Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Virus Corona dan Ikhtiar Melawan Hub ad-Dunya

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
Maret 13, 2020
in Narasi
0
Munculnya kabar penyebaran virus Corona yang tengah diderita oleh saudara kita sebangsa dan setanah air tepatnya di Depok menjadi bagian dari ketetapan-Nya.

Munculnya kabar penyebaran virus Corona yang tengah diderita oleh saudara kita sebangsa dan setanah air tepatnya di Depok menjadi bagian dari ketetapan-Nya.

21
SHARES
124
VIEWS

Nol koma sekian persen kemungkinan kita mati karena virus corona. Tapi 100 persen lainnya kita akan mati setiap saat dengan berbagai sebab yang sudah ditetapkan Allah Tabaraka wa Ta’ala.

***

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Ironis memang. Kita  ini kawanan yang mengaku bertuhan, tapi berlaku seperti orang tak bertuhan saat ada ujian berupa wabah. Masjid-masjid sepi dari jamaah karena menghindari virus corona, sementara mall, plaza, dan pasar malah sesak pengunjung.  Menghindari berjamaah di masjid namun justru berkerumun di pasar dan tempat lainnya. Ini menurut saya adalah budaya hedon.

Tidak tau kenapa tiba-tiba virus corona menjadi penyebab kematian yang paling menakutkan. Bahkan dalam beberapa kasus, virus ini telah menggantikan peran Izrail sebagai malaikat pencabut nyawa. Dan membuat takut dan panik raja kerajaan penjaga dua tempat paling disucikan umat Islam. Baitullah pun sepi, thawaf terancam terhenti. Ini memalukan.

Kita boleh berikhtiar untuk sehat dan sembuh dari segala sakit, tapi tak ada pelindung dari mati. Meski sembunyi di sebuah benteng besi berlapis-lapis, mati akan tetap datang menjemput. Allah berfirman dalam Alquran surat An-Nisa ayat 78 yang artinya: ” …di manapun Anda berada maka kematian akan tetap menjemput Anda,”

Tapi ini peliknya. Sejak di hidupkan, manusia paling takut dengan mati—berbagai obat penyembuh sakit diciptakan, kosmetik penangkal keriput agar tetap awet muda,bahkan  orang Mesir kuno telah menciptakan ramuan agar jasad para Pharau tetap awet tidak hancur dimakan ulat (mumi).

***

Sejak tinggal di surga, Adam dan Hawa juga ingin hidup abadi, selamanya tinggal di surga. Maka, dia memakan buah Khuldi karena bujuk rayu iblis, tergiur untuk hidup abadi menjadikan manusia gelap mata. Lupa pada yang esensi pada tujuan hidup yang sesunguhnya.

Pada akhirnya kita mesti sadar, bahwa dunia itu artinya fana atau sementara. Bukan tempat tinggal sesungguhnya, semua kesenangan hanyalah senda dan gurau saja.

baca juga: Himbauan Din Syamsuddin Tentang Corona

Bukan menantang mati tapi juga tak elok berlebihan berlindung dari mati. Kita semua tetap bakal mati, mati karena terjangkit corona atau mati dengan cara tidur pulas lalu tak bangun lagi. Yang perlu ditegaskan adalah, bahwa kita hanya ikhitiar untuk sembuh dan terhindar dari sakit, bukan usaha keras berlindung dari mati.

***

“Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah kepada kami, Dialah pelindung kami. Dan kepada Allah lah hendaknya orang-orang beriman bertawakal”

Begitulah bunyi firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 50. Dalam surat yang lain, Allah mengatakan: “Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan” (Al-Waqi’ah:60).

editor: Yusuf R Yanuri

Terkait

Tags: Coronakematianmasjidwabah
Previous Post

Pancasila, Hadiah dari Muhammadiyah untuk Umat dan Bangsa

Next Post

Bahaya “Hoax” Bencana Corona

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
Saya ingat saat gempa Yogyakarta di tahun 2006. Ada kabar hoax yang disebarkan begitu cepat. Baik melalui kabar lisan maupun melalui handphone.

Bahaya “Hoax” Bencana Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.