Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pendidikan Akhlak di Era Kemajuan Digital

RedaksiKS by RedaksiKS
Oktober 21, 2023
in Akhlak
0
Dilema Mahasiswa: Di Rantau Merana, Pulangpun Merana
45
SHARES
263
VIEWS

Perkembangan teknologi di zaman sekarang sangatlah pesat. Salah satunya adalah kemajuan alat komunikasi digital seperti halnya Handphone, Gadget, Laptop dan lain sebagainya. Kemajuan alat komunikasi digital ini memberikan begitu banyak dampak terhadap kehidupan di berbagai kalangan salah satunya di kalangan remaja.

Kemajuan alat komuikasi digital ini banyak memberikan dampak positif seperti memudahkan untuk berkomunikasi, memudahkan belajar dan lain sebagainya. Tetapi di sisi lain kemajuan alat komunikasi digital ini juga memberikan banyak efek negatif. Salah satunya yaitu hilangnya pendidikan moral dan akhlak di zaman sekarang.

TulisanTerkait

Fiqh Al-Rahmah dalam Krisis Empati: Filantropi Islam sebagai Jalan Kepemimpinan Transformatif

Ketika Anak Membangkang, Siapa Sebenarnya yang Harus Disalahkan?

Validasi Manusia vs Ridha Allah: Kita Lagi Mengejar yang Mana?

Di zaman sekarang dibutuhkan proses pendidikan moral dan akhlak untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan. Berkaitan dengan hal tersebut, terbukti bahwa Rasulullah SAW sesuai dengan tujuan kenabiannya telah mengajarkan akhlak para sahabatnya dan masyarakat. Pada saat itu agar menjadi lebih baik lagi. Akhlak harus menjadi poros utama tujuan pendidikan karena merupakan salah satu prinsip dasar Islam.

Pendidikan akhlak itu sendiri mempunyai tujuan dan memerlukan pengajaran dan pembinaan (istiqamah) yang berkesinambungan dan sungguh-sungguh agar dapat memperoleh akhlak yang ideal. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk menjadi baik dan buruk. Moralitas harus ditegakkan dalam diri mereka karena mereka adalah makhluk yang memiliki kapasitas untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik.

Kita dapat mengetahui di zaman sekarang banyak pemberitaan mengenai kenakalan remaja, penganiayaan, pembunuhan, penggunaan narkoba, korupsi, pencurian, pelecehan seksual, prostitusi, dan isu-isu lainnya terus mendominasi pemberitaan yang ditayangkan di televisi maupun media online.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kerusakan moral dan akhlak terjadi ketika masyarakat mendekati periode pertumbuhan total. Oleh karena itu, dalam situasi ini mengambil tindakan strategis untuk mempromosikan pendidikan moral dan akhlak bisa dengan memanfaatkan kemajuan alat komunikasi digital.

Pendidikan moral sangat penting untuk diberikan kepada generasi mendatang di era digital ini agar mereka dapat menghadapi tantangan lingkungan yang terus berubah. Doktrin moral ini dapat mempengaruhi generasi baru yang terpelajar untuk berpegang teguh pada akhlak yang baik dan mendapatkan manfaat dari kemajuan terkini. Selain itu di era pembelajaran digital, keyakinan moral tidak hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal seperti sekolah. Pendidikan Akhlak dan moral juga dapat kita peroleh Melalui internet yang selalu siap membantu.

Namun meluasnya era digital dan kemajuan teknologi membawa dampak pada bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan moral harus mampu menunjukkan kemajuan di bandingkan masa-masa sebelumnya. Pada era digital, ilmu pengetahuan dapat di peroleh dengan cepat dan mudah pada masa ini.

Oleh karena itu, untuk pendidikan akhlak dan moral perlu terus mengedepankan beberapa komponen dalam menyikapi perubahan zaman , sistem pendidikan, serta teknik belajar mengajar. Di era digital, pendidikan moralitas masih menyelidiki apakah dapat bertahan dalam diri masing-masing evolusi zaman dan terus menunjukkan relevansinya dengan mengatasi kesulitan-kesulitan kontemporer setiap kali.

Upaya berkelanjutan harus di lakukan untuk meningkatkan pendidikan akhlak dan moral pada masyarakat. Permasalahan kekinian yang khas pada setiap zaman harus di ketahui dan di pahami oleh masyarakat.

Hal ini di karenakan sulitnya menghadapi dan menangani berbagai situasi kehidupan secara efektif tanpa mengetahui dan menyadari perubahan yang terjadi. Untuk  itu, sebagai  upaya  dalam membangun  pribadi-pribadi  yang  berakhlak  karimah,  ada   strategi   yang  dapat  di upayakan  dalam membangun dan membentengi akhlak dan moral di era kemajuan digital.

Pertama, pemahaman menyeluruh tentang konsep akhlak harus di tanamkan kepada generasi masa kini. Mereka harus memahami, menghargai, dan mengamalkan prinsip-prinsip ajaran Islam tentang sikap dan perilaku secara umum. Gagasan ini berkenaan dengan ikatan dengan Allah SWT, interaksi dengan manusia lain, serta hubungan antara manusia dengan alam semesta sebagai khalifatullah.

Kedua, peran keteladanan dalam pengajaran akhlak dan moral tidak dapat di sepelekan. Generasi muda saat ini sedang mengalami krisis role model. Di era kemudahan akses terhadap berbagai media dan informasi yang mudah di akses, masyarakat seringkali menampilkan perilaku asusila yang bertentangan dengan norma moral yang kerap di beritakan di berbagai media, baik itu tersangka kasus korupsi maupun tindak pidana lainnya.

Fungsi keluarga sangat penting dalam membentuk moralitas generasi muda di tengah bencana yang patut di contoh ini. Orang tua harus menjadi role model yang positif bagi anak dalam mengembangkan kepribadiannya.

Oleh karena itu, orang tua harus menyadari hal ini dan mengambil langkah aktif untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya. Selain orang tua, guru juga mempunyai peran dalam pembinaan moral generasi penerus. Pembinaan moral anak didiknya harus selalu menjadi prioritas bagi para guru, yang merupakan representasi profesi mulia di bidang pendidikan.

Penulis : Achmad Zaki Fadly (Mahasiswa UIN Surabaya)

Terkait

Previous Post

Kebahagiaan dengan Ketenangan Hati

Next Post

Tasawuf Filantropi Hizmet Movement Asal Turki

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Hukum Menyuap untuk Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Tasawuf Filantropi Hizmet Movement Asal Turki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.