Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Sejarah Perjumpaan Islam-Kristen: Titik Temu dan Titik Seteru

Dartim Ibnu Rushd by Dartim Ibnu Rushd
Juni 7, 2020
in Risalah
0
Sejarah Perjumpaan Islam-Kristen: Titik Temu dan Titik Seteru
211
SHARES
1.2k
VIEWS

Keduanya adalah dua agama mayoritas yang para ilmuan mengkategorikannya sebagai agama langit. Keduanya muncul dan berkembang dari Timur Tengah. Islam di Arab Saudi tepatnya di kota Makkah dan Madinah. Kristen di Palestina tepatnya di kota Yerusalem dan Betlehem (Baitullahmi). Islam dan Kristen dalam sejarahnya selalu menemui pertemuan dan perseteruan. Karena memang letak geografis keduanya “lahir dan berkembang” sangat berdekatan.

Satu “pertemuan” yang sangat fenomenal di antara mereka dan berlangsung dalam waktu yang sangat lama adalah Perang Salib. Hampir dua ratus tahun silih berganti peperangan dilakukan. Berbagai generasi dan berbagai keadaan menyelimuti peperangan tersebut. Terkadang Muslim yang menang dalam perang, terkadang pihak Kristen yang menang. Motivasinya yaitu merebut tanah suci bagi kedua umat beragama tersebut yaitu Baitul Maqdis, di kota Yerusalem Palestina.

TulisanTerkait

Mahasiswa KKNMAS 2025 di Riau, Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Tualang Kabupaten Siak

Tuntunan yang Tidak Dituntunkan

Ponpes Daarul Qur’an Surakarta Ziarahi Makam Sunan Ampel dan KH. Hasan Gipo: Napak Tilas Spirit Keulamaan dan Kebangsaan

Tiga Komunitas Agama Hidup Berdampingan

Di mana akhirnya memang kesepakatan dan kebersamaan yang akhirnya mampu meredam perseteruan di antara kedua agama mayoritas dunia itu. Keadaan ini pernah terjadi saat Palestina menjadi salah satu wilayah kekuasaan Turki Utsmani.

Di sana hidup tiga komunitas agama sekaligus dengan berdampingan dan bekerjasama dalam rangka menjaga kota mereka. Mereka adalah Islam, Kristen dan Yahudi. Kondisi serupa yang sebelumnya pernah terjadi di Andalusia.

Baca Juga: Refleksi “Keilmuan” di Akhir Ramadhan

Di mana Islam, Kristen dan Yahudi hidup bersama dalam rangka membangun peradaban megah “negara” Andalusia. Muslim sebagai pemimpin politik Andalusia. Kristen pemimpin intelektual dan Yahudi peminpin ekonomi Andalusia.

Mereka berinteraksi dengan sangat toleran dan terbuka. Mereka sangat menghormati keyakinan masing-masing. Mereka menghormati perbedaan di antaranya. Tetapi di lain sisi mereka bekerja sama untuk membangun sebuah kesepakatan. Terutama terkait dengan pembangunan tradisi intelektualisme dan peradaban.

Titik Temu dan Titik Seteru Islam dan Kristen

Kita tahu betapa banyak penerjemah-penerjemah kitab-kitab intelektual muslim yang melibatkan kinerja dari kalangan orang-orang Kristen dan Nasrani pada Masa Dinasti Abbasiyah saat dipimpin oleh Sultan Harun Ar-Rasyid. Sebut saja yang terkenal adalah Hunayn Ibnu Ishaq, Yahya ibnu Batriq dan Tsabit ibnu Qurrah. Mereka adalah Penerjemah kitab-kitab intelektual yang beragama nasrani atau Kristen terutama dari kalangan Nestorian.

Jadi pertemuan di antara mereka selalu membawa perubahan dalam peradaban dan intelektual. Berbeda jika pertemuan di antara mereka masuk dalam ranah politik. Pertemuan mereka akan lebih banyak dibumbui dengan “perseteruan” yang berujung peperangan.

****

Sejarah mencatat sebagaimana yang tertulis dalam buku “Sejarah Perjumpaan Islam dan Kristen” karya Hugh Goddard, ada beberapa kejadian yang membuat mereka berseteru selain Perang Salib yang telah disinggung di atas.

Peristiwa politik perseteruan antara kedua agama itu di antaranya adalah Jatuhnya Syiria dan Mesir ke kaum Muslimin, Jatuhnya Akra tahun 1291 M yang menandai berakhirnya Perang Salib, Pertempuran Kosovo (1389 M), Penakhlukan Konstantinopel oleh Kaum Muslimin (1453 M), Jatuhnya Granada ke tangan Kaum Kristen (1492 M), dan pelayaran-pelayaran dunia yang diawali oleh Vasco da Gama pada tahun 1579 M.

Harapan Ke Masa Depan

Dalam bingkai sejarah dunia, hubungan antara Islam-Kristen menorehkan catatan yang panjang dan menyakitkan. Hingga mungkin ada banyak korban yang berjatuhan. Keduanya lahir dan berkembang di Timur Tengah. Namun dalam perkembangan berikutnya keduanya menanamkan pengaruhnya ke berbagai negara di penjuru dunia.

Kristen di Eropa dan Amerika, sementara Islam di Asia dan Afrika. Interaksi keduanya sebagai akibat hubungan dagang, migrasi maupun pertumbuhan kerajaan.

Hugh Goddard menyampaikan dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan Kristen-Islam pada masa silam keduanya bisa meningkatkan sikap saling memahami pada masa sekarang dan mempererat jalinan kerjasama antara keduanya di masa-masa yang akan datang, dan bukan malah memicu konflik yang lebih besar.

Baca Juga: Hikmat Hidup: Harmoni Artistik Nicolaus Cusanus

Bekerjasama dalam hal yang sama, terutama dalam membangun tradisi intelektual dan peradaban. Dan berusaha saling menghormati dalam hal yang berbeda dengan meminimalisir terjadinya titik-titik singgung dan perseteruan dengan cara yang arif-bijaksana, terbuka dan toleransi dengan prinsip persaudaraan sesama “agama samawi” untuk mempertahankan wilayah bersama.

Sumber Ilustrasi: gomuslim.com

Terkait

Tags: IslamKerukunan HidupkristenTitik Temu
Previous Post

Refleksi “Keilmuan” di Akhir Ramadhan

Next Post

K.H Yusuf Hasyim: Ijtihad Menyatukan NU-Muhammadiyah dalam Bingkai Keindonesiaan

Dartim Ibnu Rushd

Dartim Ibnu Rushd

Pengajar AL-Islam dan Kemuhammadiyahan LPPIK UMS

Next Post
K.H Yusuf Hasyim: Ijtihad Menyatukan NU-Muhammadiyah dalam Bingkai Keindonesiaan

K.H Yusuf Hasyim: Ijtihad Menyatukan NU-Muhammadiyah dalam Bingkai Keindonesiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.