Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Syafiq Mughni: Ramadhan Bulan Kemanusiaan

AdminKS by AdminKS
April 30, 2020
in Report
0
Syafiq Mughni: Ramadhan Bulan Kemanusiaan
14
SHARES
82
VIEWS

Pada hari Selasa, 28 April 2020, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu mengadakan Pengajian Daring. Pengajian Daring ini mengambil tema Ramadhan untuk Peradaban. Salah satu yang menjadi pemantik dalam Pengajian ini adalah Prof. Syafiq Mughni.

Syafiq Mughni mengatakan bahwa Islam pada zaman yang lalu telah memberikan sumbangan penting bagi peradaban dunia, dan ini tidak bisa dihindari. Tetapi, ini menjadi sebuah tantangan untuk mengembalikan spirit Islam yang telah memberikan sumbangan bagi kemajuan dunia. Karena hal itu, Ramadhan menjadi penting. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Peradaban Berbasis Spiritualitas

Menurut Syafiq Mughni, Peradaban Islam harus berbasis spiritualitas, tidak hanya bertumpu pada kemajuan duniawiyah. Karena, kemajuan duniawi yang ingin terus mengejar materi akan melahirkan malapetakan bagi dunia. Ada indikasi keserakahan, pemanfaatan, dan eksploitasi sumber daya dengan semena-mena.

baca juga: Runtuhnya Hegemoni

Maka peradaban yang ingin dibangun oleh Islam adalah peradaban yang berbasis tauhid, mengesakan Allah. Maknanya adalah membangun perdadaban yang tidak kering, peradaban yang penuh dengan spirit ilahiyah, dan ini sudah terbukti memberikan sumbangan yang snagat penting.

“Kita sudah belajar banyak bagaimana keserakahan duniawiah melahirkan konflik dan ketegangan antar bangsa, agama, dan kelompok masyarakat”, ujarnya.

Peradaban Islam juga tidak hanya bertumpu pada ilmu pengetahuan sekular. Menurut Muhammad Ali, betapapun akal yang merupakan karunia besar itu, tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kontrol, harus ada orientasi, akan dibawa kemanakah ilmu pengetahuan dan teknologi ini. Maka bulan ini memberikan spirit bahwa kedekatan kita kepada Allah memberikan makna bahwa spiritualitas menjadi fondasi yang penting bagi peradaban.

Peradaban Kemanusiaan

Syafiq Mughni melanjutkan bahwa ketika kita melihat ajaran Islam, khususnya berkaitan dengan aktivitas ritual, penuh dengan makna kemanusiaan. Maka, kemanusiaan universal merupakan bagian yang sangat penting bagi bangunan peradaban Islam. Kita membayar zakat, memberikan sesuatu untuk fuqoro dan masakin, memberikan buka puasa, itu semua adalah makna kemanusiaan atau insaniyah yang telah dicontohkan oleh nabi.

Banyak sekali ayat-ayat dan hadits-hadits yang menekankan bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian yang terintegrasi dengan ajaran Islam. Maka, kita tidak boleh melaksanakan ajaran Islam apabila itu justru bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Bukan ajaran agama yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan, tapi pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama terkadang menjauhkan diri dari kemanusiaan. Maka, kita akan dicintai oleh Allah ketika kita mencintai manusia.

Menurut Syafiq Mughni, bulan ini juga memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam hal demokrasi. Nilai-nilai demokrasi bisa kita lihat dengan jelas ketika kita melaksanakan ibadah mahdhah maupun sosial yang semuanya menjadi ukuran kesuksesan dalam melaksanakan perintah Allah.

Misalnya Islam memberikan sesuatu yang sangat penting dalam institusi ijtihad. Perbedaan-perbedaan yang ada selama bulan ramadhan seperti jumlah rakaat akan menguji semangat demokrasi dan semangat toleransi. Ini akan menguji apakah masyarakat akan mengabaikan atau menghormati orang-orang yang tidak sepemikiran. Maka, prinsip demokrasi atau syuro dalam Islam mengajarkan bahwa kita harus memiliki pendapat sendiri, tidak terombang ambing sekaligus menghargai orang lain yang mempunyai pandangan yang berbeda.

baca juga: Radikalisasi Pancasila Sumbangsih Kuntowijoyo

“Maka prinsip ijtihad saya fikir bisa menjadi sebuah fondasi didalam bangunan peradaban Islam, supaya kita menjadi orang-orang yang menghargai orang lain dan memiliki toleransi. Tentu semangat toleransi tidak berarti kita mentoleransi kebatilan, namun toleransi terhadap perbedaan pemikiran. Perbedaan yang jika kita letakkan dalam kerangka ijtihad, akan memberikan sumbangan yang besar”, tegasnya.

reporter: Yusuf R Yanuri

Terkait

Tags: kemanusiaanPeradabanramadhan
Previous Post

Runtuhnya Hegemoni

Next Post

Sekilas Benar tapi Munkar

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Bukankah antum berlindung hanya kepada Allah sahaja? tidak takut corona hanya takut Allah. Sekilas benar tapi munkar. Kelihatannya membangun tapi merusak

Sekilas Benar tapi Munkar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.