami (Kiri Islam).

Kiri Islam dicetuskan oleh Hassan Hanafi. Ia adalah tokoh yang sangat dikenal di negaranya sendiri, Mesir. Akan tetapi kontribusi pemikiran Hassan Hanafi kurang diterima oleh masyarakat Mesir. Ia justru dikecam oleh masyarakat muslim yang konsevatif-skripturalis. Akan tetapi, sebagai seorang intelektual, Hassan Hanafi tidak putus asa.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Amor Fati: Ketika Mencintai Takdir Menjadi Bentuk Tertinggi dari Kebebasan Jiwa

Hassan Hanafi merupakan cendekiawan muslim yang sangat dipengaruhi oleh para pemikir filsafat materialisme historis yang berasal dari Marx. Dalam hal ini, metode yang digunakannya ialah metode dialektika. Ia membuat sistematisasi dalam penyatuan aspek pada suatu pengetahuan dan suatu pengalaman yang kemudian ia susun dalam bentuk suatu keutuhan yang inklusif.

Kiri Islam merupakan sebuah manifesto politik yang berkaitan pada ideologi. Ia merupakan suatu paham Islam yang menekankan aspek revolusioner di dalam agama. Paham ini tidak ada kaitannya dengan paham Marxisme. Istilah Kiri merupakan suatu istilah dalam ilmu sosial yang maksudnya adalah representasi dari sikap kritis.

Kiri Islam ialah suatu karya yang ditulis Hasssan Hanafi terbit di tahun 1981 M. Dalam karya tersebut terdapat beberapa hal yang dibahas. Di antaranya, nama dan kredo, latar belakang dan momentum revitalisasi klasik, menentang peradaban Barat, realitas dunia Islam, agama dan revolusi, serta integrasi nasional dan juga menjawab suatu keraguan.

Pertama, nama dan kredo merupakan suatu penegasan Hassan Hanafi bahawasannya esai-esai Kiri Islam ialah lanjutan dari al-Urwah al-Wusqa dan al-Manar. Dimana hal tersebut diketahui dari keterkaitan pada agenda Islam Al-Afghani.

Agenda Islam Al-Afghani adalah melawan kolonialisme dan kemunduruan dengan menyerukan kebebasan serta keadilan sosial, dan mempersatukan kaum muslimin pada kelompok Islam dan kelompok Timur.

Dalam hal ini Kiri Islam berfungsi untuk mentransformasikan keadaan individualis dalam tubuh umat Islam menjadi keadaan yang lebih kolektif. Dari revolusi yang intelektual ke revolusi yang kenyataan.

Kedua, latar belakang dan momentum revitalisasi klasik. Adanya Kiri Islam dilatar belakangi oleh kegagalan pada metode dalam pembaharuan yang sudah ada sebelumnya. Kiri Islam ingin menghasilkan suatu keberhasilan yang dapat menuntaskan kemiskinan yang ada. Dengan demikian, perlu adanya pengembangan khazanah umat muslim yang mampu menjadi pijakan kesadaran masyarakat. Revitalisasi klasik Hassan Hanafi lebih menekankan pada hal ini.

Menurutnya, suatu rekonstruksi, pengembangan, serta pemurnian khazanah klasik sangat penting untuk dilakukan. Adapun macam-macam khazanah klasik yang berupa ilmu pengetahuan, yakni ilmu normatif rasional, ilmu rasional semata, dan juga ilmu normatif tradisional.

Ketiga, menentang peradaban Barat. Dalam hal ini Kiri Islam bertugas untuk mengembalikan peradaban bangsa Barat ke dalam batas-batas alamiahnya. Menjelaskan apa proporsinya dan asal-asulnya, kemudian kesesuaiannya pada kondisi dan kesejahteraan tertentu.

Kiri Islam menjadikan bangsa Barat sebagai suatu objek pada studi dalam membangun ilmu yang baru berupa oksidentalisme guna menandingi orientalisme.

Keempat, realitas dunia Islam. Sejak terjadinya perang salib, muncul tantangan baru berupa imperealisme, zionisme, dan juga kapitalisme. Pada saat yang sama, bangsa Islam tengah menjadi bangsa termiskin di dunia.

Kelima, agama dan revolusi. Tugas lain dari Kiri Islam ialah untuk membongkar segala macam unsur revolusioner pada agama serta menjelaskan dari pokok-pokok peraturan di antara agama dan revolusi.

Keenam, integrasi nasional dan menjawab keraguan. Kiri Islam sangat mendorong adanya dioalog antar berbagai macam kecenderungan dalam pemikiran-pemikiran Islam dengan cara menghindari adanya perdebatan, saling mencaci maki, serta timbulnya perpecahan.

Dalam hal ini, Kiri Islam dapat dikatakan sebagai bukan paham yang baru di dalam agama Islam, baik secara teologi ataupun fiqih. Ini adalah upaya untuk mempersatukan umat muslim yang sejalan dengan kebutuhan serta tuntutan zaman. Ia sejalan dengan nilai kebebasan, keadilan, serta kemajuan.

Dengan demikian, maka kesatuan dalam pemikiran menjadi prasyarat kesatuan di dalam internal umat Islam. Dapat disimpulkan bahwasannya Kiri Islam bertujuan untuk menjadi bekal bagi pribadi individu dan dan untuk menggugah kesadaran dalam menyongsong kebangkitan masyarakat di era modern. Menjadikan setiap individu menjadi bagian dari publik, sehingga mereka merasa memiliki rasa tanggung jawab pada realitas di sekitarnya. Dalam Kiri Islam, agama menjadi ruh pembebasan dan sebagai aksi sosial guna melawan penguasa yang sewenang-wenang.

Editor : Yusuf

Terkait

Tags: Hassan HanafiIslamKiri Islam
Previous Post

Silaturahim dengan Tetangga ala KH Hasyim Asy’ari

Next Post

Membangun Keluarga Harmonis dan Demokratis di Tengah Pandemi

Almas Sharfina ‘Alaniah

Almas Sharfina ‘Alaniah

Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya

Next Post
Bagaiaman Cara Menjaga Diri dan Keluarga di Dunia?

Membangun Keluarga Harmonis dan Demokratis di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.