Oleh: Jihan Sholekhatun Nabilah (Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
Zaman sudah semakin maju, teknologi terus berkembang, begitu pun dengan budaya yang memiliki nilai kearifan lokal yang tetap terjaga tanpa termakan arus laju di era globalisasi ini. Dengan kemajuan teknologi yang kian berkembang pesat, budaya bisa dengan mudah dikenalkan melalui teknologi dan informasi digital. Selain budaya bangsa Indonesia, di Indonesia sendiri banyak budaya asing yang populer di negeri ini melalui teknologi, salah satunya yaitu budaya Jepang.
Salah satu budaya yang paling populer dan digemari kalangan remaja di Indonesia ini dari budaya Jepang adalah anime. Anime merupakan animasi yang berasal dari Jepang, dikenal memiliki gaya, visual, tema, dan juga karakter yang unik dan menarik. Menurut kalangan remaja, anime ini bukan hanya hiburan semata, akan tetapi merupakan pintu ilmu bagi para pencinta sastra dan bahasa Jepang, yang di mana dengan menonton anime mereka bisa mendapatkan tambahan pengetahuan tentang budaya Jepang dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Meningkatnya minat belajar bahasa Jepang di kalangan remaja masih berhubungan dengan pengaruh menonton anime. Melalui anime banyak remaja yang tanpa mereka sadari telah mempelajari kosakata, tata bahasa, bahkan cara berkomunikasi orang Jepang. Artikel ini akan membahas tentang bagaimana peran anime dalam media pembelajaran budaya dan bahasa Jepang yang menyenangkan dan efektif bagi kalangan remaja di masa sekarang.
Anime Sebagai Pintu Masuk Budaya dan Bahasa Jepang
Anime memiliki kekhasan dan daya tarik tersendiri, karena di dalamnya tidak hanya menampilkan cerita yang menarik, akan tetapi juga menampilkan kehidupan, kearifan, dan nilai-nilai budaya Jepang. Salah satunya yaitu di dalam setiap penayangan anime menggunakan bahasa Jepang yang menarik, sopan, dan mudah diingat dalam percakapan sehari-hari. Maka bagi setiap remaja yang sering menonton anime akan lebih mudah untuk mendapatkan kosakata baru dalam percakapan sehari-hari, seperti: (ohayou) selamat pagi, (ganbatte) semangat, (arigatou) terima kasih, (okaeri) selamat datang, (sayonara) selamat tinggal, dan lain sebagainya. Yang dari sinilah minat mereka terhadap bahasa Jepang meningkat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk mencari kosakata yang lebih banyak dan juga mencoba untuk terus mendalami dan memahami budaya dan bahasa Jepang.
Remaja yang sering mendengar percakapan dalam bahasa Jepang melalui anime akan lebih mudah mengenali pelafalan dan intonasi yang benar dan sesuai kaidah.
Anime Sebagai Media Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan
Ketika kita sedang belajar bahasa asing pasti akan mendapati berbagai tantangan dan hambatan, salah satunya adalah konsistensi. Di mana konsistensi ini sangat berpengaruh terhadap pembelajaran bahasa yang sedang kita jalani. Karena bahasa tanpa praktik dan konsisten maka tidak akan berjalan dengan lancar. Namun merupakan hal yang wajar ketika terkadang kita bosan dengan metode pembelajaran yang mungkin sangat biasa-biasa saja atau tidak ada hal yang menarik di dalamnya.
Maka dari itu melalui menonton anime, proses belajar bahasa asing yaitu bahasa Jepang lebih menarik dan terasa menyenangkan, karena tidak terkesan monoton dan terasa lebih natural karena pembawaannya tidak secara langsung. Bahkan kita bisa belajar melalui konteks cerita yang dibawakan, ekspresi dari karakter dan alur serta kondisi yang terjadi di dalam cerita tersebut. Contohnya pada anime Shingeki No Kyojin (Attack On Titan) yang membawakan bahasa yang formal dan tegas. Kemudian pada anime Doraemon yang menggunakan bahasa santai dalam pembawaannya.
Pendekatan ini sejalan dengan teori Natural Approach dalam pembelajaran bahasa, yang menyatakan bahwa bahasa dapat dipelajari secara efektif melalui paparan alami dan situasi yang bermakna (Krashen dan Terrell, 1983). Dengan menonton anime, para remaja tidak hanya belajar kosakata dalam bahasa Jepang, akan tetapi juga belajar cara memahami makna emosi yang terkandung di dalamnya.
Pengaruh Anime Terhadap Kemampuan Bahasa Jepang Remaja
Motivasi para remaja dalam mempelajari bahasa Jepang agar mereka senantiasa belajar dan mendalami bahasa Jepang adalah mereka merasa puas jika ketika menonton anime sudah tidak lagi bergantung kepada teks terjemahan. Yang demikian itu membuat para remaja semakin bersemangat dalam belajar bahasa Jepang.
Kemudian, anime juga membantu dalam memahami konteks sosial-budaya Jepang. Contohnya dalam penggunaan kata san, kun, atau chan untuk menyebut nama seseorang, yang di mana perbedaan penyebutan ini mengajarkan tingkat kesopanan dalam budaya Jepang. Berdasarkan hasil penelitian dari (Lufi Wahidati, 2018) menyatakan bahwa ada 62% mahasiswa mengaku pertama kali mengenal bahasa Jepang melalui produk budaya populer Jepang, termasuk di dalamnya anime, manga, lagu, drama, film, dan game Jepang.
Keterbatasan dalam Pembelajaran Bahasa Jepang Melalui Anime
Pembelajaran bahasa Jepang melalui anime memang memiliki banyak manfaat, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa belajar bahasa Jepang melalui anime juga tetap memiliki keterbatasan. Salah satunya yaitu terkadang bahasa yang digunakan dalam anime tidak menggunakan standar bahasa Jepang. Yang di mana banyak anime yang menggunakan bahasa gaul (slang) dan juga terkadang menggunakan bahasa daerah.
Selain itu, dalam anime juga tidak terlalu mengajarkan cara menggunakan struktur tata bahasa atau penulisan bahasa Jepang, yaitu kanji, hiragana, dan katakana. Maka dari itu pembelajaran melalui anime seharusnya digunakan sebagai media pembelajaran pendukung saja, tidak untuk menggantikan pembelajaran formal.
Anime bukan hanya sekadar hiburan semata, akan tetapi bisa dijadikan sebagai media pembelajaran pendukung dalam proses belajar bahasa dan budaya Jepang. Karena dengan menonton anime bisa dijadikan sebagai motivasi untuk terus belajar dan memahami budaya dan bahasa Jepang dengan asyik dan menyenangkan. Yang di mana dalam pembawaannya menggunakan gaya bahasa yang mudah untuk dipahami dan mudah untuk diingat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya anime ini bisa menjadi hiburan dan mampu mengubah mindset pelajar dan penonton bahwa belajar bahasa asing bisa menggunakan banyak cara agar tidak membosankan. Menonton anime juga bisa membuka pintu masuk untuk menuju pemahaman budaya Jepang dan memperluas wawasan.
Namun perlu diketahui bahwa menonton anime hanya sebagai pelengkap saja. Kita harus tetap mempelajari bahasa Jepang dengan bimbingan guru atau media pembelajaran formal yang tepat, sehingga tidak terjadi penyelewengan dan kesalahan dalam penggunaan bahasa Jepang.
Editor: Rafidah Azis