Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Penguatan Isu-isu Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi

RedaksiKS by RedaksiKS
Januari 16, 2024
in Narasi
0
Pesantren Salafi Melawan Radikalisme
48
SHARES
285
VIEWS

Pentingnya Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi Indonesia negara besar. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mempunyai berbagai pulau, bermacam-macam penduduk, suku, bahasa daerah di dalamnya.

Adapun masalah akibat kondisi masyarakat multikultural seperti konflik (tertutup & terbuka). Sebutlah adanya perbedaan ciri fisik, kepandaian, adat istiadat, kepercayaan (agama). Disintegrasi (Perasaan tidak adil, kesenjangan sosial ekonomi, dll.) Walaupun terdapat potensi konflik di Indonesia tapi sebenarnya juga terdapat potensi harmonisasi.

TulisanTerkait

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025: Menulis untuk Rekan Juang yang Terpenjara

Ketika Prestasi Menjadi Ukuran: Membangun Organisasi Berbasis Meritokrasi

Wacana Digitalisasi Ikatan: Mengapa Satu Data IMM penting?

Pendidikan Pancasila

“Oleh karena rasa kebangsaanlah, maka bangsa- bangsa jang terbelakang lekas mencapai peradaban, kebesaran dan kekuasaan. kebangsaanlah jang menjadi darah jang mengalir dalam urat-urat bangsa-bangsa jang kuat dan rasa kebangsaanlah jang memberi hidup kepada tiap-tiap manusia jang hidup” Soekarno, 1930: 118).

Dalam kutipan tersebut sarat akan pesan pentingnya pendidikan pancasila. Salah satunya menggarap Mata Kuliah Wajib dan Kurikulum (MKWK). MKWK berfungsi untuk membentuk watak dan keadaban mahasiswa yang bermartabat, serts Penyelenggaraan MKWK mengandung muatan yang aktual dan kontekstual.

Pancasila sebagai perekat bangsa yang : Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, Ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, Ber-Persatuan Indonesia, Ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Isu terkini yang berkaitan dengan memudarnya praktik nilai Pancasila di masyarakat yaitu masalah-masalah kewarganegaraan dan kebangsaan, Perilaku oknum aparatur negara dan warga negara atau masyarakat yang belum baik dan terpuji. Masih ada potensi konflik dan kekerasan sosial (sara, tawuran, Intoleran, dll.)

Maraknya kasus-kasus ketidakadilan sosial dan hukum yang belum tertangani secara tuntas karena lemahnya penegakan hukum. Lunturnya nilai-nilai luhur dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara (contoh : semangat gotong royong, kepatuhan hukum, kesantunan, kepedulian, dll.)

Pengaruh globalisme dengan faham bawaannya: liberalisme, kapitalisme, komunisme, individualisme, materialisme, hedonisme, radikalisme. Pancasila belum menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan pertumbuhan ekonomi (hambatan dalam bekerja, mencari nafkah, transportasi, komunikasi). Hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan seperti teknologi yang belum merata,

Isu-isu Strategis BPIP

Distorsi Pemahaman Pancasila, Eksklusi Sosial, Kesenjangan Sosial, Pelembagaan Nilai Pancasila, Keteladanan Pancasila. Isu Strategis Pembinaan Ideologi Pancasila lainnya adalah Pemahaman Pancasila, Inklusi Sosial, Keadilan Sosial, Pelembagaan Pancasila, Keteladanan Pancasila

Bangsa ini belum sepenuh hati menerima dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, mematuhi UUD NRI 1945, berkomitmen pada NKRI, dan menyadari kehidupan dengan kondisi Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai sistem pemerintahan demokasi yang mensyaratkan partisipasi warga negara secara cerdas, baik, dan bertanggung jawab.

Isu terkini yang berkaitan dengan praktik nilai Pancasila di Perguruan Tinggi yaitu berkenaan dengan masalah ketahanan kampus dari beberapa segi. Sebutlahk kondisi mental civitas akademika, kondisi politik kampus, kondisi perekonomian kampus, kondisi sosial budaya kampus, kondisi daya tangkal civitas akademika

Warga Negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. (Pasal 1 UU No.12/2006). Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

Peran Aktif Pemuda

Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan, pertama menumbuh kembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan. Kedua, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual; ketiga, meningkatkan kesadaran hukum.

Peran aktif pemuda sebagai control sosial diwujudkan dengan: memperkuat wawasan kebangsaan; membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara; membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum; meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik; menjamin transparansi dan akuntabilitas publik; dan/atau memberikan kemudahan akses informasi.

Peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan: pendidikan politik dan demokratisasi; sumberdaya ekonomi; kepedulian terhadap masyarakat; ilmu pengetahuan dan teknologi; olahraga, seni, dan budaya; kepedulian terhadap lingkungan hidup; pendidikan kewirausahaan; dan/atau kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Alternatif solusinya dengan literasi teknologi informasi, media sosial, etik, pendidikan demokrasi & penegakan hukum, penanganan ketidaksetaraan sosial, ekonomi, dan politik.

Indikator Implementasi Pancasila dalam Hidup Bermasyarakat

Ada Kerjasama, memperkokoh persatuan dan kesatuan, memperkuat solidaritas, mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan Mendorong semangat gotong royong, mendorong semangat kekeluargaan, menjaga kehidupan yang harmonis, menjalin komunikasi antar sesama anggota masyarakat

Pancasila dapat diimplementasikan sebagai: Dasar Negara; Ideologi Bangsa; Falsafah Bangsa;Pedoman Hidup Berbangsa dan Bernegara; Sistem Nilai dalam bersikap dan berperilaku di masyarakat.

Pembangunan warga negara muda pancasilais merupakan proses yang tidak pernah berakhir. Negara perlu hadir dn melakukan adaptasi dan inovasi Pendidikan Pancasila bagi warga negara muda sesuai dengan perkembangan masyarakat – bangsa Indonesia dan global. Pembangunan warga negara muda perlu memperhatikan prinsip-prinsip pedagogic dan karakteristik peserta didik.

Penulis: Sapriya

Terkait

Tags: Indonesiapancasilapendidikan
Previous Post

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila Bagi PT di Indonesia

Next Post

Pengaruh Youtube Bagi Pondok Pesantren

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Pengaruh Youtube Bagi Pondok Pesantren

Pengaruh Youtube Bagi Pondok Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.