2020 adalah tahun yang rumit, banyak peristiwa yang menghantam tahun ini. Mulai dari beberapa peristiwa alam hingga virus yang semakin hari semakin banyak memakan korban. Hingga saat ini sudah 2.800 lebih korban jiwa karena serangan virus.
Virus tersebut biasa dikenal dengan Covid-19 atau Corona. Virus ini bermula dari Negara China yang penyebarannya sangat cepat hingga menjamah beberapa negara tetangganya, termasuk Indonesia.
Saat ini penyebaran virus di Indonesia sangat kuat dan cepat. Setiap harinya manusia yang terkena virus semakin bertambah, mulanya hanya 1 orang sekarang menjadi ratusan manusia yang terkena perharinya.
Banyaknya korban yang terkena perharinya, menjadikan semua warga menjadi risau. Beberapa peraturan mengenai kesehatan diperketat, hingga pendidikan yang bersistem daring diperpanjang hingga akhir tahun. Lalu, bagaimana kabar pendidikan saat ini?
Pendidikan Era Kini
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 15 Juni pemerintah mengeluarkan kebijakan. Bahwa pendidikan bersistem daring diperpanjang hingga akhir tahun. Hanya kota atau daerah yang masih berlogo zona hijau yang diperbolehkan masuk normal.
Akan tetapi sekolah masuk secara bertahap. Mulanya siswa SMA dan SMP yang boleh masuk sekolah, lalu untuk siswa SD dan TK harus menunggu tahap 2 bulan selanjutnya, apakah daerahnya masih zona hijau atau bergeser zona. Apabila tidak dapat bertahan di zona hijau, maka semua sekolah yang berada di daerah itu tetap dirumahkan atau bersistem daring.
Baca Juga: Memaknai Hijrah Melalui Dua Kalimat Syahadat
Sekolah daring saat ini melibatkan orang tua secara berlebih. Orang tua dituntut menyediakan ponsel dan kuota, karena sekolah yang berjalan saat ini berlangsung secara online. Selain itu, orang tua juga dituntut untuk mengajarkan dan mengawasi siswa yang sedang ada kelas, terlebih untuk siswa SD.
Mereka masih membutuhkan bimbingan secara intens karena mereka masih mengenyam materi sangat awal dan masih awam. Sehingga dibutuhkan perhatian yang besar supaya dapat memahami materi atau tugas yang disampaikan oleh guru.
Aplikasi Penunjang Sistem Daring
Pembelajaran secara daring saat ini membutuhkan beberapa aplikasi supaya kelas dapat berjalan dengan baik. Aplikasi yang biasa digunakan adalah WhatsApp, Zoom, Meet, dan lainnya. Whats App adalah salah satu aplikasi chatting online yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini. Aplikasi ini biasanya membutuhkan kuota supaya dapat mengaksesnya. Biasanya guru membentuk grup yang didalamnya berisi siswa dan orang tua.
Orang tua yang bergabung dalam grup Whats App biasanya untuk tingkatan SD, karena anak-anaknya belum begitu paham dengan apa yang disampaikan oleh guru. Biasanya guru mengirimkan materi atau tugas melalui perantara orang tua. Sedangkan untuk siswa tingkat SMP maupun SMA, biasanya di grupnya hanya berisikan siswa dan guru yang bersangkutan saja.
****
Zoom atau Meet merupakan aplikasi yang berbeda dari WhatsApp. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk kelas online yang bersistem tatap muka layaknya video call secara bersama. Aplikasi ini biasanya membutuhkan kuota dan sinyal yang berlebih supaya dapat berjalan dengan lancar. Apabila sinyal lancar, maka komunikasi antara guru dan murid yang berjalan secara online akan berjalan dengan baik.
Siswa adalah istilah peserta didik yang berada dalam naungan sekolah. Siswa merupakan salah satu komponen yang penting dalam sekolah. Mereka merupakan orang yang akan dididik dan diberikan beberapa materi supaya dapat dikelola dan menjadikan manusia yang berkualitas yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Selain siswa, guru juga berperan penting dalam keberadaan pendidikan di sekolah. Guru mengajarkan dan mendidik para siswa sehingga mereka dapat mengerti dan memahami materi yang sudah tersedia. Pendidikan berjalan di kelas biasanya berjalan dengan normal, namun apakah sistem daring ini dapat disebut dengan normal?
Sekolah di Rumah
Sekolah di rumah atau sekolah bersistem daring ini menuai banyak protes dari beberapa pihak, terlebih untuk siswa. Siswa banyak mengeluh karena mereka merasa bingung dengan materi dan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru. Guru juga merasa risau, mereka dituntut untuk lebih kreatif supaya murid yang diajar melalui aplikasi tetap faham, memperhatikan, dan tidak jenuh.
Selain guru dan murid, orang tua juga ikut pusing menghadapi sistem ini. Mereka banyak mengeluhakan pengeluaran biaya kuota. Banyak yang berkata, sejak sistem sekolah yang berlangsung saat ini lebih banyak mengeluarkan uang karena sekolah beristem online.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Pancasila sebagai Kalimah Sawa’
Beberapa kali saya mendapati siswa yang mendapat tugas saat sekolah di rumah. Banyak dari mereka yang tidak mengerjakan secara mandiri dan banyak juga yang mengabaikan tugas yang sudah diberi. Mereka lebih memilih bersantai dan tidak menghiraukan saat guru sedang mengajar. Ketika saya tanya, beberapa dari mereka menjawab, “Gurunyakan tidak tahu“.
Mereka menganggap bahwa guru tidak dapat memantau tugas atau materi yang tengah disampaikan oleh guru. Jadi mereka dapat berlaku seenaknya. Dari kejadian tersebut, apakah dapat dikatakan pembelajaran berjalan dengan normal? Saya kira tidak. Bahkan pembelajaran yang berlangsung seperti itu tidak akan menjadikan generasi semakin membaik.
Kelebihan dan Kekurangan Daring
Sistem sekolah saat ini memberikan beberapa kelebihan dan juga kekurangan saat berlangsung. Kelebihan dari sistem daring adalah pembelajaran berjalan lebih bersifat santai dan dapat mencegah penularan virus yang berjalan dengan cepat. Guru biasanya hanya memberikan materi berupa tulisan yang sudah dirangkum melalui grup atau memberikan tugas kemudian kelas selesai.
Lalu, pembelajaran yang bersifat daring juga merupakan ide yang sangat bagus, karena menjadikan siswa tidak banyak berkumpul di dalam kelas. Hal tersebut akan mengurangi penyebaran virus, dan juga menjadikan orang tua lebih tentram karena anak-anaknya dapat bersekolah di rumah.
Sedangkan kekurangan dari sitem pembelajaran saat ini adalah banyaknya siswa yang tidak paham akan materi dan tugas yang diberikan. Siswa juga banyak mengabaikan tugas dan tidak mendengarkan guru saat menjelaskan materi secara online. Selain itu, siswa juga tidak dapat berinteraksi dengan teman-temannya, sehingga dapat merusak sifat sosial yang mereka punya.
****
Dari guru juga merasakan kekurangan dalam sistem ini. Mereka harus banyak berpikir dan mencari ide supaya materinya dapat tersampaikan dengan baik. Sedangkan dari orang tua, mereka harus lebih pandai memutar otak supaya kebutuhan di rumah dapat terlengkapi. Terlebih banyaknya orang tua yang dipaksa berhenti untuk bekerja sebab adanya pandemic saat ini.
Namun, dari semua kekurangan dan kelebihan yang terjadi saat ini, kita harus tetap mengikuti prosedur yang sudah ada. Karena apabila dipaksa untuk masuk secara normal, maka akan menjadikan korban semakin banyak. Jadi untuk kedepannya, guru harus lebih kreatif supaya murid yang diajar tidak menjadi bosan. Siswa harus lebih bisa menghormati guru supaya mereka dapat memahami semua materi.
Penulis adalah Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta