Oleh: Athaya Zahra Nayna Ramadhani
Banyak sekali hal yang sudah berubah di era sekarang. Semua serba canggih, serba modern, dan serba digital. Kebanyakan sudah mengalami perubahan teknologi. Tak terkecuali dengan Al-Quran. Bentuk mushaf Al-Quran sudah mengalami transformasi. Jika dahulu mushaf Al-Quran hanya berbentuk tulisan dan dicetak, maka sekarang mushaf Al-Quran tersedia dalam bentuk digital yang tersedia di dalam smartphone. Sehingga mudah dan praktis untuk dibaca dan dibawa kemana-mana.
Tapi, walaupun Al-Quran digital ini mudah sekali diakses, kenyataannya masih banyak remaja yang malas untuk sekedar mendownload aplikasi Al-Quran ini. Lebih parahnya lagi, masih banyak remaja yang kesulitan untuk membaca Al-Quran. Kebanyakan dari remaja muslim sekarang adalah lebih suka menghafalkan nyanyian daripada Al-Quran. Lebih suka membaca gosip daripada Al-Quran. Al-Quran dibiarkan saja menganggur sampai berdebu. Tak pernah sekedar disentuh apalagi dibaca.
Perlu adanya kesadaran di kalangan generasi muda untuk lebih mencintai Al-Quran dibandingkan hal-hal yang kurang bermanfaat. Kesadaran ini tidak hanya sebatas pemahaman, tapi juga harus diwujudkan dalam tindak nyata. Salah satu caranya adalah dengan memnafaatkan teknologi digital untuk mendekatkan diri kita kepada Al-quran. Membumikan Al-Quran bukan sekedar memanfaatkan teknologi digital Al-Quran tadi, tapi juga sebagai pengamalan nilai-nilai islam di kehidupan sehari-hari sehingga ajaran Al-Quran benar-benar dapat membentuk perilaku dan akhlaq generasi muda menjadi jiwa yang qurani (Nurrohim, 2025).
Al-Quran sebagai kitab suci umat islam yang didalamnya mengandung pelajaran dan bekal untuk kita menjalani kehidupan sesuai perintah Allah SWT. Al-Quran adalah pedoman hidup seorang muslim. Jika pedoman saja jarang kita baca atau bahkan tidak bisa kita baca, maka bagaimana kita menjalani kehidupan terarah (Andri Nirwana AN, 2023). Oleh karena itu, kemampuan membaca Al-Quran sangat penting. Di zaman yang serba modern ini pasti banyak metode yang mudah kita akses untuk membaca, memahami, dan memperdalam Al-Quran. Namun, kemudahan akses tersebut tidak akan berarti jika tidak ada kemauan yang dalam diri kita. Generasi muda perlu menumbuhkan semangat belajar dan mengutamakan Al-Quran di atas kesibukan duniawi.
Sebagai seorang muslim, kehidupan yang dijalani harus berbeda dengan selain muslim. Kita harus bijak menghadapi perkembangan zaman. Bahwa se-modern apapun dunia ini, ingatlah kita berkewajiban untuk menjadikan perkembangan zaman sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yang senantiasa menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Dengan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman, maka artinya kita menyelamatkan hidup kita agar tidak tersesat oleh arus dunia. Sehingga kita mampu menjaga akhlaq dan iman tentunya sesuai dengan tuntunan islam untuk menghadapi tantangan zaman dengan bijak.
Penerapan digital Al-Quran ini sangat mudah untuk diakses. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk jarang membaca Al-Quran. Selain mudah diakses, Al-Quran digital ini mempunyai fitur yang menarik (Dila Purwa Lestari, 2025). Seperti, teks mushaf digital yang kapan saja bisa diakses, terjemahan dan tafsir untuk memahami makna ayat, audio murottal dari qari terkenal, serta pewarnaan pada tajwid untuk membantu kita membaca Al-Quran dengan benar. Al-Quran digital juga biasanya menyediakan fitur dzikir pagi dan petang, doa sehari-hari, hingga asbabun nuzul ayat tersebut.
Namun, dibalik segala keunggulan pasti selalu ada sisi negatif atau kekurangan pada sesuatu. Begitu juga dengan Al-Quran digital ini. Contohnya seperti, gangguan dan fitur yang berbayar, masalah kesehatan mata, kurangnya kepercayaan dan verifikasi. Selain itu, Al-Quran digital juga beresiko menimbulkan kecenderungan pada gawai sehingga dapat mengurangi interaksi langsung dengan mushaf Al-Quran. Oleh karena itu, kita harus tetap berhati-hati dalam menggunakannya. Kalau diperlukan kita bisa meminta bimbingan dari guru, ustadz, maupun lembaga resmi dari penggunaan Al-Qutran digital agar tetap ter-arah dan sesuai ajaran agama islam.
Kehadiran Al-Quran digital adalah salah satu nikmat teknologi yang patut kita syukuri. Karena, manfaat dan kemudahannya dalam mengakses membuat kita seharusnya lebih rajin untuk membaca, mendalami, dan memahami Al-Quran. Penggunaan Al-Quran digital dapat menjadi pelengkap yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, Al-Quran digital juga dapat menjadi media dakwah yang relevan pada masa kini.
Harapannya, dengan semua perkembangan teknologi saat ini, umat muslim dapat bijak mempergunakannya. Perkembangan zaman seharusnya tidak membuat umat muslim jauh dari Tuhannya. Modernisasi bukan penghalang, tetapi justru menjadi jembatan untuk melestarikan budaya-budaya islam, untuk memajukan umat islam agar lebih maju. Dengan Al-Quran digital yang telah ada, dapat menjadikan sarana yang efektif untuk menjadikan umat muslim semakin cinta dan dekat dengan Al-Quran.
Semoga perkembangan ini, dapat menjadikan kita hamba yang selalu menjaga semangat untuk senantiasa membaca Al-Quran. Dapat membentuk kepribadian yang mulia sesuai dengan tuntunan Al-Quran. Dan mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan Al-Quran agar senantiasa menjadi bacaan favorit seluruh umat islam, dari kalangan manapun.
Editor: Zahfa Almedina