KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA – Gending-gending Jawa bergema lembut di halaman GOR Kampus 2, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu malam (25/10). Tepatnya pada acara persembahan pagelaran seni wayang kulit dalam rangka menyambut semarak milad UMS ke-76. Acara ini dihadiri lebih dari 200 pengunjung dari kalangan mahasiswa, tokoh masyarakat sekitar, hingga para penggemar dan penikmat lakon wayang, dengan menghadirkan salah satu dalang kondang lokal-nasional, Adimas Ki Bayu Aji Pamungkas, yang merupakan putra dari dalang kondang Ki Ageng Anom Suroto.
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum., selaku Rektor UMS, beserta wakil dan jajaran rektorat juga turut hadir dalam acara pagelaran wayang ini, termasuk salah satu tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS.
Dalam sambutannya, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum., menyampaikan bahwa acara ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyukseskan milad UMS yang ke-76.
“Acara ini terselenggara sebagai rasa syukur dalam mempererat hubungan UMS dengan warga sekitar, khususnya Gonilan, Pabelan, Karangasem, dan seluruh masyarakat yang meminati budaya wayang kulit.”
Pagelaran wayang kulit kali ini mengangkat tema “Gatotkaca Kridho”, dengan lakon Gatotkaca yang sarat makna tentang keberanian, pengabdian, dan pengorbanan. Selain itu, Gatotkaca dikenal sebagai sosok pemberani, kuat, jujur, bijaksana, dan setia budi, yang memiliki julukan “Otot Kawat Tulang Wesi”. Lakon ini dipilih karena menggambarkan nilai-nilai heroik yang sejalan dengan semangat UMS sebagai perguruan tinggi yang unggul dan terus berkembang.
Kridho (atau Kridha) dalam bahasa Jawa berarti gerak, perjuangan, atau aksi kepahlawanan. Jadi, “Gatotkaca Kridho” bisa dimaknai sebagai “Perjuangan atau Aksi Gatotkaca”. Dari tema tersebut, pelajaran yang dapat dipetik dari cerita lakon Gatotkaca ini yaitu: UMS selalu berusaha terbang tinggi, lintas negara, mengangkasa, dan menginspirasi dengan menjadi perguruan tinggi nomor 3 di dunia. Para pimpinan, mahasiswa, dosen, dan karyawan akan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur: pemberani, kuat, luhur, setia, dan bijaksana dalam melayani seluruh layanan di UMS.
Sifat Gatotkaca yang gagah berani dan setia rela berkorban menjadi ghirah bagi warga Muhammadiyah, khususnya bagi warga dan mahasiswa UMS yang militan, berotot kawat bertulang besi, dan mampu “terbang” semakin tinggi dengan filosofi wacana keilmuan dan keislaman yang islami, mencerahkan, unggul, mendunia, dan sustainable, di bawah pimpinan Rektor Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum.
Acara yang berlangsung semalam suntuk ini tetap tertib dan kondusif. Para penonton terlihat khidmat menikmati alur cerita Gatotkaca Kridho yang diceritakan oleh dalang Ki Bayu Aji Pamungkas. Harapannya, semoga acara seperti ini dapat menjadi panggung dakwah dan budaya yang bukan hanya bertujuan menyiarkan Islam, tetapi juga menjaga warisan berharga budaya leluhur sekaligus memperkuat hubungan lahir dan batin antara warga UMS dan masyarakat.
Kontributor: Faozan Syifaur Rahman