Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Sukses di Waktu Ashar

Dartim Ibnu Rushd by Dartim Ibnu Rushd
Juni 7, 2020
in Akhlak
0
Membumikan Budaya Literasi: Bergerak dan Menghampiri
22
SHARES
128
VIEWS
Waktu adalah kehidupan. Barang siapa yang menyia-nyiakan waktu, maka ia telah menyia-nyiakan kehidupan, demikian imam Hasan Al-Bana menasehatkan. Allah SWT telah membagi waktu dalam beberapa bagian, di mana kesemuanya itu harus dimanfaatkan dengan beramal sholeh, sehingga memberi manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat.

Bagian-bagian waktu itu merupakan suatu bagian yang saling terkait. Pagi dan siang sore dan malam. Masing-masing dari itu semua telah Allah berikan kekhasan dan keutamaannya. Saling melengkapi dan harus dikombinasikan.

Pagi adalah sarana yang Allah ciptakan untuk mengumpulkan bekal dalam menjalani kehidupan di siang hari. Di sana ada stasiun-stasiun pengisian bahan bakar ruhani. Ada shalat tahajud, dzikir, shalat sunnah fajar, subuh berjamaah, tilawah Al-Quran, shalat dhuha dan aneka ibadah lain yang disyariatkan.

TulisanTerkait

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Ketika Anak Membangkang, Siapa Sebenarnya yang Harus Disalahkan?

Validasi Manusia vs Ridha Allah: Kita Lagi Mengejar yang Mana?

Memanfaatkan Waktu Menuju Sukses

Pemanfaatan waktu kita di pagi hari adalah merupakan penentu sukses dan tidaknya untuk sepanjang hari itu. Begitupun dengan sore hari. Ia merupakan sarana untuk menghim-pun kekuatan guna menjalani malam yang penuh dengan makar, tipu daya dan godaan syetan, baik dari golongan jin dan manusia.

Baca Juga: Cara Masuk Surga ala NU & Muhammadiyah

Di dalam rangkaian sore hari itu, terdapat waktu ashar, ia terletak di ujung sore. Di mana ketika itu, tenaga, pikir dan jiwa kita sedang berada di ambang batas. Energi kita nyaris habis. Belum lagi dengan setumpuk amanah yang belum selesai. Tugas kantor, tugas kuliah, ataupun tugas kita sebagai hamba Allah. Maka di waktu itu, banyak di antara kita yang lalai, sehingga terperdaya oleh syetan. Muaranya banyak di antara kita yang terjerumus dalam lubang kebinasaan lantaran mengabaikan waktu ashar ini.

Hal ini sebgaimana terjadi pada sebagian kaum quraisy yang sering menghabiskan waktu ashar sebagai waktu yang celaka. Hal ini sebagai mana yang diungkapkan oleh Prof. Dr. HAMKA dalam menafsirkan surat al Ashr ayat: 1.  Pada buku tafsirnya Tafsir Al-Azhar.

Keutamaan Ashar

Waktu ashar ternyata banyak menyimpan keutamaan. Rasul menyebutkan bahwa waktu ashar adalah merupakan salah satu tiket untuk masuk surga. Sabda beliau,”Barang siapa yang melakukan shalat bardain (Subuh dan Ashar) maka dia akan masuk kedalam surga” (H.R.Bukhari). Selain itu, dalam hadis yang lain disebutkan, dari Jarir, dia berkata, suatu ketika kami bersama Nabi SAW, kemudian pada suatu malam beliau melihat bulan purnama.

Beliau bersabda,”Kalian kelak akan melihat Tuhan sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, tanpa ada suatu yang menghalangi penglihatan kalian. Karena itu jangan sampai kalian lewatkan shalat sebelum matahari terbit (Subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam (Ashar). Kemudian beliau membaca ayat ke-39 surat Qaf, “Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya” (H.R. Bukhari)

****

Oleh karena pentingnya waktu Ashar ini, Allah berfirman, “Peliharalah semua shalatmu dan (peliharalah) shalat wusthaa” (Q.S. Al-Baqorah: 238). Yang dimaksud dengan Shalat Wusthaa menurut para jumhur ulama adalah shalat waktu ashar.

Baca Juga: Umair Fahmiddin: Peradaban Berbasis Akhlak

Sabda Rasul SAW, “Mereka (orang kafir) telah melakukan shalat wusthaa, yaitu shalat ashar. Mudah-mudahan Allah memenuhi hati dan rumah mereka dengan api”.(H.R. Muslim)

Hadis di atas merupakan sebuah sinyal betapa pentingnya shalat ashar bagi kehidupan seorang muslim. Bahkan Rasulullah SAW yang terbukti dengan kemurahan dan kemuliaan budi pekertinyapun mendoakan kaum kafir dengan kalimat laknat. Karena mereka menyebabkan beliau dan para sahabat tertinggal melakukan shalat ashar ketika perang khandaq.

Jangan Kehilangan Waktu Ashar

Senada dengan ayat dan hadis di atas, dalam beberapa riwayat lain, Rasulullah SAW juga menyebutkan beberapa konsekuensi negatif, bagi siapa saja yang meninggalkan atau melewatkan waktu ashar dengan sengaja.

Bahkan mereka yang kehilangan shalat di waktu ashar, dikatakan oleh Rasulullah SAW dengan kehilangan harta, keluarga dan semua amal sholehnya. Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda, “Orang yang kehilangan Shalat Ashar bagaikan orang yang kehilangan keluarga dan harta kekayaannya”(H.R. Bukhari).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, “Dari Buraidah, bahwa dia mengatakan kepada kaum muslimin ketika cuaca sedang berawan, karena Nabi SAW pernah bersabda, “Orang yang meninggalkan shalat Ashar hilanglah semua amal baiknya”.(H.R. Bukhari)

Dari penjelasan di atas, tidaklah heran jika Rasulullah SAW memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk mengisi waktu ashar dengan doa dan dzikir. Keduanya merupakan sarana yang sengaja Allah ciptakan agar kita senantiasa terhalang dari kejahatan setan yang terus menerus menabuh genderang perangnya. Agar kita tetap bersiap siaga diwaktu ashar meskipun disaat itu fisik dan pikiran kita berada dalam keadaan malas lantaran seharian bekerja.

Godaan di Waktu Ashar

Akhirnya, kita harus selalu waspada terhadap godaan yang terus membisiki. Khususnya adalah godaan yang datang di waktu ashar. Baik berupa malas, sedih hati, ataupun godaan lain. Karena sejatinya berhasil dan tidaknya kita dalam memanfaatkan waktu ashar akan berpengaruh dalam kehidupan kita di malam harinya.

Baca Juga: Penting! Tabayyun Terhadap Bahan Makanan Yang Akan Dibeli

Mereka yang berhasil mengisi waktu ashar dengan munajat kepada Allah, maka malamnya akan dilimpahi dengan keberkahan. Ia akan selalu bersegera dalam beramal sholeh, hingga puncaknya mereka bisa bangun di sepertiga malam.

Yaitu untuk melaksanakan shalat tahajud, tilawah Al-Quran dan shalat subuh secara berjamaah. Sehingga mereka akan menjadi generasi Islam yang unggul di pagi hari dan terus bertebaran memakmurkan bumi hingga senja menyapa dirinya.

Terkait

Tags: dirumah sajaKemanfaatansuksesWaktu Ashar
Previous Post

Benarkah Beragama Muhammadiyah Bercorak Individualistik dan Egoistik?

Next Post

Noorhaidi Hasan: Anak Muda & Gerakan Hijrah Politis

Dartim Ibnu Rushd

Dartim Ibnu Rushd

Pengajar AL-Islam dan Kemuhammadiyahan LPPIK UMS

Next Post
Noorhaidi Hasan: Anak Muda & Gerakan Hijrah Politis

Noorhaidi Hasan: Anak Muda & Gerakan Hijrah Politis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.