Dalam era modernisasi ini, keruntuhan nilai-nilai moral dalam sahsiah manusia semakin di ambang kejatuhan. Berbicara mengenai perkembangan modenisasi seiring kemajuan teknologi menjadikan ramai anak-anak muda hari ini memberhalakan gadget sebagai sembahan harian. Kita mencari pemutus bagi solusi mengembalikan golongan muda agar bijak mengurus kehidupan tanpa membina sempadan karena penggunaan gadget telah menjadi sebagian untuk perhubungan sosiologi.
Keluasan tetingkap internet ini dianggap hal termudah bagi pelosok peradaban manusia masa kini. Memberi faedah ketika mesin pencarian mengulurkan sumber-sumber jawaban bahkan kewujudan aplikasi tertentu membuatkan era digital ini semakin bertebaran penggunaannya tanpa mengenal umur, pangkat, bangsa dan nama.
Obsesi tanpa pengawalan akan memberi dampak negatif terhadap kelakuan dan tindakan manusia. Kesan kegunaan terhadap alat telepon pintar akan melahirkan manusia yang pasif sekaligus mereka tidak lagi produktif. Tanpa menolak kenyataan perlucutan pemakaian malu yang dapat dilihat dalam sebuah aplikasi popular seakan-akan mereka telah kehilangan kesadaran.
Oleh sebab itu, wajarlah jika kita mengambil tanggungjawab atas dasar keprihatinan terutama bagi penganut agama Islam agar mereka kembali kepada fitrah.
Dunia hari ini menginginkan golongan muda yang bakal menjadi pewaris kepimpinan negara. Mencipta inovasi bagi kemajuan global. Hal ini harus ditekankan dengan membawa pola perubahan agar kita tidak terus memaku kepala dan jari hanya untuk gawai semata-mata. Maka setiap pembenihan usaha haruslah dimulakan seiring dengan langkah-langkah tindakan yang bermula dari daya diri.
Membina Pengkhususan Aktivitas
Pengkhususan sebuah aktivitas adalah sama artinya dengan menetapkan jadwal. Tanpa perancangan yang khusus tidak akan menyeimbangkan kehidupan. Khususnya pada bulan ramadan ini kita patut untuk membuat rancangan sebaik-baiknya. Apa pun aktivitasnya hanya mesti mempererat gagasan jiwa dengan hal-hal yang baik.
Melihat kepada keberhasilan ketika menjarakkan waktu tertentu dengan alat pintar itu. Sekaligus membentuk diri sebagai manusia yang berkualitas yang tidak mensia-siakan putaran jarum waktu dengan melewati perkara yang tidak bermanfaat dengan bermain gawai dan tidur-tiduran seharian.
Dengan menakarkan sebuah kehidupan yang berjadwal maka kita akan memahami bahwa hidup ini terdapat rukun-rukun tertentu yang harus diambil sebagai kepentingan. termasuk hubungan keharmonian dalam persaudaraan.
Generasi muda hari ini seperti malu untuk memulakan ukhuwah. Sebutlah bersama jiran tetangga dan sesama sedarah sendiri. Ini senantiasa terjadi golongan tua yang perlu memulakan bicara. Pemuda zaman hedonisme dominan kemesraannya melalui arus gawai sehingga apabila berlakunya pertemuan secara zahir ketaralah kejanggalan menyerlahkan personal individu.
Sebagai orang muda, suburkan kembali keharmonian sesama saudara yang selama ini keterikatan itu terikat karena alat di tangan. Mendekatilah golongan tua yang telah merasai banyak asam garam dalam kehidupan.
Bersama mereka adanya nasihat dan kata-kata baik yang dapat menyuburkan kembali ketandusan nilai dalam akhlak kita. Pengalaman yang di kongsi adalah kendaraan yang memandu mereka kepada kemanisan dan kepahitan hidup. Berhubungan rapat sesama tetangga dan saudara mara merupakan sejarah yang berharga.
Pembinaan Intelektual Melalui Pembacaan.
Peristiwa malas membaca wajar kita ambil perhatian. Faktor ini terjadi kerana kurang bertepatan memilih genre buku yang diminati, tidak merasa gembira ketika membaca dan pelbagai lagi faktor lain yang menyekat minat seseorang itu untuk membaca buku.
Menerapkan kembali perasaan suka untuk membaca bukan hal yang mudah. Titik pertemuan dan pertembungan merupakan cabaran dalam dunia masa kini. Kemunculan e-buku berkembang pesat dalam dunia digital membuatkan industri buku fisikal harus menghadapi gelombang ini. Meskipun ia mendorong kepada tegaknya sebuah cabaran, namun kelahiran e-buku ini merupakan peluang untuk menarik minat golongan malas membaca.
Kembali kepada konteks berlebihan penggunaan telefon pintar yang menjadi ketagihan tanpa pengobatan, kemunculan e-buku yang menerbitkan kepelbagaian variasi tema yang sesuai buat golongan muda. Mereka dapat mengakses dengan mudah dengan hanya beberapa ketikan. Genre ringan yang bersesuaian bisa menjadi modus operandi untuk menyemarakkan kembali marak api yang semakin redup terhembus angin kemalasan.
Adalah akan mematahkan sedikit demi sedikit tumpuan kepada sendi-sendi hiburan kepada pembinaan intelektual mereka. Tetapi bukanlah bermaksud mereka enggan lagi berhibur namun sekurang-kurangnya ada seiringan yang bergerak sehaluan. Tanpa menepikan proses penumbuhan golongan bijak pandai yang datang dari kembara merentasi ilmu melalui pembacaan.
Demikianlah kita menginginkan agar golongan muda hari ini tidak tumbuh dewasa dengan pembaziran tenaga akan hal-hal yang pasif. Mereka merupakan komponen terpenting untuk pembangunan negara. Matlamat untuk mengurangkan penggunaan gawai untuk menuntut mereka mengalihkan sudut pandang terhadap perkara yang lebih utama dan berisi kepentingan.
Selain mencorakkan mereka menjadi insan yang berkaliber dan berintelektual, kita juga menyasarkan agar mereka patuh kepada perintah menjaga akhlak dan akidah. Memelihara akal dan iman dengan ilmu wahyu dari Tuhan. Inilah seruan kepada pembinaan diri dibulan ramadan khususnya untuk merawat akal dan jiwanya. Semoga masih wujud golongan yang tidak terpupus karena kemodernan sejagat.
Editor : Izzul Khaq