Hindutva adalah anti tesis Khilafah Global. India telah berubah menjadi pemerintahan agama terbesar. Di mana politisi Hindu berubah sangat militan karena agama.
***
Kemenangan BJP adalah juga kemenangan sebuah pemerintahan agama terbesar di dunia, sebuah antitesa bagi perjuangan kaum Islamis global untuk mendirikan pemerintahan Khilafah.
Nasionalisme Hindu mulai menarik perhatian dunia pada 1998 ketika Partai Bharatiya Janata, sebuah partai yang berhaluan nasionalis Hindu, memenangkan pemilihan umum nasional India. Meskipun BJP kembali kalah secara nasional pada 2004, ia tetap memperoleh dukungan kuat di sebagian penting negara-negara bagian India.
Buku ‘Electoral Politics in India’ yang terbit satu dekade berikutnya, mengangkat kemenangan kembali BJP pada 2014, sebuah peristiwa yang mengubah wajah Lok Sabha (parlemen India) hingga sekarang. Kemenangan BJP bukan hanya berarti kekalahan nasionalisme sekuler India yang diusung Partai Kongres, tetapi juga naiknya sentimen Hinduisme ke panggung politik.
***
Bagaimana jika HINDUTVA dan KHILAFAH melahirkan Perang Kosmic— yaitu persepsi tentang bersatunya kehendak Tuhan dengan kehendak politik—ketika Tuhan di persepsi berpihak. Lantas diposisikan berperang melawan musuh yang diciptakannya sendiri.
HINDUTVA adalah antitesis KHILAFAH GLOBAL. Keduanya punya makna yang mirip. Keinginan atau ikhtiar menempatkan agama di panggung politik.
Perang kosmis membagi dunia menjadi hitam dan putih, kebaikan dan kejahatan, kami dan mereka. Dengan cara ini, tidak ada jalan tengah; setiap orang harus memilih salah satu pihak. Prajurit dan warga sipil, kombatan dan non-kombatan agresor dan penonton – semua pembagian lama yang berfungsi sebagai penanda dalam suatu perang yang nyata tidak berlaku dalam perang kosmis.
baca juga Maksud “Musuh Terbesar Pancasila itu Agama”
Secara gampangnya: jika kalian bukan KAMI, kalian pasti MEREKA. Jika kalian bukan MEREKA. Kalian adalah musuh dan harus dihancurkan. Jika kalian bukan Hindu pasti kalian musuh kami, pun sebaliknya. Jika kalian bukan muslim kalian pasti kafer dan itu musuh kami.
***
Jadi memang tak ada jaminan ketika agama memerintah lantas melahirkan kesentosaan—di Afghanistan, Syuriah, India, Rohingyae kurang lebih sama. Di India, para politisi Hindu telah merubah agama menjadi sangat menyeramkan. Tidak lagi mengenal pluralitas sebagaimana sebelumnya—dan menganggap agama selain Hindhu adalah musuh. Masa depan politik pada negara-negara agama mayoritas tampaknya bakal makin muram, karena makin beringas dan fanatik.