Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Dasar Kemanusiaan dan Teologi Al Ma’un Pemuda Muhammadiyah

Hendra Hari Wahyudi by Hendra Hari Wahyudi
Juli 12, 2020
in Report
0
Dasar Kemanusiaan dan Teologi Al Ma’un Pemuda Muhammadiyah
38
SHARES
222
VIEWS

Alhamdulillah, masih hangat di benak kita bahwa salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah, yakni Pemuda Muhammadiyah kemarin baru saja sudah memasuki usianya yang ke 88 tahun (2 Mei 1932 – 2 Mei 2020). Pemuda Muhammadiyah yang diisi oleh para pemuda yang bertujuan menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai  kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah (dasar kemanusiaan).

Lalu untuk siapa para pemuda Islam ini ada dan atas dasar apa mereka dalam bergerak?

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Islam, Kemanusiaan dan Teologi Al Ma’un

Sebagai organisasi, pastinya Pemuda Muhammadiyah mempunyai haluan dalam gerakannya. Ada lima pondasi yang menjadi landasan mereka dalam bergerak, meski diatas sudah jelas dalam tujuan dari Pemuda Muhammadiyah, namun mari kita rinci satu per satu apa pondasinya. Yang pertama adalah ketauhidan.

Pemuda Muhammadiyah harus mempunyai keyakinan (keimanan) yang tinggi sebagai landasan kehidupan diri para anggota dan juga secara organisasi. Maka sebagai organisasi yang menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah pastilah mereka harus mempunyai dasar keimanan yang kokoh sebagai landasan dalam bergerak.

Sebagai organisasi otonom milik Muhammadiyah sudah pastilah teologi Al Ma’un juga menjadi spirit Pemuda Muhammadiyah dalam bergerak. Di mana sering sekali kita lihat kader-kader Pemuda Muhammadiyah memperhatikan mereka yang tertindas dan juga orang-orang miskin.

****

Mereka wujudkan dengan adanya Warung Dhuafa yang memberikan makanan secara gratis kepada mereka yang membutuhkan yang ada setiap hari Jum’at setelah pelaksanaan shalat Jum’at di halaman Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Bahkan Warung Dhuafa Pemuda Muhammadiyah kini sudah seakan membuka ‘cabang’ nya diberbagai kota di Indonesia.

Baca Juga: Runtuhnya Sekolah Menengah Muhammadiyah Perkotaan

Ini merupakan pesan dakwah yang menggembirakan bukan hanya kepada umat Islam atau Muhammadiyah saja, tapi juga bagi siapapun. Dan juga wujud pengamalan dari surat Al Ma’un yang bukan hanya mereka baca. Tapi juga diwujudkan secara nyata sebagaimana yang dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan dulu.

Bukankah ini yang disebut faith and action atau action base on faith, maka bisa kita lihat ada dua pondasi (dasar kemanusiaan) berikutnya setelah ketauhidan yang menjadi landasan Pemuda Muhammadiyah dalam pergerakannya. Yakni moral (akhlak) dan juga bertindak atas dasar keimanan yang ada pada diri mereka.

Pemuda Muhammadiyah Mencintai Negeri dan Keadilan

Sebagai organisasi yang lahir sebelum bangsa Indonesia merdeka dari penjajah, sudah pastilah Pemuda Muhammadiyah turut serta dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, bahwa Pemuda Muhammadiyah mempunyai kader yang menjadi Panglima pertama Tentara Nasional Indonesia (TNI), dialah Jenderal Sudirman. Tak hanya memperjuangkan kemerdekaan, Pemuda Muhammadiyah juga turut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah masa kemerdekaan.

Di mana Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) milik organisasi paramiliter Muhammadiyah dibawah Komando Pemuda Muhammadiyah yang lahir ditengah peralihan orde lama ke orde baru. Turut serta menjaga keutuhan bangsa dari ancaman Komunisme kala itu. Hal ini pernah ditulis oleh Wahyudi Akmaliah, peneliti LIPI di tirto.id. Keterlibatan Muhammadiyah dalam Pembantaian 1965.

Meski dalam perjalanannya KOKAM mengalami pasang surut. Namun dalam perkembangannya sekarang, KOKAM seakan kembali menunjukan eksistensinya dalam masyarakat. Mulai dari masa Reformasi 1998. Hingga akhir-akhir ini di masa kepemimpinan Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak kembali terlihat. Dari mengawal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan semangat Berjamaah Melawan Korupsi serta mendirikan Madrasah Anti Korupsi, mengawal kasus Siyono, dan juga kasus Novel Baswedan.

Menegakkan Keadilan

Maka dari sini kita bisa melihat pondasi (dasar kemanusiaan) keempat dari Pemuda Muhammadiyah yakni menegakkan keadilan dan berbuat adil, Innallah ya’muru bil ‘adl wal ihsan (An-Nahl Ayat 90). Semua orang mendapat apa yang menjadi haknya dan bagi semua orang itu diminta apa yang menjadi kewajibannya.

Pemuda Muhammadiyah berusaha membangun masyarakat yang tidak diskriminatif. Maka kecintaan Pemuda Muhammadiyah pada negeri ini bukan dari teriakan, tapi tindakan. Serta mereka hadir ketika adanya ketidakadilan di masyarakat.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga selama ini kita lihat turut serta dalam menjaga lingkungan hidup dan kebencanaan. Mereka tak mau ketinggalan dalam hal ini, kita sering melihat mereka memberikan sosialisasi dan pendidikan ekologis diberbagai daerah. Tak jarang kita temui Pemuda Muhammadiyah turun tangan dalam menangani bencana, seperti pada masa pandemi COVID-19 sekarang.

Baca Juga: Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Ramah dan Anti Kekerasan

Para pemuda ini mengaplikasikan Islam yang rahmatan lil alamin, sebagaimana prinsip yang mereka miliki, yakni prinsip kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi. Prinsip dakwah, prinsip kemaslahatan dan rahmatan lil’alamin tanpa membedakan suku, ras dan agama. Di mana itu tertuang pada fungsi dari KOKAM dalam rangka mencapai tujuan dari Pemuda Muhammadiyah.

Ilmu Sebagai Dasar Kemanusiaan

Pondasi terakhir dari lima pondasi utama (setelah tauhid, akhlak, faith and action, keadilan) untuk dijadikan koridor penting sebagai batasan pijakan bersama untuk mencapai tujuan kemajuan Pemuda Muhammadiyah adalah ilmu, bukan hanya ilmu secara inteletual, tetapi juga spiritual (agama).

Hal ini merupakan bekal utama yang harus di miliki oleh Pemuda Muhammadiyah dalam mengemban dakwahnya, segala inovasi pun harus ada dengan seiringnya perkembangan zaman, sehingga Pemuda Muhammadiyah di era kekinian mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada, seperti dalam dakwah.

Maka, Pemuda Muhammadiyah dalam bergerak mempunyai dasar yakni ilmu, ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang juga menjadi ciri dari Muhammadiyah. Dimana ilmu tadi akan menjadi modal para Pemuda Muhammadiyah dalam berdakwah dan mencerahkan umat, sehingga kehadirannya bermanfaat serta membawa kebaikan bagi semesta.

Dari beberapa poin yang menjadi pondasi utama Pemuda Muhammadiyah di atas. Kita bisa melihat relevansi dari  tema Milad ke-88 Tahun Pemuda Muhammadiyah “Meneguhkan Solidaritas, Menebar Kebaikan, Mencerahkan Semesta” yang sudah banyak mereka lakukan dari awal berdiri hingga kini. Rasanya tiada henti mereka memberi dan berbagi untuk negeri, semangat ber-fastabiqul khairat yang menjadi motto mereka lah sebagai mesin penggerak dasar kemanusiaan.

Berlomba-Lomba dalam Kebajikan

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 148)

Maka dalam melaksanakan suatu kebajikan, Pemuda Muhammadiyah tidak akan menunda-nunda. Mereka menyegerakan dan seakan berlomba serta menjadi yang terdepan dalam melaksanakan ketaatan dan meraih ridho Allah Ta’ala.

Kini, Pemuda Muhammadiyah diusianya yang ke-88 tahun, dibawah kepemimpinan Sunanto (Cak Nanto) dan kawan-kawan, kita nantikan sesuatu yang baru yang nantinya akan menjadi legacy bagi Pemuda Muhammadiyah kelak. Banyak yang sudah membandingkan Pemuda Muhammadiyah dibawah komando Dahnil dan Sunanto, namun perbandingan itu biarlah dinilai dan dibandingkan oleh mereka yang ingin membandingkan.

****

Setiap pemimpin punya era, era Bang Dahnil telah lewat dengan penuh dinamika dan perkembangan yang menawan. Dan kini era Cak Nanto yang sudah separuh perjalanan. Mari kita dukung dan doakan semoga lebih baik dari era sebelumnya serta membawa kebaikan bagi Pemuda Muhammadiyah.

Baca Juga: Frans Kaisiepo: Warisan Nasionalisme dari Guru Muslim Nasionalis

Yang pasti, sebagai organisasi pemuda yang gerakannya berdasarkan Alquran dan Hadits, ilmu dan amal serta keikhlasan sebagai identitas mereka dalam rangka jihad fi sabilillah. Pemuda Muhammadiyah akan tetap meneguhkan solidaritasnya, memberi dan menebarkan kebaikan bagi sesamanya.

Serta tak kan berhenti mengemban dakwah untuk mencerahkan umat dan bangsa dengan bekal tauhid, ilmu dan amal serta keikhlasan yang ada pada lima pondasi gerakan. Seakan menjadi kunci awet mudanya Pemuda Muhammadiyah yang selalu dinamis mengikuti zaman meski sudah menginjak usia ke-88 tahun.

Terkait

Tags: kemanusiaanPemuda MuhammadiyahTeologi Al Ma'un
Previous Post

Pacaran: Menuju Pernikahan atau Mendekati Zina?

Next Post

Dari Didi Kempot: Cowok Menangis itu Sah-Sah Saja

Hendra Hari Wahyudi

Hendra Hari Wahyudi

Next Post
Dari Didi Kempot: Cowok Menangis itu Sah-Sah Saja

Dari Didi Kempot: Cowok Menangis itu Sah-Sah Saja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.