Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Jokowi Makin Asyik

Nurbani Yusuf by Nurbani Yusuf
Agustus 22, 2020
in Esai
0
jokowi
20
SHARES
120
VIEWS

Aksi bela Islam 212 sungguh fenomenal, jutaan massa berkumpul. People Power saya bilang. Dua kali saya hadir di Monas. Berharap Jokowi rubuh, tapi malah kian kokoh. Lantas KAMI meski dengan skala lebih kecil juga tak kalah riuh. Tema melengserkan Jokowi masih hangat ada ribuan ghirah dengan puluhan niat. Politik memang niscaya.

“Jangan percaya politisi” kata Nikita Khurchef, perdana menteri Rusia kala itu. “Politisi berjanji akan bangun jembatan di mana tak ada sungai” kata Khurchev melanjutkan. Politisi berjanji akan menyelamatkan padahal menjerumuskan. Berjanji akan melawan kezaliman padahal politisi adalah sumber kezaliman itu sendiri.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Sebagian politisi memang ada yang terus merawat semangat anti rezim. Soekarno dibilang PKI. Soeharto dicap neokolim. Habibie diragukan nasionalismenya karena punya dua kewarganegaraan. Gus Dur dicap Islam liberal. Megawati titisan orla. SBY melankolis. Jokowi plonga-plongo. Lantas siapa presiden yang antum inginkan?

Tak pernah kehilangan tema untuk membahas orang satu ini. Hampir semua suka membincang Jokowi baik yang bersetuju atau tidak. Tokoh paling fenomenal di paruh pertama abad 21. Presiden yang dipuja oleh para pendukung yang setia dan sasaran bully bagi lawan politiknya. Dan itu yang menyebabkan elaktabilitasnya tetap tinggi terjaga. Selalu menjadi trending topic dimanapun. Inilah Presiden paling mempesona menurut para pemilihnya sekaligus menyebalkan bagi lawannya.

Tapi maaf, saya tidak memilih Jokowi pada Pilpres kemarin lusa sebab setiap capres yang saya pilih selalu keok. Amien Rais kalah, Megawati kalah, Prabowo kalah, bahkan Gus Ipul juga kalah. Politik memang unik bahkan suami dan isteri bisa beda pilihan meski ngakunya sama. Jadi jangan pernah percaya dengan pilihan isteri, saat di bilik suara, hanya dia dan Tuhannya yang tahu.

***

Imam Al Junaid Abu Qasim Al Baghdadi, salah seorang ulama salaf, maha guru sufi masyhur, berjalan diiringi para muridnya usai shalat Jumat. Beliau dikenal alim. Banyak ilmu dan suka menolong. Majelisnya selalu penuh sesak karena tausiyahnya menyenangkan. Tidak menggurui dan yang terpenting tidak merasa paling benar sendiri.

Suatu hari sepulang shalat jumat, Al Junaid menepi ke pinggir karena tak ingin mengganggu anjing berserta anaknya yang lewat. Beliau berhenti memberi jalan, hingga semua anak anjing lewat tanpa terganggu. Sontak para santri penasaran dan mengajukan banyak tanya.

Guru, kenapa harus minggir, kenapa menepi dan mengalah, bukankah dia hanya anjing, hewan najis yang kita diharuskan mencuci tujuh kali dan satu diantaranya harus dengan tanah, masih belum cukupkah keterangan bahwa dia hanya binatang haram, najis, dan rendah?

Dengan tenang sang guru menjawab. “Saat berpapasan tadi anjing bertanya kepadaku, yang aku tak bisa menjawab.” Jawabnya.

“Apa salahku diawal penciptaan hingga aku diciptakan menjadi makhluk haram dan najis. Dan apa kebaikan dan jasamu di awal penciptaan hingga kau diciptakan sebagai makhkuk yang paling mulia?” tanya anjing.

***

Saya tak tahu seberapa rendah Jokowi di mata lawan politiknya hingga siapapun yang dekat dengannya akan dicap buruk. Kemudian memuja kepada siapapun yang menjauh darinya syukur ikutan membully.

Anis Baswedan dicap penyebar Syiah, agen Yahudi hingga antek liberal karena menjadi tim sukses. Kemudian sontak berubah menjadi pemimpin idola dengan berbagai sebutan dan gelar mulai dari Good Bener hingga khalifah sayidin panoto gomo yang amanah, jujur, adil dan merakyat. Sebaliknya Tuan Guru Bajang di cap ulama busuk dan hafalan al Quran-nya di doakan tinggal dua ayat setelah sebelumnya di puja-puja sebagai gubernur paling alim, paling jujur, paling amanah, paling Islam dan paling-paling yang lain.

Politik beraroma kebencian makin kental dan itu merambah tidak terdeteksi. Dan saya berlindung dari membenci dan membully kepada siapapun yang saya tak suka. Junjungan dan kekasihku berujar: “Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu di suatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu” (Riwayat Turmidzi)

Tapi semua terserah kita, mau membenci atau memuji sesuka hati tak ada yang melarang karena semua akan berpulang kepada masing-masing tanpa terkurangi. Tapi mungkin saja Jokowi malah memanen kebaikan karena bully dan ghibah yang dilakukan padanya. Apapaun yang kita lakukan semoga karena kebaikan dan ridha bukan karena ambisi dan serakah nafsu kuasa. Wallahu a’lam.

Editor: Yusuf

Terkait

Tags: jokowiPolitik
Previous Post

Khilafah vs Pancasila: Dalam Konteks Keindonesiaan

Next Post

Call for Participant: Critical dan Design Thinking

Nurbani Yusuf

Nurbani Yusuf

Komunitas Padhang Makhsyar

Next Post
critical dan design thinking akan

Call for Participant: Critical dan Design Thinking

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.