Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Teologi Masuk Surga dalam Pandangan Agama-agama

RedaksiKS by RedaksiKS
Desember 16, 2019
in Ulûm ad-Dîn
0
Teologi Masuk Surga dalam Pandangan Agama-agama
54
SHARES
318
VIEWS

Oleh: Nurbani Yusuf

Mungkin bukan semua agama—tapi benarkah Islam menerapkan syarat ketat untuk bisa masuk surga meski berbagai amal sudah dilakukan?

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Agama selain Islam sebut saja Kresten, Katholik, Hindhu atau Budha tidak menerapkan standart ganda dalam hal keimanan—orang percaya bahwa Yesus itu Tuhan sudah cukup membuatnya selamat dan masuk surga—konsep iman mereka tidak mengenal munafiq, fasiq, dhulmun, atau sebutan lainnya yang meski sudah berkesaksian (syahadat) masih di anggap belum mencukupi dan harus lewat beberapa tahap uji.

Maka bisa saja seseorang meski sudah beriman—mengakui rukun iman yang enam—atau mengerjakan rukun Islam yang lima masih belum tentu lolos masuk surga sebab bisa saja dia terpapar sifat fasiq atau dhalim atau munafiq—dalam hal surga maka Islam memiliki sejarah panjang dan rumit—dan belum kelar hingga hari ini.

Tentang kedudukan orang beriman tapi masih melakukan dosa besar misalnya, telah melahirkan beragam pandangan dan madzhab—dua arus utama pemikiran Jahami dan Qadari cukup dominan, sebelum dikompromikan dalam konsep kalam al Asy’ary dan Al Maturudy yang dikenal dengan ahlu sunah wal jamaah—

***

Tidak adanya keseragaman pandangan di kalangan ulama Islam ini cukup merepotkan—bahwa masuk Islam secara generik saja belum tentu bisa menyelamatkan. Bahkan ironisnya berkembang juga dikalangan umat Islam sikap skeptis bahwa seorang ulama atau kyai yang sudah berdarah-darah mengamalkan beragam jenis ibadah belum ada jaminan selamat atau husnul khatimah. Kalau pemimpin agamanya saja belum tentu bisa selamat lantas bagaimana mungkin bisa menyelamatkan umat.

baca juga Teologi Masuk Surga dalam Pandangan Agama-agama

Bahkan segolongan ulama Mutazila menawarkan konsep ‘Manzila bainal Manzilataian’ suatu tempat antara surga dan neraka bagi kalangan beriman yang masih suka mengerjakan perbuatan dosa besar, sekedar untuk tidak mengatakan bahwa pelakunya dihukumi kafer atau murtad.

Parahnya lagi, proses pengkafiran dan pemurtadan justru dilakukan oleh sesama pengikut yang sama-sama mengaku beriman—dengan standart dan indikator yang ditetapkan sendiri.

***

Bahkan Ahli ibadah pun masih belum ada jaminan selamat bila terindikasi mengerjakan bid’ah—bukankah definisi Ahli Bid’ah itu sesungguhnya adalah ahli ibadah yang suka nambah-nambah sehingga ditetapkan sebagai penghuni neraka.

Para ahlu bid’ah ini ‘ditetapkan’ masuk neraka oleh segolongan yang mengaku ahlu sunah hanya karena memperingati maulid Nabi, baca qunut subuh atau sayidina ketika tahiyat, senang tahlilan, suka baca diba, rajin yasinan tiap malem Jumat, dzikir ramai-ramai usai shalat fardhu atau sekedar salaman usai shalat berjamaah atau gemar kirim doa pada orang tua atau kerabat yang sudah meninggal. Mereka inilah yang ‘diklasifikasikan’ sebagai ahli bid’ah dan ‘ditetapkan’ secara sepihak bakal menghuni neraka. Benarkah ?

Tegasnya banyak orang shalat berjamaah di masdjid dan beramal ibadah masuk neraka, hanya karena melakukan hal-hal yang dianggap tidak ada dalil dan tidak dikerjakan Rasulullah saw. Kita memang telah bersepakat bahwa tiap-tiap bid’ah itu sesat dan setiap yang sesat bakal masuk neraka—tapi bukankah kita belum bersepakat tentang definisi bid’ah dan apa-apa saja bisa disebut bid’ah—inilah pasal rumitnya.

baca juga Cahaya di Tengah Tiga Lapis Kegelapan

Dengan cara pandang sedemikian maka persyaratan masuk surga bisa bertambah ketat dan rumit—sebab banyak orang shalat, membaca Quran, bersedekah dan amalan lainnya bukannya masuk surga tapi malah berbalik masuk neraka—

***

Logika sederhana orang awam: bila semua yang kita lakukan ingin masuk surga kenapa mencari kelompok yang menetapkan syarat berat dan rumit—mungkin Abu Dzar ra bisa memberi jawab:

‘Aku mendengar Abu Dzar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jibril menemuiku dan memberiku kabar gembira, bahwasanya siapa saja yang meninggal dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka dia masuk surga.” Maka saya bertanya, ‘Meskipun dia mencuri dan berzina? ‘ Nabi menjawab: ‘Meskipun dia mencuri dan juga berzina’.

Dan masih banyak lainnya tentang kemudahan dan jaminan masuk surga bagi yang tidak menyekutukan Allah—tapi siapapun bebas menetapkan surga atau nerakanya sendiri dengan cara yang ia mau—dan saya pilih yang paling mudah.

Terkait

Previous Post

Hukum Mengkonsumsi Kopi Luwak dan Binatang Luwak

Next Post

Kesehatan Untuk Siapa dan Untuk Apa?

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Sumber: Katadata.id

Kesehatan Untuk Siapa dan Untuk Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.