Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Tips Hidup Nyaman di Zaman Now

Rolita Salwa Nur Afifah by Rolita Salwa Nur Afifah
Oktober 2, 2025
in Esai, Narasi
0
Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Tips Hidup Nyaman di Zaman Now
32
SHARES
186
VIEWS

Oleh: Rolita Salwa Nur Afifah

Amar Ma’ruf Nahi Munkar merupakan salah satu tips supaya kita bisa hidup tenang dimanapun itu. Kenapa bisa disebut sebagai salah satu tips hidup tenang? Karena Amar Ma’ruf Nahi Munkar itu berarti mengajak kepada kebaikan dan melarang dari keburukan. Jika kita terbiasa melakukan perbuatan baik (Amar Ma’ruf) bisa membuat pemikiran kita jadi positif, dan nggak perlu memikirkan hal-hal yang nggak berguna. Jika jiwa manusia  tidak tenang dalam hidup, maka ia tidak akan melahirkan kualitas positif dalam perilaku yang dilakukannya. (Ahmad Nurrohim, 2016).

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Amar Ma’ruf Nahi Munkar ini tugas setiap muslim sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, jadi bukan hanya di lingkungan kajian atau masjid, tetapi kepada masyarakat sekitar kita juga harus menyebarkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Misalnya mengajak teman sholat atau mengingatkan dia supaya tidak menyontek. Tindakan sederhana itu sudah termasuk bentuk nyata Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Apalagi di Zaman Now ini.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar bisa menjadi pedoman kita untuk selalu melakukan hal-hal yang dibolehkan dan berkata tidak pada hal keburukan, kita bisa tegas ke diri sendiri dan menghindari sesuatu yang toxic, itu bikin hati kita jadi lebih nyaman. Terbentuknya karakter positif menuntut adanya perbuatan positif, dan perbuatan positif akan sukses dengan meniadakan perbuatan negatif. (Ahmad Nurrohim, 2016)

Beberapa Tips Hidup Nyaman dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar :

  1. Ikhlas: Kunci Utama dalam Berbuat Baik

Kadang kita jadi malas berbuat baik karena takut tidak dihargai dan diremehkan. Di sinilah pentingnya Ikhlas, kita belajar untuk berbuat baik tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan balasan. Ada sebuah ayat di Al-Qur’an yang mengajak kita untuk berbuat baik satu sama lain. Seperti yang telah diterangkan di QS. Ali Imran Ayat 104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. 

Ikhlas dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar juga berarti kita tidak mengharapkan tujuan-tujuan lain seperti mencari kedudukan dan kekuasaan, melainkan hanya semata-mata mengharapkan Ridha Allah. Jika kita ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan Ikhlas, kita bisa menjadi panutan yang baik dan mampu mengajak orang lain dengan kasih sayang, bukan menghakimi. Setiap manusia diperintahkan oleh Allah SWT. untuk saling menasihati dalam kebenaran, baik dalam ilmu maupun amal (Ahmad Nurrohim, 2025). Amar Ma’ruf Nahi Munkar harus dilandasi dengan pemahaman yang benar agar tidak merusak, serta dengan akhlak mulia supaya tidak memunculkan permusuhan. Keikhlasan bisa menjadi kunci bahwa ilmu dan akhlak tersebut dilakukan untuk tujuan yang benar. Jadi, Ikhlas adalah salah satu kunci Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

  • Bersyukur 

Bersyukur bukan langsung termasuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar, tetapi ada hubungannya. Dengan kita mengajak satu sama lain untuk bersyukur itu termasuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar, contohnya seperti mengingatkan teman agar tidak mengeluh itu berarti mengajak ke arah kebaikan. Seperti yang dijelaskan dalam QS. Ibrahim ayat 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ 

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. 

Kita sebagai makhluk – Nya harus pandai bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada kita bahkan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada siapa yang pandai bersyukur atas nikmat yang Telah diberikan (Ahmad Nurrohim, 2025).

  • Teladan Diri (Mendahulukan Diri Sendiri)

Sebelum kita berbuat baik, kita harus tanamkan kepada diri kita sendiri terlebih dahulu Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Karena, diri sendiri adalah objek dakwah yang paling penting sebelum kita melakukannya ke orang lain. Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar, bisa saja orang lain yang melihat itu tersentuh hatinya untuk melakukan hal yang sama.

Kebaikan itu menular, misalnya kalau ada orang yang selalu ramah, ceria, pasti lingkungan jadi terasa lebih hangat. Amar Ma’ruf sesimpel itu untuk mengajak pada kebaikan dengan cara yang lembut. Semakin sering dilakukan, suasana hati akan jadi lebih tenang karena kita sudah terbiasa melakukan hal baik.

  • Gunakan Cara yang Lembut

Misalnya di zaman sekarang sudah terkenal yang namanya media sosial, kita bisa membuat konten edukasi dan dikirim ke media sosial dengan ciri khas ajakan yang kita punya, bisa jadi dari konten yang kita buat banyak orang yang melihat dan sadar akan pentingnya Amar Ma’ruf Nahi Munkar untuk kehidupan kita saat ini. Hidup kita bisa tenang karena sudah berusaha mengajak orang ke hal-hal yang baik. Menggunakan kata-kata yang tepat dan efektif, berbicara sesuai dengan tingkat pemahaman lawan bicara, menyampaikan pesan dengan jelas dan dapat dipahami, dan menggunakan bahasa yang menyentuh hati dan pikiran (Ahmad Nurrohim, 2024).

Hidup nyaman bukan berarti hidup tanpa masalah. Tapi dengan membiasakan diri dengan kebaikan (Amar Ma’ruf) dan berusaha mencegah keburukan (Nahi Munkar), kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih damai dan hati yang lebih tenang. Konsep Amar Ma’ruf Nahi Munkar menyiratkan pesan bahwa setiap umat Islam harus berpartisipasi menciptakan tatanan sosial yang stabil dan nyaman, yang dapat memberikan jaminan bagi terciptanya kualitas hidup masyarakat yang baik (Mohammad Ridwan, 2020).

Editor: Astyra Gita Kinanti

Terkait

Tags: AgamaDakwahIslamMuhammadiyahpendidikan
Previous Post

Peran Al-Qur’an dalam Pengembangan Karakter Individu

Next Post

Membumikan Al-Quran di Era Modern Demi Mewujudkan Generasi Muda Berjiwa Qurani

Rolita Salwa Nur Afifah

Rolita Salwa Nur Afifah

Next Post
Membumikan Al-Quran di Era Modern Demi Mewujudkan Generasi Muda Berjiwa Qurani

Membumikan Al-Quran di Era Modern Demi Mewujudkan Generasi Muda Berjiwa Qurani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.