Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Ernst Cassirer: Manusia Sebagai Animal Symbolicum

Ihwanun Nafi' by Ihwanun Nafi'
Juni 1, 2022
in Filsafat
1
Ernst Cassirer: Manusia Sebagai Animal Symbolicum
631
SHARES
3.7k
VIEWS

Siapa sih Ernst Cassirer itu? Coba kita ungkap sedikit tentang biografi Ernst Cassirer yang mau kita bahas pada tulisan artikel pendek kali ini. Kayaknya seru kalau membahas filsafat yang membicarakan tentang manusia, apalagi ini zaman yang mana manusia jadi sorotan. Kenapa? karena, manusia adalah tolok ukur bagi makhluk di dunia kalau membicarakan masalah simbol yang diinginkan oleh Ernst Cassirer.

Biografi Ernst Cassirer

Ia lahir pada 28 Juli 1874 di Breslau Jerman. Meninggalnya pada 13 April 1945. Dia adalah seorang figur yang terbilang besar pada ranah pengembangan idealisme filosofis di pertengahan abad ke 20. Dia seorang filsuf Yahudi yang berasal dari negara Jerman. Menggunakan tradisi dari neo-kantianisme Marburg. Dia termasuk filsuf yang mengarah ke kebudayaan, yang mana dari itu dia mengembangkan suatu filosofis budaya sebagai teori simbol yang di temukannya pada fenomenologi pengetahuan.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Amor Fati: Ketika Mencintai Takdir Menjadi Bentuk Tertinggi dari Kebebasan Jiwa

Pada tahun 1993 dia di angkat menjadi professor di Yale University oleh penguasa nasional-nasionalis. Dia sudah pernah menuliskan banyak karya. Adapun karya yang paling penting itu Das Erkcnntnisproblem in der philospohie und Wissencchaft der neuren Zeit (masalah pada pengetahuan dalam filsafat dan ilmu pengetahuan zaman modern). Itulah karyanya, yang memang masih banyak lagi yang tidak bisa kita jelaskan banyak-banyak pada artikel pendek kali ini.

Filsafat Erns Cassirer Tentang Manusia

Ernst Cassirer menganggap, bahwa manusia itu penuh dengan simbol. Menurutnya terdapat perbedaan yang cukup terlihat antara reaksi, manusia dengan dengan reaksi hewani. Kalau hewan itu melakukan reaksi langsung terhadap rangsangan-rangsangan dari luar, tapi kalau manusia misal dapat tekanan atau sebuah respon pastinya di olah dulu baru melakukannya.

Manusia itu adalah tidak lagi hidup pada dunia fisik, menurut Cassirer. Karena, sudah terbawa oleh fakta-fakta yang sudah jadi, dan bergerak pada sebuah jarring-jaring simbolis yang sangat halus dan cukup rumit. Jaring-jaring simbolis itu seperti kebudayaan, yang terdiri dari Bahasa, mite, seni, ilmu, pengetahuan dan juga religi. Jadi, melalui berbagai macam simbol ini menjadikan dunia menjadi mungkin, dimaknai sebagai dunia yang berarti tunggal menjadi dunia yang diartikan menjadi makna jamak.

Manusia memikirkan sistem simbol yang bermacam-macam, menjadikannya sebagai manusia yang terus berkembang dengan perkembangan zaman. Jaring-jaring manusia akan selalu kuat, semakin tahan banting, akan selalu kaya dan sejalan dengan pengalaman manusia yang kaya akan berbagai hal. Maka, manusia akan membungkus diri dengan sebuah bentuk-bentuk Bahasa, kesenian, cerita-cerita mistis atau bisa kita katakan ritual-ritual. Maka dari itu, manusia akan selalu melihat, merasakan apa pun selain melalui simbol-simbol.

Animal Symbolicum

Untuk bisa mengerti apa yang dibahas oleh Cassirer di atas tersebut, bisa kita contohkan seperti perilaku makan dari hewan, misalnya hewan itu kuda, kalau kita kasih makan di hadapannya, pasti kuda akan memakannya apabila ia merasa lapar. Sedangkan manusia, pastinya akan mempersiapkan itu semua untuk memenuhi kebutuhan diri sebelum merasakan lapar. Manusia akan mempersiapkan serta mengolah makanan tersebut dengan bumbu-bumbu yang tersedia biar bisa merasakan sedap, enak, pada makanan yang akan kita santap.

Bisa kita contohkan lagi pada masalah hubungan intim. Misalkan hewan jantan berhadapan hewan betina, pastilah langsung melakukan hubungan dengan lawan jenis yang ada di sekitarnya apabila nafsunya memuncak. Sedangkan manusia haruslah memikirkan dulu prosesnya, dengan dalih harus melakukan pernikahan yang resmi sesuai peraturan yang berlaku dalam agama atau negara. Tidak boleh asal-asalan, karena itu adalah suatu hal yang sacral bagi manusia.

Maka kegiatan-kegiatan simbolik yang ada pada manusia merupakan fakta yang sudah self evident dan melekat pada diri manusia. Bisa kita perhatikan, bukan hanya pada ranah teoritis (misalnya pada ilmu dam filsafat), tetapi juga dalam pengalaman praktis dan kehidupan sehari-hari. Atas dasar itu Cassirer ini mendefinisikan bahwa manusia itu adalah sebagai “animal symbolicum”. Maksudnya itu manusia adalah hidup dalam dunia simbol dan tidak dapat tercabut dari akar-akar simbolismenya. Tanpa akar simbolismenya, manusia akan sulit disebut sebagai manusia.

Editor : Akbar Syifa Nursyam

Terkait

Previous Post

Keistimewaan Karya dari Ibnu Thufail

Next Post

Harun Nasution : Pentingnya Peranan Akal

Ihwanun Nafi'

Ihwanun Nafi'

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Next Post
Harun Nasution : Pentingnya Peranan Akal

Harun Nasution : Pentingnya Peranan Akal

Comments 1

  1. Ihwanun Nafi' says:
    4 tahun ago

    Mohon maaf kak admin. Bukanya ini tulisan karya dari saya ya?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.