Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. Pengertian negara kepulauan adalah negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Populasi penduduk ini kemudian tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Tidak heran apabila negeri ini memiliki keberagaman yang sangat berlimpah, mulai dari keberagaman ras, suku, bahasa, agama, budaya, hingga adat istiadat. Oleh karenanya kita bisa saling mengenal dan menjadikannya sebagai icon negara kita tercinta. Berbeda juga dapat menjadikan kita menjadi satu dan semakin erat dalam memahami satu sama lain. Dengan mengerti dan saling berbagi pengetahuan yang ada akan membuka jendela cakrawala, menjadi pribadi yang aktif dan inovatif serta dapat membersamai dalam suatu keluarga.
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Keberagaman
Berkenaan dengan adanya konflik maupun persoalan yang terjadi akibat adanya keberagaman. Maka diperlukan implementasi ulang nilai-nilai pancasila guna menjaga persatuan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sudah seharusnya menjadi pedoman setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diketahui Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa. Sehingga peran Pancasila dalam berkehidupan di masyarakat yang majemuk sangatlah dibutuhkan.
Pancasila merupakan landasan yang mendasari segala kegiatan, termasuk kegiatan sosial. Segala bentuk kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian haruslah berlandaskan sila-sila pancasila. Hal ini bertujuan agar kegiatan-kegiatan sosial berjalan sesuai jati diri bangsa. Pancasila juga sebagai dasar filsafat dan ideologi bangsa Indonesia, diharapkan dapat menjadi pemecah persoalan yang ada.
Baca Juga: Solidaritas Masyarakat, Upaya Menghadapi Pandemi Covid-19
Sila-sila dalam Pancasila yang memiliki nilai terkait Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan keharmonisan antar umat beragama sehingga mampu meningkatkan rasa solidaritas. Saling menghargai serta menghormati, meningkatkan semangat persatuan, dan kesatuan di dalam setiap individu yang beragam.
Membangun Toleransi sebagai Aplikasi Nilai-Nilai Pancasila
Tak lepas dari itu semua, sikap dan perilaku yang perlu ditonjolkan sebagai kita pemuda bangsa yang ikut andil dalam perubahan tatanan kehidupan. Pemuda yang memberikan suatu perubahan untuk negerinya juga harus mengerti apa perbedaan tersebut. Bagaimana menyikapi hal yang ada, perbedaan yang terjadi. Jika kita sebagai pemuda sudah mengerti dan paham posisi kita, maka semua tentang perbedaan yang ada tidak akan menjadi penghalang.
Penghalang yang dimaksudkan disini adalah penghalang kemajuan bangsa dimana jika satu orang tak mengerti adanya keberagaman dan menjatuhkan keberagaman tersebut, maka hal ini akan menjadi ujung tombak bagi pemuda yang lain. Berkebalikan dari hal tersebut, jika satu pemuda menghargai penting dan indahnya keberagaman yang ada, maka disanalah tercipta toleransi indah guna mewujudkan persatuan tanah air.
Dampak dari Adanya Keberagaman
Dengan adanya keberagaman dapat menyebabkan dampak negatif yaitu terjadinya perpecahan bangsa (disintegrasi). sejarah telah membuktikan bahwa Indonesia pernah menghadapi persoalan adanya daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI, yakni Provinsi Timor Timur. Wilayah Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia pada 1999 dan menjadi negara Timor Leste. Dengan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia menunjukan jika masyarakat diwarnai dengan berbagai macam perbedaan.
Kondisi tersebut menyimpan potensi konflik. Kenyataannya konflik masih sering terjadi yang dilatarbelakangi dengan keberagaman tersebut. Sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami keberagaman di Indonesia. Caranya dengan mengupayakan untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI. Tanpa kesadaran dengan keberagamaan tersebut, maka bangsa Indonesia bisa terjerumus ke arah perpecahan dan ketidakharmonisan.
Keberagamaan di Indonesia juga memiliki dampak positif. Di mana bisa menumbuhkan kebersamaan dengan memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang sangat berharga. Sehingga Indonesia menggunakan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, yang artinya berbeda-beda tetap satu jua.
Makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengandung bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, adat-istiadat, ras dan agama yang beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Mereka bisa bersama-sama dalam perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan keberagaman untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras, dan agama bukan untuk perpecahan.
Fenomena Sosial tentang Keberagaman Suku, RAS, atau Agama
Sudah selayaknya pancasila menjadi pijakan utama bangsa dalam berinteraksi dengan sesama, terutama dalam hal berwarganegara. Sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara besar Yang kaya akan warisan budaya dan keberagaman. Kemajemukan atau keragaman bangsa Indonesia tidak terlihat dari beragamnya jenis suku bangsa.
Namun terlihat juga dari beragamnya agama yang dianut penduduk. Suasana kehidupan beragama yang harmonis di lingkungan masyarakat heterogen dengan berbagai latar belakang agama terbangun karena toleransi yang saling menghargai perbedaan. Berbagai kegiatan sosial budaya berciri, gotong royong, karakter masyarakat Indonesia yang saling menghormati antara berbagai perbedaan golongan, suku bangsa, hingga agama.
Dalam masyarakat Indonesia dapat dijumpai berbagai sub kelompok masyarakat yang tidak bisa di satu kelompokkan satu dengan yang lainnya. Adanya tidak kurang dari 500 suku bangsa di Indonesia menegaskan kenyataan itu. Demikian pula halnya dengan kebudayaan mereka. Sementara heterogenitas yang merupakan kontraposisi dari homogenitas mengindikasikan suatu kualitas dari keadaan yang menyimpan ketidaksamaan dalam unsur-unsurnya.
Artinya, masing-masing sub kelompok masyarakat itu beserta kebudayaannya bisa sungguh-sungguh berbeda satu dari yang lainnya. Dalam tulisan ini, heterogenitas akan dipakai secara bergantian sebagai kebhinekaan.
Pentingnya Nilai-Nilai Pancasila dalam Keberagaman
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia terdapat beraneka ragam suku, budaya, agama. Oleh karena itu, pentingnya ada suatu persatuan yaitu Pancasila supaya negara kita bisa bersatu dari beraneka ragam suku, budaya dan agama. Setiap sila dalam Pancasila berperan penting sebagai dasar kehidupan dalam negara republik Indonesia ini.
Di dalam sila tersebut mengajarkan kita untuk saling toleransi dan menghargai sesama supaya Indonesia bisa bersatu dan tetap terus maju. Dengan Pancasila, kita dipersatukan dari berbagai karakter maupun kepribadian yang berbeda-beda. Tanpa Pancasila, akan sulit bersatu dan tetap teguh berada dalam kesatuan yang sama.
Baca Juga: Memaknai Hijrah dan Gerakan Hijrah secara Lebih Mendalam
Dalam sila pertama mempunyai peran dalam menjembatani agama yang ada di Indonesia supaya kita saling menghargai dan memiliki toleransi umat beragama di Indonesia. kemudian, sila kedua mengingat kan kita bahawa tidak boleh melanggar hak asasi manusia seseorang. Sila ketiga memberi tahu kita betapa pentingnya Indonesia untuk tetap harus bersatu, walaupun terdiri dari banyaknya pulau, suku maupun agama.
Sila keempat mengajarkan kita pentingnya demokrasi yakni menghargai pendapat setiap orang, tidak bertindak semena-semena. Sila kelima yakni setiap rakyat Indonesia diperlakukan sama di mata hukum tanpa memandang suku, ras ataupun agama.
Penulis: Sherinne, Rama, Luthfia Firdaus Maharani, Riyya Hanana, Riansyah Fadly, dan Aiyu Nur Rohmah. (Alumni pelatihan #Pancasila Lahir Batin yang diselenggarakan oleh PSBPS UMS bekerjasama dengan LPIDB UMS pada 25-28 Agustus 2020).