Oleh: Imam Daffa Abdillah
Sebagaimana yang telah kita ketahui sebagai seorang muslim pastinya kita pernah punya keinginan untuk bisa menghafal Al-Qur’an walau sedikit. Menghafal Al-Qur’an termasuk suatu ibadah yang sangat mulia dan bentuk wujud cinta kita terhadap kalam Allah SWT dan Allah SWT menjanjikan bagi yang menghafal qur’an sampai tuntas akan diberikan mahkota untuk kedua orang tunya. Namun, kebanyakan orang selalu beranggapan untuh melakukan itu hanya bisa dilakukan oleh para santri atau orang yang memiliki waktu yang banyak.
Padahal, semua orang bisa menjadi penghafal Qur’an jika dalam dirinya memiliki niat yang kuat, strategi yang tepat, dan istiqomah dalam menjalankanya. Bahkann untuk kalangan mahasiswa yang padat jadwalnya, maupun pekerja kantoran yang padat kerjaannya tetap bisa menghafal qur’an jika ingin meluangkan sedikit waktunya. Kuncinya bukan seberapa banyak waktu yang ada, tetapi seberapa efektif waktu dimanfaatkan.
Diantara banyak penilitian terdapat sebuah metode yang sangat menarik ialah metode mnemonik yaitu membuat asosiasi atau pola khusus. dan dengan ini terbukti lebih cepat dan efektif untuk membantu hafalan dibandingkan cara tradisional (Raden Intan, 2023:5). Maka, rahasia cepat menghafal Al-Qur’an bukan pada lama waktunya, tetapi kecerdasan dalam memilih strategi yang tepat.
Disini aku ingin bagikan 7 strategi efektif menghafal Al-Qur’an buat kalian dan semoga bisa membantu. Pertama, ikhlaskan niat karena Allah karena denganya bisa mempermudah kita untuk hafal qur’an dan menjadi investasi amal baik buat diakhirat kelak (Jakarta NU, 2023:2). Kedua, potong ayat menjadi bagian yang kecil lalu merangkainya karena denganya membuat otak lebih mudah mencerna mengingat susunan ayat dari pada mengahfal ayat panjang sekaligus (Hatam.org, 2023:7). Ketiga, istiqomah muroja’ah karena termasuk kunci hafalan kita bisa kuat sebab kata nabi “hafalan Al-Qur’an lebih cepat lepas dibandingkan unta dari ikatanya”(Rumaysho, 2023). Keempat, menggabungkan metode dengan tujuan membuat hafalan lebih kuat, menyenangkan serta mengurangi bosan dan diantaranya adalah talaqqi (dibimbing guru), kitabah (menulis ulang ayat), sima’i (mendengar bacaan), dan wahdah (pengulangan) (Liputan6, 2023:6). Kelima, memanfaatkan celah waktu, sembari menunggu dosen atau saat waktu istirahat, bisa kita gunakan untuk mendengar murrattal. Hafalan sedikit, tetapi dengan istiqomah bisa menghasilkan kemajuan besar dalam jangka panjang. Keenam, memanfaatkan teknologi karena di zaman era digital ini banyak aplikasi yg dapat mendukung setoran, mendengar murattal, hingga evaluasi bacaan seperti aplikasi Behafidz (Wikipedia, 2024:3). Ketujuh, cari teman atau guru setoran dengan tujuan lebih terjaga dari kesalahan serta bisa memunculkan rasa tanggung jawab untuk menghafal secara rutin dan menjaga konsiten belajar.
Terdapat 5 gagasan menarik dari Ustadz Ahmad Nurrohim salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk teman-teman yang sibuk tetapi tetap ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai teman sehari-hari. Pertama, Metode Tajdied: memperbaiki bacaan sebagai pondasi sebelum masuk hafalan (Nurrohim, 2023:15). Kedua, E-Learning Qur’an: memanfaatkan Zoom atau WhatsApp untuk konsisten belajar (Nurrohim, 2023:22). Ketiga, Asistensi Hafalan: pendampingan personal dengan ustadz mempercepat hafalan (Nurrohim, 2025:8). Keempat, Fammi Bi Syauqin: menekankan penghayatan emosional agar hafalan lebih melekat (Nurrohim, 2025:19). Kelima, Cinta Qur’an Sejak Dini: membangun motivasi sejak kecil agar terbiasa dengan menghafal Al-Qur’an (Nurrohim, 2025:33).
Saya buatkan jadwal singkat hafalan harian buat kalian, siapa tau bisa membantu. Pagi hari, sempatkan5 menit di pagi hari untuk mengulang hafalan lama sebelum beraktivitas. Istirahat kuliah, sempatkan 5 menit untuk mendengarkan ayat target hafalan melalui murattal. Sore, sempatkan disore hari 15 menit untuk menambah ayat baru dan mengulang hafalan kemarin. Malam hari, sempatkan 10 menit sebelum tidur untuk mengulang semua hafalan diahari itu.
Jadwal sederhana ini terlihat kecil, tetapi jika dilakukan dengan konsisten akan memberi hasil yang besar. Dalam sebulan, hafalan dapat meningkat. Jika dijalankan setahun penuh, insyaAllah hasilnya akan luar biasa dan terasa manfaatnya.
Menghafal Al-Qur’an bukan siapa yg memiliki banyak waktu, tetapi siapa yang cerdas dalam memanfaatkan celah waktu kesibukan. Bahkan orang sibuk pun bisa menjadi hafidz bila konsisten. Hafalan bukan latihan akedemis, melainkan usaha kita supaya bisa lebih dekat dengan Allah SWT dan bisa memberikan kedua orang tua kita mahkota di akhirat kelak.
Sebagaimana yang disampaikan Ustadz Nurrohim:
“Menghafal Qur’an harus dipandu dengan strategi, teknologi, dan cinta Al-Qur’an yang terus dijaga” (Nurrohim, 2024:11).
Jangan menunggu waktu luang datang, sebab waktu luang jarang benar-benar ada. Mulailah dengan lima menit setiap hari, lalu istiqamah. Sedikit demi sedikit hafalan terkumpul, hingga akhirnya mimpi menjadi seorang hafidz bisa tercapai dengan izin Allah. Semoga yang disampaikan disini bisa bermanfaaat untuk teman-teman sekalian serta menjadi amal jariyah bagi saya dan pemberat amal Kebajikan diakhirat kelak.
Editor: Zahfa Almedina