Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pembentukan Karakter Islami pada Masa Anak Usia Dini

Herliana Setyaning Pramesti by Herliana Setyaning Pramesti
Oktober 10, 2025
in Esai, Narasi
0
Pembentukan Karakter Islami pada Masa Anak Usia Dini
16
SHARES
95
VIEWS

Oleh: Herliana setyaning pramesti

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Anak usia dini juga adalah anak yang masih berada dalam masa-masa bermain. Masa ini anak baru belajar mengenal dunia yang masih luas selain lingkungan keluarganya. Karena anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi, yang sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia. Periode ini hanya berlangsung pada saat anak dalam kandungan hingga usia dini, yaitu 0-6 tahun. Namun, masa bayi dalam kandungan hingga lahir, sampai usia 4 (empat) tahun adalah masa-masa yang paling menentukan.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Dalam pandangan agama setiap anak usia dini ialah anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), seperti sebuah kertas putih yang polos dan bersih. Ia tidak mempunyai dosa dan kesalahan serta keburukan yang membuat kertas itu menjadi hitam. Namun, karena cara mendidik orang tuanya, karakter anak bisa berwarni-warni, berperangai buruk, tidak taat kepada kedua orang tuanya, tidak mau berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan sebagainya. Ini sesuai dengan Firman Allah Subhanallu wata’ala di dalam Al-Qu’an surat

 Ar-Rum ayat 30 :

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Di era  globalisasi  yang  semakin  berkembang  pesat  seperti  sekarang  ini, membentuk budi pekerti luhur untuk generasi muda Muslim bukanlah hal yang mudah, terlebih nilai-nilai agama yang suci seringkali tergerus oleh pengaruh budaya asing dan gaya hidup yang tidak sejalan dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, menanamkan karakter Islami pada anak-anak sejak kecil menjadi sangat krusial. (nurrohim, NO.4 Juli 2025)

Apabila dasar pembentukan karakter tidak di dasari pada Al-Qur’an yang menjadi pedoman serta landasan hukum umat islam. Nurrohim mengatakan pada hasil penelitian dan pembahasan pada aritkel yang berjudul Penguatan Karakter Keislaman Anak Melalui Program TPA/TPQ  dan Tahsin di Desa Pucangan mengatakan “Al-Qur’an berperan sebagai pedoman utama dalam pendidikan karakter bagi anak-anak umat Islam, dengan kisah-kisah teladan yang efektif untuk memperkuat nilai-nilai religius.”

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam, memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia. Kitab ini tidak hanya memuat pesan pesan Ilahiah, tetapi juga memberikan prinsip dan pedoman bagaimana manusia harus berkomunikasi satu sama lain begitu pula dengan Penciptanya. Pada berbagai ayatnya, Al-Qur’an menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, jujur, dan beretika. Konsep-konsep seperti qaulan sadida (perkataan yang benar), qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), dan qaulan karima (perkataan yang mulia) menggambarkan standar komunikasi yang dianjurkan dalam Islam.Al-Qur’an juga membahas berbagai aspek komunikasi, mulai dari komunikasi interpersonal hingga komunikasi massa, serta memberikan contoh-contoh dialog antara manusia dengan Allah, para nabi dengan umatnya, dan interaksi antar manusia. Al-Qur’an menekankan pentingnya etika dan adab dalam berkomunikasi untuk menjaga hubungan baik antar manusia dan menciptakan masyarakat yang harmonis. (nurrohim a. , juli-desember 2024)

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam, memuat ajaran tentang keimanan dan ibadah, serta petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan manusia, seperti cara berkomunikasi yang efektif. Etika komunikasi yang digariskan dalam Al-Qur’an menekankan pentingnya interaksi yang positif, santun, dan konstruktif antar sesama manusia. Al-Qur’an mengajarkan prinsip-prinsip dasar berkomunikasi yang mencakup kejujuran, kelembutan tutur kata, penghormatan terhadap lawan bicara, dan penyampaian pesan yang bermanfaat. Ayat-ayat Al-Qur’an juga memberikan panduan tentang bagaimana berdialog dengan baik, menghindari fitnah dan gossip, serta menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia atau menyakitkan. Dengan mengamalkan etika komunikasi yang berlandaskan Al-Qur’an, umat Islam diharapkan dapat membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat dan menciptakan suasana yang mengedepankan perdamaian dan kesejahteraan bersama. (nurrohim a. , Etika Komunikasi Al-Qur’an dan Relevansinya dengan, juli-desember 2024)

Dari banyaknya pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwasannya Al-Qur’an amat sangat berpengaruh penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya penting sekali menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an pada anak usia dini agar dalam masa pertumbuhannya menjadi pribadi yang luhur dan memiliki akhlak yang mulai. Bukan sekedar pengetahuan yang di dapati akan tetapi terimplementasikan pada dirinya dengan karakter baik yang akan di bawa hingga dewasa, baik secara tutur kata,tingkah laku, muamalah pada sesama dan lain sebagainya.

Editor: Zahfa Almedina

Terkait

Tags: golden ageIndonesiaIslampendidikanPendidikanKarakterPeradaban
Previous Post

Iman Kepada Hari Akhir Sebagai Motivasi untuk Hidup Lebih Baik

Next Post

Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital melalui Inspirasi Al-Qur’an

Herliana Setyaning Pramesti

Herliana Setyaning Pramesti

Next Post
Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital melalui Inspirasi Al-Qur’an

Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital melalui Inspirasi Al-Qur'an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.