Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Jadilah Pelajar Bermindset Tumbuh

Sidiq Pambudi by Sidiq Pambudi
Juli 16, 2025
in Esai, Narasi
0
Jadilah Pelajar Bermindset Tumbuh
15
SHARES
88
VIEWS

Oleh: Muhammad Sidiq Pambudi, M.Pd.

Pelajar saat ini dihadapkan dengan berbagai perkembangan zaman. Fasilitas teknologi ditemui dimanapun terkhusus pada ranah mereka untuk belajar. Ke khususan pada ranah untuk belajar menjadikan pelajar dapat memperoleh informasi dengan sangat mudah. Informasi dapat mencangkup hal apapun, seperti kaitan dengan pelajaran saat sekolah, atau hal – hal yang tidak didapat disekolah.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Namun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Sehingga menjadikan hal berbeda sebelum masuknya teknologi informasi dan komunikasi seperti internet marak di masyarakat Indonesia. Zaman dulu akses informasi cukup sulit, sehingga memakan waktu dan menjadikan ketertinggalan informasi bahkan ilmu pengetahuan. Sehingga saat ini internet menjadi fasilitas yang wajib dihadirkan oleh semua pelajar seperti produktifitas maupun diluar produktifas, sebagai contoh bermain game.

Kehadiran teknologi menjadikan cara mereka belajar berbeda. Di Sekolah cara mengajar guru kepada siswanya juga berbeda. Sejak dulu guru bisa mengandalkan buku LKS atau Buku Paket. Segala rujukan pembelajaran adalah melalui buku tersebut. Namun saat ini tidak dapat seidealis itu. Sumber rujukan pembelajaran diharuskan memiliki jangkauan luas, atau didapat dari berbagai sumber yang saling terkait dengan topik pembelajarannya. Perubahan kebiasaan tersebut menjadikan dampak yang siginifikan terhadap prestasi belajar seorang pelajar.

Besar peluang untuk berprestasi

Kehadiran teknologi dan kemudahan akses informasi dan ilmu pengetahuan dengan berbagai sumber buku, dan internet sebetulnya dapat menjadi previllage tersendiri. Karena pasti fasilitas tersebut tidak didapat oleh generasi-generasi sebelumnya. Kemudahan akses informasi dan ilmu pengetahuan menjadikan kemudahan akan menuntut ilmu, dengan cara yang lebih efisien. Kita tidak perlu harus mengeluarkan banyak uang dan membutuhkan lamanya perjalanan untuk mengakses informasi. Namun sebaliknya segalanya didapat dengan lebih murah dan cepat. Oleh kerena itu kemudahan tersebut dapat dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menunjang prestasi seorang pelajar.

Proses yang bagus, namun hasil kurang bagus

Namun yang menjadi keunikan tersendiri adalah saat proses belajar. Mereka akan bisa mengikuti dengan mudah, dan penuh kepamahan. Namun saat kelulusan atau pengarahan pada dunia kerja, mereka merasa kesulitan. Bahkan seperti terbalik 180 derajat. Mereka yang dibilang pintar oleh teman-temannya saat sekolah, dengan berbagai pencapain nilai tinggi, prestasi menang mengikut lomba-lomba, namun tidak sama hal ketika mereka telah melalui seluruh pembelajaran kemudian telah lulus sekolah. Mereka kulitas mencari penghidupan atau akses-akses strategis. Bahkan uniknya orang-orang yang mendapat penghidupan atau akses-akses strategis mereka yang semasa sekolah tidak terlalu “pintar”. Maka topik tersebut menjadi unik untuk dibahas. Hal tersebut sangat bersar kemungkinan berkaitan dengan sebuah mindset yang dikemukaan oleh ilmuan psikolog Carol Dweck.

Biografi singkat Carol Dweck

Carol Dweck adalah seorang pakar dalam bidang psikologi. Dia seorang perempuan yang berkontribusi besar dalam bidangnya, khususnya dalam topik pola pikis (mindset). Menurutnya mindset terbagi menjadi dua, yaitu mindset tetap (fix mindset) dan mindset tumbuh (growth mindset). Mindset tetap menjadikan individu berhenti dalam sebuah pencapaian. Baik konteks positif maupun negatif. Implikasinya orang akan berhenti dalam pencapaian tersebut. Sebagai contoh, kasus pelajar yang semasa sekolah pintar, dan dapat mengikut segala yang ada semasa sekolah, namun ketika dia lulus tidak dapat beradaptasi, atau tidak seperti yang diekspetasikan, dan menjadikan dirinya tidak diterima diberbagai tempat. Hal ini besar kemungkinan dia merasa cukup semasa dia menoreh prestasi. Nilai-nilai yang didapat dalam pelajaran yang diikuti menjadikan dia merasa sudah cukup atau dengan euforia semata. Sehingga menjadikan dirinya tidak mengekplorasi dirinya atau belajar terus menerus. Berbeda dengan mindset tumbuh. Mindset ini menjadikan seseorang akan terus menerus melakukannya meskipun berada dalam sebuah pencapaian. Implikasinya, seseorang dalam pencapaian yang telah diraihnya, dia akan terus menerus belajar, mengeksplore dirinya. Kasus yang sama, bilamana seorang pelajar memiliki mindset tumbuh, maka dengan pencapaian yang telah diraihnya dia akan terus belajar, meskipun telah merasa diatas.

Dua mindset tadi menjadi pertimbangan bagi guru yang membimbing. Karena hal itu menjadikan dua cabang sikap yang masing-masing implikasinya berbeda secara signifikan. Dengan seseorang memiliki mindset tumbuh maka dia akan terus berkembang. Berbeda dengan mindset tetap, dia akan tetap pada satu titik tersebut.

Mindset tetap dan mindset tumbuh juga dapat diterapkan dalam pencapain negatif. Implikasinya dengan sebuah hal – hal yang kurang baik maka dengan seseorang memiliki mindset tetap dia akan stres, frustasi, menyerah begitu saja. Semisal yang senada orang mendaftar pekerjaan namun tidak lolos tes. Dia yang memiliki mindset tetap pasti berargumen mengklaim dirinya tidak berbakat dalam bidang tersebut. Sehingga menjadikan dirinya memberikan persepsi kepada diri sendiri serta merta tidak bisa atau tidak berbakat, padahal menurut ilmu psikologi bakat dan minat merupakan hal yang kompleks, tidak serta merta berhenti pada sebuah satu pencapain, harus melalui tahap yang lama, dan metode yang tepat bilaman berbicara apa terkait bakat dan minat. Kembali lagi, pada mindset tumbuh seorang akan tetap belajar berusaha, meskipun dia telah ditolak dalam mendaftar pekerjaan. Dia akan berpersepsi positif terus menerus. Semisal dia mengungkapkan “mungkin aku harus segera mencari bidang yang lebih spesifik, dan belajar”.

Akhirnya kita semua dapat mengambil poin, diantaranya Seorang yang memiliki mindset tumbuh akan fokus pada solusi, dan lebih tenang dalam menghadapai persoalan atau permasalahan. Dia terus menerus belajar sampai titik darah penghabisan. Bilamana dalam aspek tertentu dia gagal, dia akan mengeksplore dirinya dalam aspek yang alin.

Jadi apakah kita tergolong bermindset tumbuh ? atau mindset tetap ?

Editor: Rafidah Azis

Terkait

Tags: CarolDweckpelajarpendidikan
Previous Post

Pertambangan: Maslahat atau Mafsadat

Next Post

Baret Merah PC IMM Sukoharjo Angkat Tema “Postnarasi 5.0” Di Tengah Gugusan Ide Dan Masifikasi Informasi

Sidiq Pambudi

Sidiq Pambudi

Next Post
Baret Merah PC IMM Sukoharjo Angkat Tema “Postnarasi 5.0” Di Tengah Gugusan Ide Dan Masifikasi Informasi

Baret Merah PC IMM Sukoharjo Angkat Tema “Postnarasi 5.0” Di Tengah Gugusan Ide Dan Masifikasi Informasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.