Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Gerakan Boikot Israel adalah Bagian dari Konstitusi

RedaksiKS by RedaksiKS
Juni 5, 2021
in Report
0
Gerakan Boikot Israel adalah Bagian dari Konstitusi
17
SHARES
101
VIEWS

Kalimahsawa.id – “Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) Israel di Indonesia sebenarnya bukanlah barang baru”. Begitu kata Hidayat Nur Wahid membuka kalimatnya dalam Launching Gerakan Boikot Divestasi & Sanksi (BDS) Israel di Indonesia, Sabtu (29/5) secara daring.

Menurutnya, Gerakan ini disinyalir cukup efektif untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Pada saat Konferensi OKI beberapa tahun lalu misal, Presiden Jokowi mengajak beberapa negara di dunia untuk memboikot produk Israel. Jadi jika saat ini terdapat gerakan yang sama untuk memboikot Israel maka sebenarnya itu hanya merealisasikan kebijakan pemerintah.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Lebih lanjut dalam kalimatnya, ia meyakini jika gerakan ini harus memiliki strategi agar benar-benar terealisasi. Sebab ternyata masih ditemukan berita yang melaporkan bahwa Indonesia melakukan impor senjata dari Israel. Itu bagian yang tentunya harus dikoreksi jika merujuk pada kebijakan Presiden di depan Konferensi OKI.

Baginya, kondisi di Indonesia ini sesungguhnya sangat aneh jika ada pembiasan terhadap informasi dan penyikapan tentang kemerdekaan Palestina dan penjajahan Israel. Karena jelas sekali bahwa boikot Israel adalah bagian dari konstitusi.

“Bung Karno dan Menlu Indonesia Prof. Ruslan Abdul Ghani misal, di tahun 1955 ketika menyelenggrakan KAA di Bandung, Israel tidak diundang dan malah mengundang Mufti Palestina. Kemudian di tahun 1962, Indonesia memboikot Israel untuk tidak mengikuti Asian Games.” Begitu paparan Hidayat Nur Wahid menceritakan pemboikotan Indonesia kepada Israel di masa lalu.

Hal ini tentu menjadi bukti jika secara politik dan olahraga pemboikotan Israel pernah dilakukan. Itu legal, dan itu fakta yang pernah terjadi.

Sebagai wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tentu ia sangat mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk praktik penjajahan yang dilakukan Israel.

Dengan gamblang ia menjelaskan bahkan masyarakat Afrika Selatan pun mendukung Palestina. Karena yang mereka lihat sekarang Israel merupakan rezim Apartheid (baca: deskriminasi berdasarkan RAS), rezim yang sebagaimana dulu pernah menindas masyarakat Afrika Selatan. Masyarakat Afrika Selatan sudah merasakan bagaimana apartheid begitu jahat dan sangat menistakan kemanusiaan. Karena itu masyarakat Afrika Selatan di masa lalu melakukan gerakan untuk menjatuhkan apartheid dan berhasil.

“Lalu sekarang mereka melihat itu dilakukan Israel. Tentu mereka tidak ingin kekejaman apartheid terulang. Itulah mengapa ada demo besar-besaran di negara Afrika Selatan” tandasnya.

Ia kembali mengingatkan jika seorang Albert Einstein sang ilmuan jenius juga menolak berdirinya negara Israel. Ia sedikit mengutip pernyataan Einstein, “Israel akan menjadi negara yang bahkan lebih jahat dalam memperlakukan Palestina daripada apa yang dilakukan Nazi kepada Yahudi”. Itu artinya secara tidak langsung tokoh politik Indonesia ini sepakat jika Holocaust yang dilakukan Nazi terhadap Yahudi itu tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan apa yang dilakukan Israel pada palestina.

Lebih lanjut ia mengatakan dimana-mana masyarakat dunia, bahkan di Kanada terdapat 1000 lebih seniman dan budayawan yang berdemo guna mendukung Palestina dan menolak kerjasama dengan Israel dalam bentuk apapun. Menurutnya contoh-contoh di atas merupakan suatu bentuk boikot dan momentum yang luar biasa.

Sebelum mengakhiri pemaparan, ia juga sempat menyinggung tentang hutang Indonesia pada masyarakat Palestina. Lebih lanjut ia mengatakan jika dulu para pekerja Pelabuhan Alexandria, Mesir yang kebanyakan adalah keturunan Palestina memboikot kapal Belanda dengan tidak mau menurunkan barang-barang dari kapal tersebut. Sebab mereka tahu jika perjalanan Belanda adalah untuk menjajah Indonesia. Dari sana ia beranggapan bahwa masyarakat Mesir-Palestina adalah salah satu bagian pertama yang menolak penjajahan di Indonesia, sekaligus mengakui kemerdekaannya.

Terakhir, sekali lagi Hidayat Nur Wahid menekankan jika, gerakan BDS ini adalah bagian dan bentuk perpanjangan tangan dari konstitusi Indonesia. Ia berharap dengan kontribusi membela kemerdekaan Palestina serta menolak penjajahan yang dilakukan Israel dapat menghadirkan manusia yang betul-betul adil beradab dan turut serta menciptakan perdamaian dunia.

Reporter: Anisa K.

Terkait

Tags: boikot israelhidayat nur wahid
Previous Post

Gus Ulil : Sikap terhadap Palestina Terbelah oleh Sentimen Golongan

Next Post

Jalan Sunyi Pencerahan Buya Syafii

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Buya Syafii Maarif

Jalan Sunyi Pencerahan Buya Syafii

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.