Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Pengangkatan Dr. Biyanto Menjadi Profesor Moderasi Islam di UIN Sunan Ampel

RedaksiKS by RedaksiKS
Februari 14, 2020
in Report
0
orasi ilmiah Biyanto deradikalisasi dan moderasi

Biyanto

23
SHARES
138
VIEWS

Tepat pada pukul 9:00 WIB, Kamis 13 Februari 2020, Dr Biyanto membacakan pidato pengukuhan guru besarnya di bidang ilmu filsafat.

Orasi ilmiah yang dibawanya bertajuk “Antara Deradikalisasi dan Moderasi: Perspektif Filsafat Kritik Ideologi.” Argumentasi besar yang ia ajukan menggarisbawahi pentingnya moderasi (washathiyyah Islam) dalam rangka menyelesaikan masalah radikalisme keagamaan.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Radikalisme Islam, dewasa ini mewarnai dua dekade terakhir sejarah Indonesia pasca reformasi. Hal tersebut berwujud pelbagai aksi intoleransi, kekerasan atas nama agama dan bahkan terorisme.

Yang memprihatinkan, lebih dari lima ratus orang Indonesia pergi ke Suriah dan Irak dalam rangka bergabung dengan ISIS. Mereka berniat menjadi bagian dari jihadis asing (foreign fighters), kendati sebenarnya ISIS itu sendiri adalah organisasi dan gerakan terorisme global.

Dr. Biyanto menjelaskan bahwa, “Sekarang ini pemerintah menghadapi masalah besar. Yakni, kembalinya ratusan WNI eks-ISIS atau ISIS eks-WNI ke tanah air.” Secara tepat, cepat dan akurat, pemerintah memang mengambil keputusan untuk “menolak” mereka.

“Tetapi yang menjadi persoalan, bagaimana dengan ideologi keagamaan radikal yang sudah menyebar ke mana-mana?” tandas Dr Biyanto secara lebih jauh.

Tidak ada jawaban yang pasti mengenai hal ini. Bahkan, deradikalisasi yang diajukan sebagai program unggulan penyelesaian masalah ini, tampaknya bersifat eksperimental.

Baca Juga: Kegaduhan Baru BPIP: Kritik Terhadap Yudian

Dr Biyanto di dalam pidatonya secara percaya diri mengkritik program tersebut. Menurutnya, berdasarkan perspektif “kritik ideologi”, karena ilmu tidaklah bebas nilai, ada motif khusus aparatur negara menggunakan gagasan dan praktik deradikalisasi.

Di antara motif yang paling umum adalah mengafirmasi wacana “global” dan kebijakan kontra-terorisme Amerika Serikat. Tentu hal ini, bagi sebagian kalangan, khususnya umat Islam, memupuk keraguan dan kekhawatiran tertentu.

Karena itulah, menurut Dr Biyanto, jalan alternatif mengatasi hal ini adalah gagasan Islam jalan tengah. Menurutnya, Islam yang demikian merupakan representasi dari Islam Indonesia yang sejuk, ramah, damai, inklusif dan merangkul semua.

Hal penting lainnya adalah secara ideologis, konsep washathiyyah Islam memiliki akar yang kuat di tengah-tengah masyarakat Islam. Di samping itu, secara psikologis, hal ini dianggap sebagai bagian dari alam pikiran kaum Muslim itu sendiri.

Tampak hadir di acara pengukuhan guru besar ini antara lain, Profesor Din Syamsuddin, Dr. Abdul Mu’ti, Dr. Saad Ibrahim, Dr. Pradana Boy ZTF dan banyak lagi para undangan dari kalangan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel dan lainnya.

Terkait

Tags: Pengangkatan Dr. Biyanto Menjadi Profesor Moderasi Islam di UIN Sunan Ampel
Previous Post

Menanti Sanksi Tegas Andre Rosiade Dari MKD

Next Post

Gus Dur dan Gus Sholah: Kakak-Adik yang Saling Silang Pendapat Tentang Agama dan Negara

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Gus Dur dan Gus Sholah: Kakak-Adik yang Saling Silang Pendapat Tentang Agama dan Negara

Gus Dur dan Gus Sholah: Kakak-Adik yang Saling Silang Pendapat Tentang Agama dan Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.