Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Bagiku Keberagaman adalah Kebersamaan

Salma Aurelia Junes by Salma Aurelia Junes
Februari 13, 2021
in Cerpen
2
keberagaman di sekolah
203
SHARES
1.2k
VIEWS

Aku Salma Aurelia Junes, biasa dipanggil Salma berasal dari SMP Regina Pacis Surakarta. Aku adalah seorang muslim dan sebelumnya bersekolah di Sekolah Dasar Negeri. Memang aneh rasanya seorang muslim mau bersekolah di sekolah yayasan Katolik. Awalnya aku tidak ingin untuk masuk sekolah di sana dan ingin melanjutkan pendidikan ke SMP N 1 Surakarta. Tapi, karena kebijakan zonasi mengharuskan aku untuk masuk sekolah swasta. Lagipula menurutku SMP Negeri yang dipilih berdasarkan zonasi tidak bisa menjamin aku akan mendapatkan pendidikan yang layak dan lingkungan peragulan yang baik. Akhirnya aku dan keluargaku memutuskan untuk menyekolahkanku ke sekolah swasta.

Pada awalnya aku ingin dimasukkan ke sekolah Muhammadiyah atau sekolah swasta Islam. Tapi, pendaftarannya sudah ditutup semua dan mau tidak mau aku harus masuk ke SMP ku yang sekarang. Pada awalnya memang sulit, aku takut jika aku terbawa ke agama dan ajaran mereka. Semua guru dan temanku saat SD pun tidak mendukungku dan banyak sekali yang mem-bully serta memojokkanku. Mereka bilang aku bukan lagi seorang muslim dan ingin pindah agama. Berat sekali rasanya mendengar perkataan orang yang tidak setuju jika aku harus masuk ke Ursulin.  

TulisanTerkait

Kesabaran Indah Seluas Samudra

Cerpen: Kakek Kematian

Palu, Ego, dan Interupsi Realitas

Hari disaat aku mengikuti tes seleksi masuk sekolah aku bertemu dengan salah seorang teman yang beragama Kristen. Semua prasangkaku sebelumnya tentang orang yang berbeda agama menguap seketika. Aku pikir jika aku bersekolah di sana dan memiliki agama yang berbeda aku akan dijauhi, tapi ternyata tidak. Mereka malah memperlakukan dengan sangat baik.Teman yang tadi aku temui saat seleksi pun sampai saat ini menjadi teman baikku di sekolah.

Aku ingat betul, di hari pertama masuk sekolah masih canggung rasanya. Pikiran bahwa aku akan dijauhi sebab aku bukan seorang kristiani terus menghantui. Tapi lama kelamaan aku sadar teman-teman di sekolah yang selama ini aku anggap tidak akan menerimaku ternyata mereka sangat menghargai perbedaan yang aku miliki. Meskipun kita berbeda agama bukan berarti tidak saling menyapa.

Hal yang paling berkesan selama aku bersekolah di sana adalah saat dimana harus berkegiatan di luar sekolah. Seperti kegiatan kemah budaya dan retret. Aku sangat kagum dengan sikap toleransi teman-temanku. Sampai-sampai mereka mencarikanku tempat untuk ibadah ketika kita berkemah di Candi Borobudur. Guru-guru di sekolah pun menghentikan semua aktivitas ketika waktunya aku beribadah. Sungguh tidak menyangka mereka semua akan bersikap seperti itu.

Peristiwa yang lain yang membuat ku terkesan adalah di saat ibadah retret. Retret merupakan kegiatan mengasingkan diri secara individu atau berkelompok dengan tujuan untuk refleksi, meditasi, dan berdoa di daerah yang umumnya jauh dari keramaian. Meskipun retret adalah bagian dari ibadah umat Katolik nyatanya aku juga turut ikut ambil di sana. Di saat ibadah Sholat Subuh teman sekamarku memberi peringatan kepada temanku yang lain untuk diam. Mereka sama sekali tidak menggangguku ketika beribadah. Aku dan kedua temanku yang beragama muslim juga diberi kesempatan untuk sholat 5 waktu disana.

Selain itu, saat hari raya pun mereka mengucapkan kepada kami sebagai umat muslim. Mereka tidak canggung untuk melakukan hal itu dan mereka juga ikut bahagia saat Idul Fitri dan Idul Adha. Di sekolah diberi tempat untuk melaksanakan ibadah apabila ada kegiatan ekstrakulikuler dan harus pulang sore. Bahkan saat aku menjalankan puasa, teman dekatku ikut puasa dan tidak makan saat istirahat untuk menghargaiku yang sedang puasa. Sungguh pengalaman yang sangat berharga bagiku. Dimana perbedaan bukan untuk perpecahan tapi untuk saling menguatkan. Mereka sangat menghargai perbedaan yang ada.

 Apalagi saat aku bergabung di Peace Generation. Aku jadi semakin mengerti tentang perbedaan yang ada. Dan lebih mengutamakan perdamaian dari pada harus saling mengejek dan terpecah belah karena perbedaan. Dalam Peace Generation aku mengikuti beragam kegiatan yang bermanfaat dan mendapatkan berbagai materi yang sangat bagus. Fasilitatornya juga sangat ramah dan sangat jelas dalam menyampaikan materi. Aku pun menjadi lebih mengerti masalah tentang keberagaman dan bagaimana cara mengatasinya. Kemudian saat sesi pertemuan online lewat Zoom, banyak pengalaman yang dibagikan sehingga menambah keseruan acara.

Itu tadi adalah pengalaman yang bisa aku tulis. Aku jadi semakin tahu bila perbedaan itu tidak menyakitkan. Dan aku bisa menepis anggapan orang-orang yang sebelumnya mem-bully-ku. Perbedaan ini bagiku perdamaian. Dan keberagaman bagiku adalah kebersamaan. Kebersamaan untuk saling berbagi, mengasihi, dan menghargai keberagaman yang ada.

Editor: Anisa K.

Terkait

Tags: keberagaman di sekolahkeebrsamaanperbedaantoleransi
Previous Post

Perayaan Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Next Post

Belajar Damai dari Hal Kecil dan Sederhana

Salma Aurelia Junes

Salma Aurelia Junes

Siswi SMP Regina Pacis Ursulin Surakarta

Next Post
Harmonisasi Organisasi

Belajar Damai dari Hal Kecil dan Sederhana

Comments 2

  1. lilian sartoyo says:
    6 tahun ago

    SALMAA CERITANYA BAGUS POLL😭 NAGIH BGT BACANYAA ASLI

    Reply
  2. Lydia says:
    6 tahun ago

    Semoga damai dalam perbedaan ini boleh tersampaikan sehingga kita bener-bener indonesia yang pancasila…sukses utk dik Salma ..

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.