Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Ibn Khaldun: Si Jenius Muslim Interdisipliner yang Berjasa bagi Dunia

RedaksiKS by RedaksiKS
Mei 24, 2022
in Esai, Sejarah
0
Ibn Khaldun: Si Jenius Muslim Interdisipliner yang Berjasa bagi Dunia
90
SHARES
527
VIEWS

Di dunia ini ada ilmu-ilmu yang lahir dari berbagai kalangan, baik dari ras, suku, bangsa dan agama. Setiap agama mempunyai asuhan yang memiliki ilmu dengan sumbangsih besar di dunia, seperti Kristen ada St. Agustinus, Hindu ada Mahatma Gandhi, Budha ada Robert Thurman, kemudian di Islam ada berbagai tokoh, baik dari bidang sains, sosial, maupun sejarah, yaitu Ibn Khaldun. Sehingga Islam dalam perkembangan dunia, sangat tidak dapat terpisahkan dan harus selalu mengawal peradaban dunia.

Terlepas dari sekarang yang peradabannya lebih condong di Barat dan Ke Barat. Perlu kita ketahui pada abad ke 12 di Era Keemasan Islam, tepatnya pada dinasti Abbasiyah. Dunia berada dalam genggaman Islam, mulai dari industrialisasi, filsafat, matematika, sanis dan sebagainya. Sehingga apa yang dinikmati saat ini adalah sebagian besar masih terdapat DNA para ilmuwan Muslim. DNA ini harus terus kita jaga dan lestarikan, jangan sampai hilang oleh mereka yang ingin merusak Islam.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Ibn Khaldun dalam pandangannya tentang sejarah, mengatakan bahwa keterangan sejarah mungkin berisi kebohongan. Karena dalam sejarah kebohongan adalah sesuatu yang bisa terjadi. Terutama yang disebabkan oleh kepentingan golongan, kelompok atau partai politik, kepercayaan taklid, ketidakpahaman atas suatu peristiwa, narsis kepercayaan, obsesif terhadap pujian atau penghargaan, serta kapabilitas yang terbatas pada asas-asas umum gerak peradaban. Seperti dalam bahasa kerennya “sejarah ditulis oleh mereka yang menang”.

Mengenal Sosok Ibn Khaldun

Namun, sebelum lanjut pembahasan terkait Pemikiran future Si Jenius Muslim Ibn Khaldun, kita akan membahas terkait biografi Ibn Khaldun. Beliau bernama lengkap Waliyuddin ‘Abd al-Ramhan ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Abu Bakr Muhammad ibn al-Hasan ibn Khaldun. Lahir di Tunisia di awal bulan Ramadhan 732 H bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1333 M. Beliau berasal dari Hadralmaut dan memiliki silsilah sampai pada Wayl ibn Hujr, salah satu sahabat Nabi dari Kabilah Kindah.

Ibn Khaldun seorang ilmuwan yang produktif dalam menulis. Bukti karya-karya beliau, seperti al-I’bar wa Diwan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam al-A’rab wa al- ‘Ajam wa al-Barbar wa man Siwahum min Dzaw al-Sulthan al-Akbar atau (al-I’bar) yang mencakup tujuh jilid besar. Penjelasan di dalam kitabnya, terdapat banyak bidang ilmu, seperti sosial dan kajian-kajian sejarah. Berawal dengan sebuah pembahasan tentang masalah-masalah sosial manusia yang kita kenal dengan nama Muqaddimah ibn Khaldun yang merupakan jilid pertama dari kitab al-I’bar.

Ibn Khaldun dan Multidimensi Sejarah

Pemikiran besar Ibn Khaldun tentang sejarah adalah dengan melihat dua sisi dalam bangunan sejarah, yaitu sisi luar dan sisi dalam. Dari sisi luar, sejarah tidak lebih dari rekaman siklus periode dan kekuasaan masa lampau. Tetapi bila melihat secara mendalam, sejarah menjadi penalaran kritis (nadhar) dan usaha cermat mencari kebenaran. Sejarah merupakan penjelasan cerdas tentang sebab-sebab dan asal-usul atas segala sesuatu. Sejarah menjadi pengetahuan yang amat mendalam tentang bagaimana dan mengapa suatu peristiwa itu pernah terjadi.

Ibn Khaldun berpendapat bahwa untuk memahami sejarah harus membutuhkan ilmu bantu. Ilmu bantu menurut Ibn Khaldun adalah ilmu kultur (Ilm al-Umran). Ilmu ini berfungsi untuk mencari pengertian tentang sebab-sebab yang menjadikan manusia senantiasa berbuat, melacak akibat dari perbuatan itu, sebagaimana tercermin dalam peristiwa sejarah itu sendiri. Filsafat sejarah mengemukakan Ibn Khaldun pada dasarnya berasal dari al-Qur’an dan Sunnah. Hal ini terlihat dalam kitab Muqaddimah nya yang penuh dengan inspirasi dari al-Qur’an.

Kemudian hubungan bagi Ibn Khaldun sejarah adalah manifestasi dari filsafat (hikmah). Pertautan antara sejarah pada filsafat mengantarkannya pada pengertian yang sederhana. Bahwa filsafat sejarah adalah tinjauan terhadap peristiwa-peristiwa historis secara filosofis untuk mengetahui faktor-faktor esensial yang mengedalikan dari sebuah peristiwa. Sehingga kemudian mengikhtisarkan hukum-hukum umum yang stagnan, yang mengarahkan perkembangan berbagai bangsa dan negara dalam berbagai masa dan generasi.

Filsafat sejarah adalah cara untuk menyempurnakan serta mencari jalan kebenaran dari hadirnya sebuah peristiwa yang dianggap sejarah dan masih terlalu abstrak serta acak-acakan. Tidak hanya itu, filsafat sejarah juga menjadi wawasan serta penilaian bagi subjek atau pemikir sejarah filsafat sejarah.

Konsep Pemikiran Ibn Khaldun Tehadap Ekonomi

Kemudian pemikiran ekonomi Ibn Khaldun yang juga merupakan bapak ekonomi Islam, selain sebagai bapak sosiologi dunia. Ibn Khaldun adalah ekonom dengan pemikiran perhitungan yang sangat layak untuk dibuat rujukan. Pemikirannya tentang ekonomi, dalam Muqaddimah ia mengatakan bahwa motif ekonomi timbul karena hasrat manusia yang tidak terbatas. Sedangkan barang-barang yang dinginkannya sangat terbatas. Oleh karena itu, Ibn Khaldun untuk memecahkan persoalan ekonomi, beliau menggunakan dua sudut pandang, yaitu sudut tenaga (werk, arbeid) dan dari sudut pandang kegunaannya.

Sudut pandang tenaga pertama berguna untuk mengerjakan barang-barang (object) untuk memenuhi kebutuhannya sendiri (subjek), bernamakan “ma’asy” (penghidupan). Kedua untuk mengerjakan barang-barang yang memenuhi kebutuhan orang-orang banyak (massaal subjektif), bernamakan tamawwul (perusahaan).

Adapun sudut kegunaannya adalah pertama kegunaan barang-barang yang dihasilkan itu hanyalah untuk kepentingan sendiri, dinamakan rizqy dan kegunaan kedua kegunaannya untuk kepentingan orang banyak, sedang kepentingan orang yang melakukan tidaklah menjadi tujuan utama, atau dinamakan kasab.

Kemudian dalam masalah uang Ibn Khaldun mengatakan bahwa uang akan menempati posisi terpenting dalam hidup manusia dengan tiga alasan dan penggunaan, yaitu pertama menjadi alat penukar dan pengukur harga, sebagai nilai usaha. Kedua, menjadi alat perhubungan, seperti devizen. Ketiga, menjadi alat simpanan di dalam bank-bank. Perkataan Ibn Khaldun tersebut saat ini telah menjadi kenyataan dan kita tidak bisa memungkiri dengan rahmat yang allah berikan kepada Ibn Khaldun, beliau mampu membuat analisis melampaui zamnannya.

Ibn Khaldun Sebagai Peletak Dasar Ilmu Sosial

Yang terkahir adalah tentang sosiologi. Dunia internasional mengenal ibn khaldun sebagai bapak yang meletakkan dasar-dasar ilmu sosial. dalam teorinya di ilmu-ilmu sosial, dirinya mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan orang lain dalam menghidupi hidupnya, baik dari ekonomi dan lainnya. Dalam konsep sosialnya, Ibn Khaldun menggunakan dua jenis kelompok sosial dengan ciri dan tipe yang berbeda, yaitu badawah dan hadharah. Badawah adalah masyarakat yang tinggal di pedalaman, primitif, atau masyarakat yang tingal di daerah gurun.

Sedangkan hadharah adalah masyarakat yang berkehidupan modern, seperti di kota dan memiliki peradaban maju dan dinamis. Pemikiran-pemikiran di atas adalah pemikiran Ibn Khaldun yang mendobrak peradaban dunia dan sampai saat ini masih menjadi bahan referensi serta bahan diskusi berbagai negara. Maka tidak salah apabila Ibn Khaldun mendapatkan pujian dan perhargaan atas pemikirannya, karena di dalamnya penuh dengan masa depan. Dengan karya fenomenal kitab Muqaddimah, beliau adalah ilmuwan yang besar dan patut kita berbangga sebagai umat Islam seantero dunia, dan kita harus berterima kasih kepada Ibn Khaldun atas jasanya kepada dunia terutama agama.

Penulis : Muhammad Nur Rijalludin Wahid

Editor : Akbar Syifa Nursyam

Terkait

Previous Post

Kerusakan Perdamaian Negeri Pertiwi Ulah Siapa

Next Post

Ulama’ dan Umara’ dalam Perspektif Maulana Rumi

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Tidak Harus Tunggu Khilafah untuk Tegakkan Syari’at

Ulama' dan Umara' dalam Perspektif Maulana Rumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.