KALIMAH SAWA.ID, SEMARANG – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Jawa Tengah sukses menyelenggarakan Pesantren Jurnalistik yang memfokuskan pada penguatan mindset digital dan penggunaan AI di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jateng, Sabtu (7/3/2026). Pelatihan ini menjadi jawaban atas tantangan jurnalisme modern yang memerlukan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan orisinalitas dan kualitas konten.
Transformasi digital ini menjadi fokus utama MPI Jawa Tengah. Melalui gelaran selama dua hari tersebut, para kader dibekali strategi menghadapi disrupsi teknologi. Materi yang disajikan mencakup AI Prompt Engineering hingga pengelolaan website berbasis SEO.
Ujung Tombak Publikasi Islam Progresif
Langkah strategis ini bertujuan mencetak jurnalis yang mampu menguasai narasi digital. Persyarikatan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan teknologi terkini. Dengan demikian, dakwah melalui media tetap relevan dengan perkembangan zaman yang serba cepat.
“Peserta Pesantren Jurnalistik ini adalah calon-calon corong persyarikatan di leading sektor, yang akan menjadi sumber publikasi Islam progresif,” ujar Prof. Anam Sutopo, S.Pd, M.Hum, Dekan FKIP UMS, saat memberikan pengarahan.

Jurnalisme sebagai Dakwah Bil Qolam
Peran jurnalis kini setara dengan pendakwah di atas mimbar. Namun, jurnalis bergerak melalui tulisan dan konten kreatif di ruang siber. Kolaborasi antara kecerdasan buatan dan nurani jurnalis menjadi kunci utama keberhasilan informasi.
Hal senada ditegaskan oleh Drs. H Wahyudi, M.Pd dalam sesi materinya. “Jurnalis sama dengan dai, hanya saja dai dakwah dengan lisan atau qaul. Dan jurnalis adalah dakwah bil qolam atau melalui media,” jelasnya di hadapan 115 utusan daerah se-Jawa Tengah.
Optimasi SEO Website dan Mindset Digital
Para pembicara senior dari kalangan akademisi serta jurnalis media mainstream turut hadir. Mereka memberikan simulasi langsung penggunaan AI untuk efisiensi produksi berita tanpa menghilangkan etika. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi melalui sesi tanya jawab yang berlangsung intensif.
Pelatihan intensif ini berakhir dengan komitmen bersama untuk memperkuat jaringan informasi. Setiap daerah kini memiliki tenaga ahli yang siap mengelola kanal berita secara profesional. Langkah ini menandai babak baru bagi perkembangan media komunitas di Jawa Tengah.