Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Toleransi dalam Membangun Lingkungan Harmonis

A’isy Hanif Firdaus by A’isy Hanif Firdaus
Agustus 17, 2022
in Akhlak, Ulûm ad-Dîn
0
Belajar Toleransi
49
SHARES
291
VIEWS

Sebagai insan yang hidup berdampingan dengan makhluk yang lainnya. Manusia hendaknya selalau menjaga hubungan agar tetap harmonis dan saling menjaga kenyamanan.

Serta ketenteraman masyarakat sehingga tidak mudah menimbulkan terjadinya perpecahan karena adanya suatu konflik atau perbedaan tertentu.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Maka dari itu, penting rasanya untuk selalu menerapkan sikap saling toleransi . Bagi terciptanya suatu tatanan lingkungan yang dapat menyatukan sebuah perbedaan. 

Perbedaan pendapat yang mengarah pada pertikaian dan peperangan sejatinya bukan terjadi karena adanya suatu konflik tertentu. Namun lebih tertekan pada sikap toleransi yang kurang di terapkan dan tingkat keimanan dalam diri.

Membangun Kesadaran akan sikap Toleransi

Manusia sebagai makhluk yang memiliki alat kelengkapan dalam berpikir, beradaptasi, bersosial, dan bergaul. Sudah seharusnya menerapkan sikap toleransi dengan membangun suasana saling menghargai, saling menghormati dan memberikan kenyamanan dalam persaudaraan. 

Sikap toleransi akan tumbuh dalam diri manusia ketika hidup berdampingan dan menghormati orang lain. Memberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapatnya.

Tidak pernah membeda bedakan soal psikis atau fisik ketika berinteraksi bersama. Serta tidak menyinggung dan menghina dengan berkata-kata kasar hingga melukai perasaan orang yang ada di hadapan kita.

Allah SWT Berfirman: 

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat :10)

Dalam ayat di atas, Allah SWT menerangkan bahwa sesungguhnya orang-orang Mukmin semuanya bersaudara seperti hubungan persaudaraan antar nasab karena sama-sama menganut unsur keimanan yang sama dan kekal dalam surga.

Dan dalam sebuah Hadits sahih Imam Muslim meriwayatkan bahwa saudara muslim yang lain, jangan berbuat aniaya dan jangan membiarkannya melakukan aniaya.

Orang yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah membantu kebutuhannya. Seseorang yang melonggarkan satu kesulitan dari seorang muslim, maka Allah melonggarkan satu kesulitan di antara kesulitan-kesulitannya pada hari Kiamat.

Orang yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kekurangannya pada hari kiamat. (Riwayat al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Umar).

Upaya yang perlu dilakukan dalam mencapai Toleransi

Agar dapat terlaksananya lingkungan yang harmonis maka memanfaatkan sumber daya manusia sebagai media pembangun dan fondasi yang kuat sehingga lingkungannya menjadi harmonis.

Selain terletak pada sumber daya manusia ternyata peran pemimpin juga sangat berpengaruh dalam kesuksesan membangun dan produktivitas yang ada di lingkungan.

Hindari pemimpin yang bersifat otoritas, artinya sebagai seorang pemimpin tentu menginginkan kesuksesan terhadap apa yang dilakukannya dan dicapai secara bersama-sama.

Namun tak jarang jika masih menggunakan sistem otoritas maka cenderung memaksakan dan tanpa melihat beberapa sisi kepentingan orang lain. Tentu ini jika kita biarkan sungguh sangat berbahaya. 

Allah SWT berfirman: 

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا ٥٨

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ ٥٩

Artinya : ‘’ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ulul-amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat). (QS. An-Nisa : 58- 59)

Indikator lingkungan yang harmonis lainnya yakni adanya kewajiban melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan dengan baik. Sehingga akan lahir benih-benih kepercayaan orang lain terhadap apa yang telah diamanahkan kepadanya.

Dengan adanya kesadaran inilah tentu akan dapat menciptakan ruang-ruang komunikasi yang positif dan membuahkan hasil tujuaan yang baik.

Selain itu, pentingnya pemberian apresiasi terhadap seseorang yang berhasil menuangkan ide atau gagasannya dalam rangka upaya menciptakan lingkungan yang harmonis.

Sehingga akan lahir dorongan semangat positif yang menimbulkan untuk lebih bersemangat dalam mengerjakan dan melaksanakan pekerjaannya. 

Pentingnya sikap Toleransi

Dengan demikian seseorang dapat kita katakan mempunyai nilai toleransi yang tinggi adalah seseorang yang memiliki rasa menghargai. Memberikan keleluasaan kepada orang lain, menghargai perbedaan cara pandang pemikiran, serta memberikan peran positif dalam pergaulan masyarakat, sehingga akan lahir lingkungan yang kita tempati akan menjadi lingkungan yang harmonis dan positif. 

Editor : Akbar Syifa Nursyam

Terkait

Tags: harmonisLingkungantoleransi
Previous Post

Pesulap Merah Membuka Tabir Kebodongan Dukun

Next Post

Kurikulum Merdeka : Upaya Mewujudkan Pendidikan Yang Membebaskan

A’isy Hanif Firdaus

A’isy Hanif Firdaus

Next Post
Bagaimana Membentuk Generasi Berkeadaban?

Kurikulum Merdeka : Upaya Mewujudkan Pendidikan Yang Membebaskan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.