KALIMAHSAWA.ID, SEMARANG – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengirim sembilan kader untuk mengikuti Pesantren Jurnalistik yang Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah selenggarakan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat-Sabtu (6-7/3) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, Semarang.
Sembilan kader yang mengikuti kegiatan tersebut ialah Dwi Kurniadi, Ahmad Muwaffiqul Choir, Hammam Alghazy, M. Faozan Syifaur Rahman, Nurul Fahri Friyanda, Choiril Amirah Farida, Nurul Ramadhani, Muhammad Farhan, serta Amtsal Ajhar.
Kegiatan pelatihan jurnalistik ini menghadirkan peserta dari berbagai unsur di lingkungan Muhammadiyah Jawa Tengah.
Peserta acara ini adalah perwakilan MPI se-Jawa Tengah, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) PWM Jawa Tengah, serta humas dan tim media Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Jawa Tengah.
Acara ini bertujuan untuk mencetak jurnalis Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Optimasi SEO, Penguat Kualitas Berita
Para Jurnalis harus mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran melalui tulisan serta informasi yang tersampaikan kepada masyarakat.
“Tugas jurnalistik itu tidak jauh berbeda dengan dai, yakni mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Pertanyaannya adalah kita punya keberanian atau tidak untuk menegakkan kebenaran melalui tulisan,” ujar Wahyudi, Sabtu, (7/3).
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain:
- Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto,
- Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si., Director Indoriset Communication Semarang,
- Agung Setia Bakti, S.Sos., M.Si., dan jurnalis TVRI, Mukhtarom.
Harapan Kader Pondok Shabran UMS
Muhammad Farhan, salah satu kader Pondok Shabran UMS, mengungkapkan kesan atas keikutsertaannya dalam pesantren jurnalistik tahun ini.
“Saya merasa terbantu sekali, karena dari acara ini membekali kita terkait pembuatan berita di era AI hingga tata cara photojournalism dan videografi jurnalistik,” ungkapnya.
Tak sekedar itu, Farhan juga berharap pesantren jurnalistik, ada di tahun – tahun yang akan datang.
“Karena program ini sangat menarik dan penuh pembelajaran, oleh karena itu saya berharap Pesantren Jurnalistik tidak berhenti di tahun ini saja, melainkan dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan pelaksanaan yang lebih baik lagi,” pungkas Farhan.
Harapannya melalui kegiatan ini, para peserta mampu meningkatkan kapasitas jurnalistik sekaligus memperkuat peran media Muhammadiyah dalam menyebarkan informasi yang mencerahkan kepada masyarakat.
Kontributor: Choiril Amirah Farida
Editor: Dwi Kurniadi