Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Toleransi Beragama sebagai Pondasi Ketakwaan Insan Islami

RedaksiKS by RedaksiKS
Mei 17, 2023
in Kata Bersama
0
Merayakan keberagaman beragama
109
SHARES
643
VIEWS

Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan masyarakat yang beragam budayanya. Keragaman meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Masyarakat kental dengan kehidupan beragama dan juga kemerdekaan beragama yang dijamin oleh konstitusi. Seperti dalam Sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” hal ini menunjukkan bahwa sistem negara ini berdasarkan pada prinsip dan ajaran, dan juga tata nilai agama-agama yang ada di Indonesia. 

Sebagai seorang muslim didalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara kita  harus bisa menjadi pemberi keselamatan dan juga senantiasa menciptakan kerukunan dan memberi rasa aman kepada yang lain, atau yang dikenal dengan toleran. Sikap toleransi ini sangatlah penting sebagai alat untuk mempersatukan bangsa. Apabila tanpa adanya toleransi perbedaan ini tidak akan pernah bersatu.

TulisanTerkait

Urgensi Identitas Nasional Menjelang Tahun Politik 2024

Pemindahan IKN Indonesia Perspektif Keadilan Sosial

Nilai Gotong Royong dalam Budaya Santri

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keragaman yang cukup tinggi. Ada banyak suku dan budaya yang cukup beragam dan bahasa daerah yang cukup banyak, maka sangat dibutuhkan sikap toleransi diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalamnya. Setiap individu harus saling mengerti dan memahami akan arti perbedaan. Toleransi harus diaplikasikan didalam kehidupan beragama karena merupakan jalan bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama.

Apa Sih Sebenarnya Tujuan Toleransi Beragama?

Tujuan dari toleransi beragama sendiri adalah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan masing-masing penganut agama dengan agama lain. Dengan demikian, kita sebagai umat yang menganut ajaran agama, semakin meyakini dan memperdalam ajaran agama dan berusaha untuk mengamalkannya dan juga mencegah adanya perpecahan antar umat beragama akibat perpedaan yang terjadi .

Agama bukan alat untuk menjadi pemecah belah. Agama adalah alat untuk mempersatukan umat. Perpecahan dapat merugikan masing-masing invidu. Dengan terciptanya toleransi beragama, kita nantinya dapat saling melengkapi antara kelompok satu dengan yang lain dan menyatukan perbedaan. Jangan karena perbedaan keyakinan akan di jadikan suatu permusuhan .

Contoh toleransi bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja  bergaul dengan semua orang tanpa membedakan kepercayaan masing-masing dan selalu menghargai dan memberikan kesempatan kepada orang lain yang berbeda agama tanpa adanya diskriminasi. Intinya ,toleransi beragama berarti bahwa setiap orang memliki persamaan hak dan harus diperlakukan sama dalam hidupnya demi kedamaian, kenyamanan, dan juga  kesejahtraan bersama.

Sikap toleran yang pernah ditunjukkan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, serta generasi-generasi muslim sesudahnya, baik terhadap sesama mereka maupun terhadap  yang lain. Semua muslim mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkarya dengan sebaik-baiknya, tanpa harus bermusuhan karena perbedaan fisik, bahasa, atau  bangsa. Dalam hal ini  Rasulullah SAW bersabda :

“Kamu semua adalah keturunan Adam sedang Adam diciptakan dari debu. Tidak ada perbedaan antara Arab dengan yang lainnya, kecuali dengan ketakwaan” (HR.  Ahmad).

Dalam hadits di riwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman di definisikan dengan keyakinan dalam hati, di ucapkan dengan lisan, dan di wujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, serta tingkah laku perbuatan.

Seseorang dapat di katakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan kepercayaan itu dapat mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Karena itu iman bukan hanya dipercayai atau diucapkan, melainkan menyatu secara didalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya.

Berbicara mengenai masalah ketakwaan dan juga keimanan,dengan kita bersikap toleran dengan beragam agama yang ada hal itu sudah termasuk menunjukkan keimanan. Islam sendiri adalah agama yang menganjurkan untuk selalu berbuat baik dan mengamalkan kebaikan . Tetapi harus tetap di pahami bahwa islam melarang untuk toleransi dalam hal akidah .

Di dalam konteks toleransi antar umat beragama, islam memiliki konsep yang jelas,terkandung dalam QS. Al-Kafirun Ayat 6

“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Ini adalah contoh populer dari toleransi dalam islam . Ayat tersebut menjelaskan bahwa dalam Islam tidak ada toleransi dalam hal akidah. Contohnya, saat mengikuti doa bersama antarumat beragama. Maka umat Islam harus membaca doa sendiri dan tak boleh ikut mengamini doa agama lain di luar Islam. Saling toleransi di dalam agama dan bukan dalam aqidah .

Toleransi beragama yang kita lakukan dengan penuh kesadaran akan menciptakan sikap inklusif umat bergama. Inklusivisme ini artinya sikap dan pandangan keberagamaan seseorang bahwa di luar agama yang di anutnya juga terdapat kebenaran. Meskipun tidak seutuh atau se sempurna agama anutannnya. Hal ini menganggap agama sendiri benar. Tetapi masih memberikan ruang untuk menyatakan kebenaran agama lain yang di yakini benar oleh umatnya.

Situasi seperti ini tentunya menjadi tugas umat Islam semua untuk terus melakukan metode penyampaian yang baik. Dengan terus menunjukkan sikap yang ramah dan menolak sikap yang mengedepankan kekerasan dalam menyikapi perbedaan, merasa paling benar apalagi dengan teror. Dan kita sebagai insan yang toleran harus ikut serta dalam memecahkan dan mengatasi masalah-masalah kemanusiaan yang ada . Di sisi lain juga menunjukkan bahwa ajaran-ajaran Al-Qur’an merupakan ajaran yang rahmatan lil’alamin, yang tentunya ramah dan jauh dari sikap memaksakan kehendak dan penuh kasih sayang.

Penulis : Alfina Masyhuriyah (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)

Terkait

Previous Post

Menghadapi Modernisasi dengan Konsep Insan Kamil

Next Post

Abou Khaled El Fadl : Kritik Hadis Misoginis terhadap Istri yang Sujud kepada Suami

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
gender

Abou Khaled El Fadl : Kritik Hadis Misoginis terhadap Istri yang Sujud kepada Suami

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.