Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Dari Didi Kempot: Cowok Menangis itu Sah-Sah Saja

Shela Kusumaningtyas by Shela Kusumaningtyas
Juli 5, 2020
in Report
0
Dari Didi Kempot: Cowok Menangis itu Sah-Sah Saja
35
SHARES
203
VIEWS

Baru sekali saya mendatangi panggung Didi Kempot. Saat itu bertepatan dengan perayaan hari jadi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pada 23 Juli 2019. Para sobat ambyar memenuhi halaman markas partai berbendera hijau tersebut. Penggemar Didi Kempot begitu militant dan sangat menikmati penampilan idola mereka. Hingga ada yang sampai menangis.

Ada pemandangan menarik yang menjadi fokus saya kala itu. Mereka yang hadir seperti larut dengan lirik lagu yang dibawakan pria bernama lahir Dionisius Prasetyo. Gurat-gurat bahagia yang ditunjukkan lewat sorot mata para penonton begitu membekas bagi saya. Di situ saya tahu, Didi Kempot mengajarkan kepada kita: pengalaman patah hati tak harus melulu diratapi dengan kesedihan tanpa ujung.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Baca Juga: Dasar Kemanusiaan dan Teologi Al Ma’un Pemuda Muhammadiyah

Lagu-lagu Didi Kempot menawarkan cara bagi kita untuk meredam kekecewaan akibat ditinggal kekasih, diputus cinta, atau peristiwa menyayat lainnya menyangkut asmara. Caranya tampak sederhana tapi begitu ajaib dampaknya: dengan cara berjoget sembari bernostalgia dengan pengalaman-pengalaman tersebut.

Cara Mengobati Patah Hati

Di panggung tersebut saya melihat pemandangan, bagaimana para penonton laki-laki tidak ragu-ragu untuk meluapkan tangis mereka. Menampakkan betapa hancur perasaan mereka ketika hubungan yang telah terbina dengan pasangan harus retak. Kandas di tengah jalan, tidak seperti yang diimpikan. Semua emosi terenyuh, nyesek, ngenes, nelangsa, dan menyesal seperti tumpah ruah menjadi satu, tiap kali lagu Didi Kempot berkumandang.

Melalui lagu Didi Kempot, kita diberikan ruang merayakan kesedihan. Siapapun memiliki kebebasan untuk menangisi setiap sejarah patah hatinya.

Meruntuhkan anggapan bahwa laki-laki pantang berurai mata. Karena pada dasarnya, laki-laki juga manusia yang memiliki emosi dan sensitivitas.

Didi Kempot seperti mempersilakan setiap dari kita untuk menghidupi riak-riak luka dari perjalanan asmara. Bahwa sakitnya patah hati juga membekas begitu kuat bagi laki-laki. Penyanyi yang merupakan saudara Mamiek Prakosa ini menghadirkan prinsip: laki-laki tidak selalu dicitrakan sebagai sosok yang tangguh dan tegar dalam segala kondisi dan badai yang menghantam kehidupan.

Mereka berhak juga mengenang lara lewat tangis. Bisa pula lewat muka yang mendadak tertunduk tatkala mendengarkan lagu Didi Kempot yang liriknya terasa dekat secara emosional.

Laki-Laki Menangis Bukan Hal Tabu

Ada binar-binar kelegaan yang terpancar dari penonton pria seusai Didi Kempot bernyanyi. Mereka menyeka air mata. Menutupi mata menggunakan telapak tangan, mungkin sembari mengingat memori pahit yang sempat ditelan. Tapi tak lama, mereka usap semua tangis lalu menyunggingkan senyum.

Sudah banyak video dokumentasi yang merekam dahsyatnya lagu Didi Kempot dalam membuat tangis para laki-laki. Di konser Didi Kempot, para lelaki kini berani menumpahkan getirnya pilu yang membelit. Menangis di ruang terbuka untuk para lelaki bukanlah hal tabu lagi.

Seperti ada kesadaran yang dibangun oleh Didi Kempot bahwa semua kepedihan yang melanda pasti akan berlalu. Didi Kempot mengantarkan kita kepada cara-cara sederhana untuk menikmati dan “nerimo” dengan keadaan.

Baca Juga: Hikmat Hidup: Harmoni Artistik Nicolaus Cusanus

Dari situ saya menyimpulkan, lagu-lagu Didi Kempot menyuguhkan pengharapan. Hadir sebagai penguat untuk yang kalah dan terkoyak oleh nasib buruk. Terima kasih telah menemani setiap fase-fase percintaan kami. Surga akan senang mendapatkan penghuni baru sepertimu, Pakde. Sugeng tindak!

Sumber Ilustrasi: viva.co.id

Terkait

Tags: Didi KempotLagu SedihSobat Ambyar
Previous Post

Dasar Kemanusiaan dan Teologi Al Ma’un Pemuda Muhammadiyah

Next Post

Kiamat Masih 6,5 Miliar Tahun Lagi

Shela Kusumaningtyas

Shela Kusumaningtyas

Next Post
Kiamat Masih 6,5 Miliar Tahun Lagi

Kiamat Masih 6,5 Miliar Tahun Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.