Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Lunturkan Ego Digital: Menghidupkan Kembali Adab Gen Z terhadap Orang Tua

Azka Arrijal Rahmat by Azka Arrijal Rahmat
Oktober 30, 2025
in Esai, Narasi
0
Lunturkan Ego Digital: Menghidupkan Kembali Adab Gen Z terhadap Orang Tua
21
SHARES
123
VIEWS

Oleh: Azka Arrijal Rahmat

Di era yang penuh dengan kecanggihan teknologi dan berbagai kemudahan serta serba digital ini, membuat budi pekerti Gen Z muliai terkikis. Karena dengan berbagai kemudahan tersebut, banyak kebiasaan baik Gen Z mulai terkikis, hal ini merupakan akibat dari tontonan mereka, atau komunikasi mereka yang menyebabkan terpengaruhnya mereka dengan pengaruh negatif dari mediasosial. Terkhusus dalam berprilaku kepada orang tua, yang mana orang tua merupakan sosok manusia yang harus kita hormati, kita berbuat baik kepadanya, kita turuti perintahnya dan juga kita tidak boleh membantahnya kecuali jika perintah tersebut bertentangan dengan syariat Islam. Tapi sebelumnya, siapa sih Gen Z itu?

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Gen Z, atau Generasi Z, adalah kelompok demografis yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Dikenal juga sebagai generasi digital karena tumbuh di era saat internet dan teknologi digital berkembang. Karakteristik utama mereka meliputi melek teknologi, lebih sadar sosial, berjiwa wirausaha, dan sering dianggap memiliki ketahanan (resilience) yang lebih rendah karena terbiasa dengan hal yang serba cepat.

Dari pengertian diatas, Gen Z sekarang didominasi oleh para remaja atau pemuda yang mana mereka sudah melek teknologi bahkan sampai di era 5.0. Namun sayang, kita melihat di sekitar kita banyak terjadi ketimpangan akhlak dan perbuatan. Baik pembullyan atau minim moral kepada orang yang lebih tua. Dalam masalah perilaku atau attitude, hendaknya seorang muslim harus menjaga perilakunya kepada sesama manusia. Baik yang lebih tua maupun yang lebih muda. Orangtua kitalah yang berhak untuk kita perlakukan dengan sangat baik. Karena mereka merupakan sebab kita ada di dunia dan merawat kita hingga sekarang ini setelah pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Adab Terhadap Kedua Orang Tua

  1. Selalu Berbakti kepada Keduanya selama Mereka Tidak Menyuruh Berdosa dan Bermaksiat

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ Ayat 23-24 Allah Ta`ala Berfirman :

وَقَضَٰى رَبُّكَ أَ الَّ تَعْبُدُوا إِ الَّ إِيااهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِ اما يَبْلُغَ ان عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَهَُمَا فَلََ تَقُلْ لَهُمَا أُ ‘فٍّ وَلََّ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًَّ كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّ ِ’ل مِنَ ال ارحْمَةِ وَقُلْ رَ ‘بِ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبايَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali- kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa’/17 : 23-24]

Dalam ayat tersebut termaktub jelas bahwa setelah Allah Ta’ala melarang kita melakukan syirik kepada-Nya, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berperilaku baik kepada mereka.

Sebagai Gen Z, seyogyanya kita selalu menjalankan perintah yang Allah perintahkan dan juga menjauhi segala larangan-Nya agar kita termasuk bagian dari orang orang yang bertakwa. Karena berbakti kepada kedua orang tua adalah jalan tengah menuju surga. Seorang ayah utamanya. Seperti yang disebutkan dalam riwayat Tirmidzi, bahwasanya ayah seperti tengah-tengah pintu surga dalam hadits Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

[قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَناةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ» [أخرجه الترمذي

“Seorang ayah ialah tengah-tengah pintu surga, terserah kalau kamu ingin, sia-siakan pintu tersebut atau kamu merawatnya”. HR at-Tirmidzi no: 1900. Beliau berkata hadits shahih.

Dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan pada kita selaku umatnya, bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua itu lebih baik pahalanya daripada amalan jihad di jalan-Nya. Sebagaimana dalam kabar yang shahih yang sampai pada kita, yaitu sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud radiyallahu’anhu, beliau berkata :

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ، قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Aku pernah bertanya kepada Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah ta’ala? Beliau menjawab: “Sholat tepat pada waktunya”.

Kemudian amalan apa lagi? Tanyaku kembali. Beliau menjawab: “Berbuat baik pada kedua orang tua”. Lalu apa lagi? Tambahku lagi. Beliau bersabda: “Berjihad dijalan Allah”. HR Bukhari no: 527. Muslim no: 85.

  • Merendahkan Diri di Hadapan Keduanya dengan Tawadhu’ dan Penuh Kasih Sayang sebagai Perwujudan firman Allah Ta`ala,

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ

”Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang…”(QS. Al-Israa’:24)

  • Berdoa untuk Keduanya dengan Memohonkan Rahmat dan Ampunan dari Allah Ta`ala, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

“Dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Israa’:24)

Sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ 

“Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga,” Maka  ia  pun  bertanya:  “Wahai  Rabbku,  bagaimana  ini  bisa  terjadi?” Allah   menjawab:   “Berkat   istighfar   anakmu   bagi   dirimu”. (Hadits shahih. HR. Ahmad, no. 10232)

Dan masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk berbakti kepada orang tua kita, baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat. Lawan dari berbakti kepada kedua orang tua adalah durhaka kepada kedua orang tua. Hendaknya para Gen Z menjauhkan diri dari perbuatan tersebut karena perbuatan tersebut merupakan salah satu dosa besar diantara dosa dosa yang besar. Dan para Gen Z harus menyibukkan diri dengan ketaatan kepada Allah. Salah satu ketaatan yang bisa mereka lakukan adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua seperti: membantu membersihkan rumah, membeli air galon, belanja ke pasar dll. Jangan sampai orang tua kita murka kepada kita yang membuat hidup kita tidak berkah dan penuh dengan kesulitan-kesulitan,

“Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua”.

Mungkin ini sedikit yang bisa penulis sampaikan, nasihat ini terkhusus untuk penulis sendiri yang termasuk kedalam Gen Z dan juga para pembaca dimanapun berada, kurang lebihnya mohon maaf nuun walqolami wamaa yasthuruun. Fastabiqul Khoiroot.

Dirumah, Ciledug Tangerang 8 Jumadal Ula 1447H (29 Oktober 2025)

Editor: Astyra Gita Kinanti

Terkait

Tags: Anak IndonesiaGen ZIslamOrang Tuapendidikan
Previous Post

Belajar dari Ukraina: Ketika Komedian Menjadi Pemimpin Perang di Tengah Paradox Demokrasi dan Solusi Menurut Islam

Next Post

Nggak Mau Kena Toxic Culture di Tempat Kerja? Riset Budaya Perusahaan Dulu, Baru Lamar!

Azka Arrijal Rahmat

Azka Arrijal Rahmat

Next Post
Nggak Mau Kena Toxic Culture di Tempat Kerja? Riset Budaya Perusahaan Dulu, Baru Lamar!

Nggak Mau Kena Toxic Culture di Tempat Kerja? Riset Budaya Perusahaan Dulu, Baru Lamar!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.